Tahukah anda, bahwa itu komplotan copet sudah merambah ke busway?

Di blogku ini, sudah cukup banyak aku membahas mengenai copet, terutama dari pengalaman2 yg aku pernah lalui dan rasakan. Silakan click saja di sini untuk melihat arsip blog ini tentang copet.

Kemunculan busway di tahun 2004 sebenarnya diharapkan agar para pemakai jasa transportasi bisa menikmati perjalanan dengan lebih nyaman. Entah itu menuju ke kantor atau saat pulang. Jaminan kenyamanan sebenarnya sudah disiapkan, dengan adanya para petugas di sekitar pintu. Hmmm...bisa dikatakan sebagai satpamnya busway gitu deh.

Sudah 4 tahun berlalu, dan ternyata kenyamanan berkendara di busway sudah mulai menghilang. Komplotan copet sudah mulai berani untuk menyatroni busway!!

Nekad?
Berani?

Entahlah, aku tidak tahu istilah yg tepat untuk para komplotan copet yg berani beraksi di busway. Karena aku masih berpikir, bahwa para pengguna busway tidaklah seegois pengguna jasa transportasi lain. So, copet yg berani nekad beraksi, aku malah yakin akan babak belur digebuki para penumpang busway.

Namun, ternyata asumsiku ini soalah buesar!!

Bapakku, sekitar bulan Maret lalu, pergi ke Jakarta. Berhubung beliau belum pernah naik busway, dicobalah jasa transportasi ini, bersama teman2 seperjalanannya. Selain karena lebih murah, tujuan beliau ternyata dilewati jalur busway.

Well, busway memang penuh, tapi yaaa begitulah transportasi di Indonesia. Dan sebagai penumpang, janganlah melenguh, eh, mengeluh karena sesungguhnya itu tiada gunanya. Jadi, nikmati saja deh.

Nah, Bapakku sih asik2 saja menikmati perjalannya di busway. Namun, saat tiba di tujuan, beliau mendadak kaget bukan kepalang, karena ternyata tasnya sudah disilet!!! Untungnya tidak ada barang2 penting di dalam situ. Satu Al Qur'an, satu kotak kartu nama serta spidol2 yg ada di dalam tas ternyata tidak disentuh para copet itu.

Ya iya laaahh...mana mau copet ngambil Al Qur'an? Eh, bisa saja sih, kalo si copet emang berniat insaf, hahaha...

Aku sendiri terkekeh-kekeh mendengar cerita Bapakku ini. Hingga satu hari aku mengalami sendiri...

Sekitar 2 minggu lalu, aku sengaja menuju client tanpa si Red Banzai. Ingin mencoba busway, terutama karena clientku kali ini bisa ditempuh dengan busway.

Naiklah aku busway jurusan Lebak Bulus - Kuningan.

Dua buah laptop aku bawa dalam perjalanan menuju clientku ini. Jadi, yaaa...rasa2nya kok yaaa bakal bete kalo pake Red Banzai, karena mesti membawa 2 barang yg lumayan berat. Sementara kalo pake busway, aku bisa simpan 2 barang ini di bawah, dan aku bisa lebih bebas.

Saat aku masuk ke busway, kondisinya sudah cukup penuh. Di depanku, tepat di depanku jika ingin lebih detail, seorang cewe dengan baju berupa kaos ketat membuatku jadi salah tingkah. Penyebabnya tidaklah perlu dijelaskan di sini, yg jelas, selama perjalanan, dia banyak menelpon, dan banyak sekali kata F*CK muncul dalam percakapannya itu.

Ok mbak...anda sudah jagoan deh Englishnya, tapi ga usah pake f*ck2 gitu lah...kampungan dan norak tauk!!dzigh

Dua menit aku berada di busway, dan mendadak aku mendengar ucapan seorang laki2 di sebelah kiri. "Mas, hati2 copet!!"

Sreetttt...aku langsung mengarahkan pandanganku ke sekeliling. Bukan apa2, pengalamanku berinteraksi dengan copet membuatku sedikit banyak bisa tahu ciri2 komplotan copet yg berada di sekitarku. Namun, yg pasti, aku menatap dahulu si lelaki yg memberi saran itu.

Dari pengalamanku, biasanya ada copet yg berpura-pura simpatik dengan memberitahu korbannya. Meng-sugesti, itu istilah kerennya.

Clear...si lelaki itu tidak ada aura copetnya. Ciee...aura, emangnya aku ini cenayang? Hahaha... Ga ding, hal ini sebenarnya bisa dijelaskan dengan logis. Pertama, si lelaki itu tidak membawa benda yg menutup badannya. Yg kedua, si lelaki itu menggantungkan satu tangannya pada kaitan di atas, sementara tangan lainnya memegang tiang besi. Dengan 2 tangan yg sudah 'sibuk', mana bisa dia beraksi?

Step berikutnya, aku cek perimeter lainnya. Kiri, si cewe ber-f*ck2 ria itu. Kanan, tiang besi. Depan, si lelaki itu, dan di belakang, hmmm...barisan para penumpang yg sedang duduk.

Untuk meyakinkan bahwa semua ada dalam kendaliku, aku cek 2 tas (berisi laptop), cek dompet (ok, aman), lalu tempat hp (sip, aman juga). So, aku bisa (lebih) menikmati perjalananku menuju daerah Kuningan.

Hal yg sebaliknya, sempat dialami temanku. Dia menggunakan fasilitas busway koridor 1. Dan meski sudah hati2, toh ternyata komplotan copet yg beraksi di situ lebih canggih. Walhasil, handphonenya pun melayang dengan sukses.

So, hati2 deh kalo naik busway....bukan jaminan bahwa barang2 kita akan selalu dalam keadaan aman sentosa.sedih

*duh, apesnya nasib para pengguna jasa transportasi umum di Indonesia, hiks..hiks...*