Tahukah anda, bahwa tahun ini sinetron Para Pencari Tuhan lebih cocok diganti temanya menjadi Para Pencari Iklan?

Sudah lima belas hari sejak Ramadhan dan sinetron Para Pencari Tuhan ditayangkan kembali oleh SCTV. Dan selama itu pula aku makin tercengang-cengang dan kesal dengan sinetron yg 1 ini.

"Lho, apa pasal? Bukankah sinetron PPT ini relatif lebih baik dari acara2 lain di saat sahur, yg lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya?"

Ya, dari sisi acara, PPT memang jauuuh lebih baik dan wokeh daripada acara2 lain di saat sahur. Tapi, seperti yg aku tulis di bagian awal, sinetron ini TERLALU BANYAK IKLAN!!

"Lho, apa salahnya? Sah-sah saja kan mereka banyak iklan? Toh itu berarti tayangan ini sukses!"

Ya, jika tayangan iklan muncul di sela2 acara PPT, aku masih maklum. Tapi coba perhatikan, bahwa DALAM ADEGAN SINETRON PUN, IKLAN BERMUNCULAN DAN SIFATNYA NORAK!!

Setidaknya itu yg aku rasakan. Para pemasang iklan, terutama Top 1, Buavita, produk2 ABC silih berganti muncul dan ditayangkan secara 'norak' dalam adegan2 di PPT.

Okelah, bahwa PPT memang berhasil menarik simpati dan menjadi magnet (baru) dalam suasana sahur. Tapi, bung Deddy Mizwar, menempatkan iklan2 secara mencolok (dan terkesan tidak aturan) dalam tayangan anda, terus terang, membuatku mual dan leherku tercekat. Terus terang, bung Deddy Mizwar, SAYA KECEWA BERAT DENGAN 'PEMERKOSAAN' SINETRON PARA PENCARI TUHAN INI!!

Ah, satu lagi sineas (senior) yg akhirnya 'takluk' pada kapitalisme yg membabi buta. *kecewa beraaattttttt....*
*artikel lain Para Pencari Tuhan di blog ini, bisa dibaca di sini*