"Tau ga bedanya orang IT(B) dan kutu loncat?"
"Ya jelas beda lah...yg satu orang dan satu lagi kutu. Garing ah...!!"

Kalo begitu, tau ga persamaan keduanya?
Bingung? Jika bingung, silakan teruskan membaca artikel ini.

Jadi begini, persamaan antara orang IT(B) dan kutu loncat, keduanya ga betah berada di satu tempat untuk jangka waktu yg lama. Sengaja aku tulis IT(B), karena yg aku bidik adalah orang IT dan lulusan ITB. Keduanya punya perilaku yg miriiiiipppp sekali dg kutu loncat, menclok sana menclok sini, sesukanya.

Entah knapa, aku melihat orang IT(B) sulit sekali bertahan di satu perusahaan (baca: loyal). Banyak sekali contohnya, tidak perlu aku sebutkan, nantinya malah menyinggung orang. Yg jelas, akibat keseringan pindah2, banyak perusahaan, cukup bonafid, yg memasang syarat dan ketentuan berlaku di tiap iklan2 lowongan kerja mereka.

Syarat dan ketentuan yg berlaku tersebut ada beberapa macam:
1. Mereka menulis: "Diutamakan lulusan dari ...., ...., ....". Yg jelas, ITB ga disebut/ditulis.
2. Road show rekrutmen mereka tidak pernah singgah di ITB.

Well, aku sendiri tidak bisa menyalahkan orang IT(B) untuk berpindah2 kerja, terutama jika tawaran yg diberikan memang (sangat) menarik dibandingkan di tempat lama. Anda bisa baca kisah Prayitno di sini. Hanya saja, loncatan yg mereka lakukan biasanya ke level yg setingkat (horizontal). Jadi, hanya gaji yg naik, sementara kerjaan yaaaa tetep aja di situ2 juga.

Beberapa kisah para kutu loncat yg menarik aku dapatkan dari beberapa temanku:
1. Dalam setahun, si A pindah kerja hingga 3x!! Bonus dan gaji dia langsung meroket, hingga beberapa kali lipat dari awal tahun!!
2. *kalo yg ini, proses tercepat kutu loncat* Seorang teman, si B, begitu tiba di tempat kerja yg baru, langsung antri membeli tiket pulang ke Jakarta, karena dia merasa tidak cocok dengan alam lingkungan yg baru!!! Sampai saat ini, 'prestasi' si B ini menjadi top rekor!! Jangankan untuk masuk kantor, untuk masuk mess saja dia lewatkan!! hahaha...

Aku sendiri, masih bertahan di sini selama sekian tahun. Anda sendiri bagaimana? Sudah pindah kerja berapa kali dalam setahun ini?kedip2

Oya, mungkin tips resign berikut berguna,hahah..