Tahukah anda, sensi itu bisa menyerang anda setiap saat tanpa anda sadari?

Sudah seminggu ini aku berhubungan dengan banyak orang yg nampaknya bisa dilihat mereka punya kadar sensi (sensitip maksudnya) cukup tinggi. Dimulai dari mailing list. Satu mailing list, lalu 'menular' ke mailing list berikutnya, meski sebenarnya mailing list tersebut tidak ada kaitannya sama sekali, tapi toh itu semua tidaklah menghalangi virus sensi untuk bercokol dan membuat keonaran di sana sini.

Ok...ok...untuk kasus mailing list, aku bisa ignore alias skip. Ga perlu dipusingkan, barangkali para anggota mailing list sedang kesulitan keuangan, terutama karena sudah tanggal tua. Sementara mungkin istrinya merengek-rengek minta dibelikan sepatu baru merk bla bla bla dengan harga sebesar cicilan motor selama 3 bulan. Belum lagi masalah anak yg minta dibelikan mainan, lalu saudaranya nyolek2 minta dibelikan hape.

Tidak ketinggalan, simpanan gelap sudah mulai minta dibelikan berlian ini itu. Kondisi keuangan di tengah bulan, yg sudah membuat hidupnya puasa Senin sampe Kamis, lalu Jum'atnya mati kelaparan, jelas membuat frustasi. Obyekan kiri kanan ternyata tidak seperti yg diharapkan.

Mau nyabet kiri kanan, agak repot. Ga punya pengalaman jadi jambret, itu masalahnya. Mau nekad njambret, niat itu diurungkan, usai membaca berita di Lampu Merah, bahwa para penjambret akan mendapatkan sabetan tambahan, bukan berupa barang yg bisa dijambret, tapi bogem mentah, tendangan, bahkan mungkin malaikat maut ikut njenguk.

Mau menipu lewat sms, sebenarnya jika beruntung, keuntungannya lumayan. Tapi itu kan butuh modal? Lha ini, jangankan untuk modal nipu, untuk pergi ke Star Bucks atau sekedar makan di warung Padang Sederhana saja sudah megap2.

Walhasil, aku mesti memaklumi sikap ga jelas (baca: sensi) dari para anggota mailing list, yg ngakunya sih pinter2, tapi kalo melihat apa yg ditulis, tidak saja isi artikel tapi juga tanggapannya, kok yaa...aku jadi inget dengan saat2 aku masih aktif di kampung sebelah itu. Kalo di kampung sebelah, ya jelas, ajang untuk mengeluarkan ide2 segila mungkin.

Namun, kasus sensi yg paling menyebalkanku adalah sensi yg terlibat langsung dengan orang. Beberapa interaksi dengan orang2 yg sedang sensi, terutama makhluk ALLOH SWT yg diberi jenis kelamin perempuan, membuatku agak2 drop, belum lagi dg kondisi badan yg tempo hari aku derita. Jadi, dapat sensi+badan yg ga fit = ke-apes-an yg komplit kan?ngakak *ketawa getir, suwer deh...*

Ok...ok...aku mungkin lebih beruntung jika kita, eh, aku mau bandingkan dengan apa yg kenalanku alami. Apa sebabnya? Itu semua aku alami hanya dengan orang 'luar'. Dengan Wify, yg penuh support, kasih sayang, pengertian, pokoknya yg paling yahud, aku cukup terhibur.

Yuk, kita ikuti cerita kenalanku. Dengan kondisi yg nyaris mirip denganku, kondisi dia lebih parah. Digencet client, dipingpong bossnya, belum lagi teman2 kerjanya yg punya pemikiran dan pola berpikir yg aneh dan ga bisa dimengerti.

Dia sebenarnya ingin berteriak: FAK YUUUUUUUU pada semua orang yg sensinya sedang tinggi itu, tapi gengsi dong ah katanya sambil minum sebotol minuman keras, sebagai akibat si penjual terlalu lama menyimpan es tee di dalam kulkas.

Ah, gombal semua dah....yg jelas, sensiku sekarang sedang tinggi!! Jangan ganggu gue!! Leave me aloooonneeeeeee...!!!