Hmmmm...kali ini aku hendak cerita pengalamanku menghadiri rapat RT.

"Hah...emangnya ada rapat RT?"
"Dasar ketua RT ga ada kerjaan!!"
"Hmmm...rapat RT apa rapat RT nih?"
"Emangnya perlu ada rapat RT?"

Mungkin hal2 di atas merupakan sebagian pertanyaan yg terlontar pada benak anda2. Aku sendiri merasa surprise saat mendapat undangan untuk rapat RT. Lha bukan apa2, seumur hidup, baru kali ini aku mendapat undangan rapat RT yg mempunyai agenda bukan pergantian RT.

Selama ini, terutama saat di Bandung, aku mendapat undangan rapat di tingkat RT hanya dan hanya jika ada pergantian ketua RT. Walhasil selama 5 menit aku terbengong-bengong memegang undangan rapat RT ini.

Hmmm...menarik juga nih, so aku putuskan untuk hadir! Lagipula ini Jakarta, bung...aku yakin akan banyak pengalaman yg bisa berguna, tidak hanya untukku tapi bagi para pembaca blog ini. *halah, gaya, emangnya banyak yg suka ke sini?? hihihi...*

So, Jum'at malam, jam 19.30 WIB teng, aku sudah hadir di rumah pak RT, yg tepat berada di sebelah rumah (kontrakan). Errrr...what the...sudah 30 menit menunggu dan masih 6 orang yg hadir. Bah, ternyata budaya ngaret emang konsisten dilakukan!! Well, aku sempat kenalan dg para tetangga. Wehk, ternyata aku paling muda dibandingkan bapak2 lain yg hadir lho!!kedip-kedip

Undangan yg disebar sekitar 100 KK, namun ternyata hanya 15 KK yg hadir. Akhirnya dimulailah acara rapat.

Yg membuat aku sempat ngakak (tertahan sih), saat rapat dimulai, pak RT malah meminta pak Ustad membuka rapat dengan tahlilan, yasinan, wirid dan mengirim doa!! Huaaaaaa....buset dah, baru kali ini aku temukan rapat RT yg dimulai dengan tahlilan dan yasinan!!halah..

Aku sempat berpikir, jangan2 aku salah hadir, mungkin aku memang hadir di tempat yg mengadakan tahlilan dan yasinan, tapi errrr...melihat suasana rumah, jelas 68% bukan suasana berkabung. Dan tulisan di papan tulis yg meyakinkanku bahwa aku memang hadir di rapat RT.

Ok, acara tahlilan dan yasinan kelar, saatnya kita masuk ke acara utama, rapat RT!

Ada 5 agenda yakni donasi (iuran) RT, kebersihan, keamanan, 17an, dan yg terakhir aku lupa. Serunya, saat membahas iuran terjadi diskusi yg seru, karena banyak warga yg ogah2an membayar iuran, karena mereka beranggapan iuran RT tidak perlu dilakukan lagi karena pos satpam sudah berdiri. Well, memang sih, salah satu tujuan iuran RT diadakan untuk membangun pos ronda. Namun, sebenarnya tidak hanya itu tujuan iuran RT. Program2 kerja RT jelas membutuhkan dana, dan sayangnya para warga tidak sadar hal itu.

Walhasil, iuran RT jadi macet...dan ketua RT kekurangan anggaran. Malah sempat muncul isu, bahwa uang hasil iuran RT dikorup oleh pak RT!halah.. *bah...buset deh!!*

Berikutnya tentang kebersihan. Petugas kebersihan yg selama ini bekerja, ternyata pindah rumah. Tidak jauh pindahnya, masih sekitar wilayah RT, tapi sekarang di lain RT. Nah, si pak petugas ini menyatakan resign dari pekerjaannya selaku petugas kebersihan. Cape katanya. Wajar, karena hanya dia sendiri petugasnya (dan cukup tua). Walhasil, berkeliling tiap hari untuk mengambil dan mengangkut sampah, jelas pekerjaan yg berat.

Diusulkan ada kerja bakti dan menyewa petugas kebersihan.

Untuk kerja bakti sendiri ada usulan yg 'ga masuk akal'. Usulan itu adalah kerja bakti dilakukan TIAP MINGGU!!halah.. Uedaannn...!! Emangnya ga ada kerjaan sampe tiap minggu mesti ngadain kerja bakti?! Well, aku sendiri selama ini sudah rutin (kalo inget, hihihi...) menyapu rumah dan halaman.

Ada juga yg mengusulkan kerja bakti tiap 2 minggu, dan ada juga yg usul sebulan sekali. Well, pendapat terakhir ini lebih masuk akal.

Well, akhirnya tidak (belum) ada keputusan. Pak RT akan umumkan hal ini di kemudian hari.

Agenda berikutnya, keamanan.

Karena pos satpam sudah berdiri, maka sudah saatnya keamanan digalakkan dan para warga (diharapkan) berperan serta. Ada usulan agar tiap warga berpartisipasi untuk ronda. Well, aku sendiri usul agar warga cukup bayar iuran dan menyewa seorang hansip.

Eiiitsss...aku bukan tidak mau berpartisipasi. Namun, yaaa...melihat kesibukanku *halah, gayaaaa...* rasa2nya tidak mungkin untuk ikut ronda2 malam. Bisa2 besok teler karena ngantuk. Well, jika malam minggu atau libur sih, ok2 saja. Bahkan meronda bisa jadi kegiatan yg mengasyikkan. Tapi...errr...sudahlah, bayar aja deh!! hihihi...xixixi...

Yg terakhir acara 17an. Ada usulan agar para generasi muda *hahahha...cuma yg sudah masuk generasi jadul emang yg 'boleh' berkata seperti ini* yg mengusulkan dan mengadakan acara. Para generasi tua cukup memberikan saran dan mengarahkan, jika usulan acara 17an dirasa kurang ok.

Phewww...rapat RT akhirnya selesai usai 2jam. Dan rapat diakhiri dengan doa dan tahlilan (lagi). Hoahahaha...ngakak guling2

Ok...ok...aku bukannya mencemooh, tahlilan dan doa bersama itu baik. Tapi yaaa...terus terang aku merasa geli saja!! Anyway, ini jelas adat setempat. Selama adat ini sifatnya baik, yaa...sudahlah, tidak perlu terlalu banyak didebat!!nyengir

Bagaimana dengan rapat RT yg pernah anda ikuti?