Tahukah anda, bahwa seorang bule bisa menjadi teroris di negara Indonesia ini?

Kejadian ini adalah benar2 yg pernah terjadi, karena aku sendiri, eh, Wify juga, ikut mengalaminya. Bagaimana seorang bule, yg selama ini banyak dipuja orang2 Indonesia, sebenarnya mempunyai maksud untuk menteror bangsa kita!!

Alkisah, satu waktu, aku dan Wify pulang ke Jakarta, usai mengunjungi kota Bandung yg walaupun kami berdua tidak cinta2 banget, tapi ikatan batin dengannya cukup kuat. Tidak heran, kepulangan kami kali ini, pasca 2-3 bulan yg lalu, rasa kangen dan rindu (errr...kangen dan rindu kan sama saja ya?) kami berdua terhadap kota Bandung tidak bisa digambarkan dengan kata2.

Sebenarnya kepulangan ke Jakarta itu, lebihlah enak pakai kereta. Tapi berhubung Bandung sedang didatangi hujan yg cukup deras, sehingga saat sebelumnya kami yg sudah sempat hendak mengantri tiket ke Jakarta, tapi menjadi pusing kepala gara2 melihat antrian orang yg hendak mudik usai membeli tiket 1 bulan sebelumnya, kami berpindah ke travel.

Well, travel XTrans masihlah beroperasi di jl Sastra, meski sudah ada penolakan, tepatnya di pangkalannya yg biasa itu. Tapi kali ini, kok tidaklah seramai biasanya ya? Barangkali ancaman para warga jl Sastra, dan juga para orang tua murid serta guru di situ, membuat pemilik XTrans untuk berpikir ulang. Terlebih dalam sebuah spanduk, disebutkan bahwa aktivitas XTrans MELANGGAR HAM WARGA JL SASTRA!!

Melanggar HAM, semestinya sih dilaporkan ke komnas HAM lah. Tapi sudahlah, itu bukan urusan kita. Di artikel ini, kita hendak membahas bule yg menjadi teroris. *bah,kenapa mesti aku jelaskan ya?*

Singkat kata, kami mendapatkan tempat duduk dan bersiap untuk berangkat ke Jakarta. Di samping pak supir yg sedang bekerja, ada seorang laki2. Lalu di deret kedua, ada 3 ibu2. Seorang sangat cantik, karena dia adalah Wify,heheh...deg2an...

Di deret ketiga, berturut-turut orang bule Perancis (aku ketahui saat dia menelpon, ber-parler Franchaise), aku si Jagoan pemilik blog ini, dan seorang laki2 yg entahlah asal muasalnya. Orang2 yg duduk di deret belakang, tidak penting untuk dibicarakan, sehingga aku tidak akan pernah ceritakan di sini.

Perjalanan menuju Jakarta berlangsung dengan riang gembira. Meski demikian gembiranya, tidak ada seorangpun dari kami yg bertepuk tangan sepanjang perjalanan. Entahlah, mungkin malu atau merasa sudah dewasa. Walhasil, hanya aku dan Wify yg benar2 merasa gembira.

Masuk jalan tol, mendadak si bule Perancis ini menelpon. Ok...ok...bahasa Perancis sudah lama aku tinggalkan, namun dari nada bicaranya, nampaknya serius sekali si bule ini bicara. Sesekali dia melihat kiri kanan, banyak pohon cemara...eh, salah, pokoknya bersikap waspada gitu deh.

Tidak lama, aku jatuh tertidur. Selain karena ngantuk, aku tidak mengerti obrolan si bule ini, jadinya ga bisa ikut ngegosip.

Entah berapa lama aku tertidur...saat terbangun, aku merasa ada yg aneh...

WHAT THEEEEEEEEEEEEEEEEE...............

Aku merasakan kehadiran teroris di sekitarku. Usai aku amati dan cermati....ternyata si teroris adalah si bule!!

DIA SUDAH MELETAKKAN BOM DI DALAM TRAVEL!!! DAN TIDAK ADA SEORANGPUN YG BISA MENJINAKKANNYA!!

Aku yg berada tepat di sampingnya, jelas terkena dampak langsung dari bom yg dipasang si bule ini!!

ASSSEEEEEMMMM.....BOMNYA ITU LHOO....TAK TERTAHANKAN!!!

Tanpa ada yg bisa mencegah, efek bom si bule menembus ke dalam hidungku, memaksa syaraf2 di dalam otakku bergelimpangan dan akhirnya si otak merasa perlu untuk memerintahkan hidungku untuk menahan nafas. Tidak lupa, kejutan rasa mual juga dikirim oleh otak.

Dodol dah...!! Kepaksa deh aku membaui kentut si bule ini!!ayolaahh...

Si bule dengan belagak pilon, menoleh kiri kanan. Mungkin dia sebenarnya hendak menyedot semua bau kentutnya, tapi melihat aku tertidur, akhirnya dia berniat untuk share bau itu!!

Dodol....5 menit seperti di neraka!! Tiap kali nafas, selama kurun waktu itu, tiap kali itu pula aku merasa perutku menjadi mual!!mual2

Akhirnya, beranjak pergi juga si bom bule ini. Akupun bisa bernafas dengan lega, seperti halnya orang yg sakit asma dan sudah mendapat pengobatan.

Lalu si bule mulai membaca buku, bahasa Indonesia. Entahlah, aku sendiri tidak terlalu memperhatikan. 5, 10 menit...tidak terjadi sesuatu. Namun beberapa belas menit berikutnya...si bule kembali menjadi teroris.

Serangan bom gas kedua dia lancarkan.

KUPREEETTTTTT.....!!!

Kembali aku mesti menikmati sharing bau kentut si bule ini. Dan kali ini bomnya lebih lama, yg walhasil aku megap2 menahan nafas.

Dan, untunglah kejadian ini berakhir saat akhirnya si travel masuk ke daerah Mampang.

Ebuset, si bule ini ternyata ikut turun juga. Aku sempat menduga bahwa si bule ini mengincar aku dan Wify dengan bom2nya. Tapi untunglah, sebuah taksi datang menyelamatkan kami berdua.

Dalam perjalanan, aku dan Wify bertukar cerita. Ternyata bomnya si bule ini sampai tercium di deretan depan. Namun, entah sungkan atau emang demen dengan semua hal yg berbau bule, para ibu2 tidak ada yg protes, wekekekek...

Ah, ternyata bule pun bisa menjadi teroris!! Jadi, ga usah muja2 banget dengan bule deh...!!!

Toh, kalo dia masuk angin, tetep aja kentut...dan BAU!! Mestinya sih kalo masuk angin, minum T*l*k Angin. Tapi kalo bulenya ga pinter, yaaa kayanya ga ngepek lah..