Ternyata Bapak yg satu ini masih belum berniat menyelesaikan perseteruannya dg Deddy Cobuzier. Dia masih mengomentari hasil 'ramalan' Deddy Cobuzier.

Aku kutip saja beritanya sebagai berikut:

Roy Suryo: Rekaman Tebak Skor Deddy Setelah Final Euro

Yogyakarta (ANTARA News) - Pengamat multimedia Roy Suryo menduga rekaman tebak skor pertandingan final Piala Eropa (Euro) 2008 dalam acara Deddy Corbuzier dilakukan setelah yang bersangkutan melihat partai final kejuaran sepakbola negara-negara Eropa itu.

"Saya yakin dan dapat membuktikan bahwa rekaman tebak skor Deddy Corbuzier tersebut dilakukan setelah dia nonton final Piala Eropa, dan bukan seperti yang dikatakannya dalam jumpa pers pada 6 Juni bahwa rekaman dilakukan sebelum tanggal itu," kata Roy di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, kapan rekaman tersebut dilakukan, dapat diketahui melalui piranti back-dated pada rekaman tebak skor milik Deddy Corbuzier.

"Melalui teknologi itu dapat diketahui kapan rekaman tersebut dilakukan. Meskipun telah berulangkali dikopi (disalin), jejak awal tetap dapat diketahui," katanya.

Ia mengatakan seharusnya saat jumpa pers Deddy dapat menyampaikan prediksi atau tebak skor, dan bukan menyimpannya.

"Tebak skor itu kan hanya direkam, dan ini memungkinkan sekali untuk sebuah trik sulap atau sejenisnya. Kecuali jika pada saat jumpa pers Deddy langsung mengatakannya, maka tebak skor tersebut sangat valid karena dilakukan sebelum pertandingan," katanya.

Roy mengatakan apabila kemudian Deddy Corbuzier menyebutkan bahwa kotak yang disimpan di Cilandak Town Square (Citos) adalah kotak kosong dan kotak yang asli disimpan di notaris, ini merupakan kecerdikan Deddy dalam mengemas pertunjukannya.

"Saya tidak pernah mengatakan Deddy akan menebak di mana, tetapi prediksi saya adalah dia akan melakukan tebak skor Piala Euro, dan ternyata prediksi saya benar," katanya.

Menurut dia, pola pertunjukan Deddy Corbuzier itu merupakan kepintarannya memanfaatkan notaris untuk terlibat dalam permainan dan pertunjukannya. (*)

Berita aku ambil dari sini.

Hwaduh, pak Roy Suryo, mbok ya sudah toh pak...damai...damai, hihiih...piiiissss....