Insya ALLOH, hari Minggu depan ini, 10 Agustus 2008, akan berlangsung sebuah pesta demokrasi di Bandung. Yap, yg aku maksud adalah pemilihan walikota dan wakil walikota Bandung untuk periode 2008-2013.

Aku sendiri, sebagai pemegang KTP Bandung, berniat untuk menggunakan hak pilihku. POKOKNYA GA GOLPUT DEH!!

Jika tahun lalu, aku sempat menulis opiniku mengenai pemilihan Gubernur Jakarta, maka kali ini aku berusaha untuk menulis hal yg sama untuk pilkot Bandung. Well, tulisanku ini mungkin tidak layak, karena dibuat dalam waktu yg sesingkat mungkin, namun aku harap tulisan ini bisa memberi sesuatu.

Pilkot Bandung kali ini diikuti oleh pasangan Dada Rosada – Ayi Vivananda, Taufikurahman – Deni Triesnahadi, dan Endang Hudaya Prawira – Nahadi. Oom Dada adalah pejabat walikota Bandung saat ini, didukung oleh banyak parpol. Sementara oom Taufikurahman merupakan mantan dosen ITB (jurusan Biologi) dan didukung oleh PKS (saja?). Sementara oom Endang Hudaya Prawira adalah calon independen.

Hmmm...menarik. Menariknya, adalah keikutsertaan peserta independen. Sayangnya karena terbatasnya informasi yg aku dapatkan, terutama mengenai latar belakang para calon, aku hanya bisa memberikan opini secara pribadi. Dengan kata lain, tingkat kesubyektifannya sangatlah tinggi.melet

Aku mulai dari pasangan nomor 1, oom Dada dan oom Ayi. Well, oom Dada ini 5 tahun lalu berhasil mengalahkan Aa Tarmana dalam pemilihan walikota Bandung, setelah sebelumnya terjadi perseteruan antara keduanya. Aku tidak akan membahas perseteruan itu, bukan urusanku.

Well, selama 5 tahun oom Dada mengurus Bandung, Bandung berkembang cukup pesat. Tidak saja pembangunan gedung (termasuk apartemen dan vila2 di Bandung Utara) tapi juga sampah bertebaran di mana2. Rumahku di Bandung, yg berjarak 300 meter saja dari pasar Sederhana, seringkali tercium bau sampah, karena sampah kadang telat diangkat ke TPA.

Hal lainnya adalah banyaknya jalan rusak. Lagi2 jalan di daerahku yg aku jadikan contoh, terutama karena jika aku pulang ke Bandung, aku cuma bisa jalan2 sekitar rumah saja, heheh. Terakhir aku pulang ke Bandung, jalan2 sekitar rumah mulai diperbaiki. Syukurlah.

Prestasi Persib sendiri, selaku persatuan sepakbola kebanggaan Bandung, selama di bawah manajemen Dada Rosada, tidak banyak yg bisa dibanggakan. Banyak menang di awal kompetisi, dan akhirnya terpuruk di akhir.sedih

Pasangannya, oom Ayi Vivananda...maaf aku belum pernah dengar sama sekali kiprahnya.

Calon berikutnya adalah oom Taufikurahman. Well, aku cukup mengenal beliau, terutama saat beliau sempat mengajar di salah satu mata kuliah yg aku ikuti. Orangnya SUPER SABAR, nyaris tidak pernah marah, setahuku. Cara menjelaskannya sangat enak.

Bahkan di jurusan Biologi, oom yg satu ini merupakan dosen idola dan menjadi dosen laki2 yg membuat para perempuan bisa berdebar-debar dan menginginkan sosok beliau sebagai suami mereka.nyengir

Sebagai kader PKS, yaaa...tidak heran jika oom yg satu ini juga pintar berdakwah dan berceramah. Beberapa kali aku sempat ikuti khutbah Jum'at beliau di masjid Salman. Isinya ok, cara membawakannya pun tidak membuat orang ngantuk (meskipun aku bukan termasuk golongan jama'ah yg suka tidur).

Untuk prestasi, yaaa...mungkin oom Taufik ini masih banyak berkiprah di sekitaran kampus. Ataupun jika ada yg di luar kampus, maaf aku belum tahu persis.

Oom Deni Triesnahadi, mungkin nama yg tidak akrab. Tapi coba sebut nama Abu Syauqi, aku yakin mayoritas penduduk Bandung akan segera akrab dengan nama itu.

Yak, Abu Syauqi adalah nama lain dari Deni Triesnahadi. Dan nama ini lebih dikenal di dunia agama, terutama karena beliau banyak berkiprah di bidang Zakat, Infaq, dan Shodaqoh.

Pasangan ini mengusung TRENDI. Well, jika melihat foto di sebelah ini, memang nampak sekali bahwa pasangan ini berusaha untuk tampil trendi. Well, mudah2an jika terpilih nanti, trendinya tidak hanya baju tapi juga cara memerintahnya juga trendi. Dalam artian pemerintahan yg lebih memihak ke rakyat.

Sementara pasangan terakhir, oom Endang Hudaya Prawira dan pasangannya, Nahadi, terus terang aku tidak banyak tahu. Bahkan saat aku pulang ke Bandung kemarin, aku tidak dapati spanduk mereka. Padahal aku ingin menampilkan 3 fotonya jika aku temukan di jalan. Pasangan ini tercatat sebagai PASANGAN INDEPENDEN PERTAMA.

Well, mari kita tunggu akhir pekan ini, pertarungan dari ketiga jagoan ini. Siapa yg akan memperoleh kepercayaan dari masyarakat Bandung untuk memerintah dan mengelola kota Bandung untuk 5 tahun ke depan?

Saranku: JANGAN GOLPUT!!!