Beberapa waktu lalu aku mendapat undangan dari mas Budi Putra untuk ikut nimbrung dalam obrolan santai antara blogger dengan pihak Kompas.com. Acara ngobrol ini sendiri digelar di Ancol, tepatnya di Segarra, sebuah tempat yg belakangan aku dapati adalah sebuah tempat nongkrong orang2 berkelas (baca: kebanyakan duit) di Jakarta.

Berangkat bersama-sama dengan tim Kompas.com, ternyata aku ketemu dengan beberapa blogger lain, dan aku kenal beberapa dari mereka, seperti Kuncoro, Rendy, dan mas Amal. Beberapa (blogger) kenalan baru yg aku peroleh adalah Amril, Puty, Yulyanto, dan errr...siapa lagi ya? Aku ga terlalu hapal. Maaf.maaf...maaf..

Tiba di Ancol sudah menjelang malam. Dan, percaya atau tidak, baru kali ini aku datang ke Ancol di malam hari! Jadi, yaaa...merupakan kesempatan langka. Terutama aku (dan Wify) sendiri bukan fans Ancol, kecuali mungkin Sea World-nya, jadi jarang banget main ke Ancol.

Dalam perjalanan, kebetulan aku semobil dengan mas Amal, Puty, Kuncoro dan mas Pepih (dari Kompas.com). Perbincangan dan haha hehe sempat mewarnai perjalanan kami. Usai mengalami masa2 sulit menjelang masuk ke Ancol (baca: macet yg lumayan bikin sengsara), akhirnya kami berhasil masuk ke Ancol. Ok, berikutnya kami masuk ke Segarra, keren juga lokasi dan tempatnya.

Kami dipersilakan masuk ke dalam sebuah ruangan (yg nampaknya merupakan ruangan istimewa). Sudah ada rekan2 lain yg berkumpul, terutama dari pihak Ancol.

Kemudian dilakukan perkenalan, yg cukup mengundang tawa. Dan seperti biasa, blogger kalo sudah memperkenalkan diri, sifat narsisnya senantiasa kambuh, hahaha...

Seraya acara perkenalan berlangsung, cemilan2 sudah mulai hinggap di meja. Hmmm...nyam nyam deh. Sialnya, batre hp-ku sudah habis, akibatnya aku tidak sempat melakukan skrinsot terhadap cemilan2 tersebut. Namun, aku masih bisa menyebutkan jenis cemilan2 tersebut, karena lidahku masih bisa 'mengingat' kelezatan makanan tersebut.
1. Cumi tepung goreng
2. Lumpiah mini (isi kepiting&udang?)
3. Udang goreng saus mayonaise
4. Cumi goreng dibungkus roti

Acara diskusi, eh, sebenarnya acara ngobrol santai (tapi serius juga) dimulai dari rencana pihak Ancol untuk memperkenalkan Ancol lebih luas ke dunia luar. Kemudian mereka ingin mengubah website serta memberikan informasi mengenai Ancol secara detail. Pemberian informasi ini dirasa penting terutama untuk mengatasi masalah2 hoax, seperti yg pernah tersebar di internet, yakni adanya masalah di wahana Tornado, dst dst.

Namun, pihak Ancol merasa galau terkait adanya komentar2 miring dan terutama yg datang dari kompetitor mereka. Mereka menginginkan agar komentar2 seperti itu tidak perlu muncul. Nah, mas Budi Putra justru memberikan 'pencerahan', bahwa komentar miring dan/atau yg datang dari pihak kompetitor justru mestinya dijadikan tolok ukur untuk memperbaiki diri.

Beberapa komentar lain juga muncul, yg isinya yaaa...serupa juga. Intinya, jika ingin online, maka mesti siap dengan segala konsekuensinya.

Kemudian acara distop dahulu, karena ada tawaran untuk menonton "Police Academy", sebuah acara akrobat yg digelar di Ancol. Sebagai tamu yg baik, tentunya rejeki tidak boleh ditolak.xixixi... So, kami ber-12 (jika tidak salah hitung) mengunjungi arena Police Academy ini.

Setelah menunggu 5 menit, akhirnya acara dimulai. Seorang polisi berpangkat Kapten (O'reilly jika tidak salah dengar) didampingi polwan (seksi) menjadi pembawa acara. Jika si kapten berbahasa Inggris, maka sang polwan menjadi penerjemahnya.

Lalu ada adegan dagelan, ketika pak Kapten merekrut 2 orang baru (cowo dan cewe) untuk menjadi polisi dan beraksi di panggung. Dagelannya yaa...mirip2 dg Dono Kasino Indro, penuh slapstik, tapi yaa...lumayan lah mengundang tawa.nyengir

Di akhir acara, si Callahan(?), cowo yg suka ngabodor itu, membawa mobil, sebagai tanda untuk mengingatkan bahwa Police Academy ini akan banyak menampilkan atraksi mobil. Namun, dasar dagelan, akhirnya si mobil yg dibawanya malah menubruk sebuah 'gudang'.

Usai perkenalan dan acara dagelan itu, dimulailah acara sesungguhnya. Dibuka dengan musik yg berdentum-dentum, keluarlah dari kiri dan kanan, mobil2 dan sepeda motor trail, berderum dan menggas dg mesinnya yg bising. Tapi atraksinya cukup seru!! Keren dah...!!tepuk tangan

Singkat kata, atraksi2 yg ditampilkan oleh para stuntman2 itu terbilang keren. Meski aku sempat melihat ada 1 kesalahan pada atraksi, namun untungnya kesalahan itu tidaklah fatal. Menurut bocoran yg aku terima, para pemain akrobat ini sempat menjalani syuting untuk film James Bond terbaru. Tentunya yaaa sebagai stuntman lah, ga mungkin sebagai James Bond.nyengir

Acaranya berlangsung lebih kurang 30 menit, dan akhirnya kami kembali ke Segarra. (catatan: dilarang memoto atau merekam adegan di Police Academy ini. Akan ada petugas yg akan menghampiri anda, bila anda KETAHUAN memotret. Kalo ga ketahuan sih, yaa...silakan saja)

Iseng2 sempat tanya harga tiket (karena ingin mengajak Wify nonton, mumpung acaranya masih digelar hingga 20 Agustus 2008), ternyata harga tiketnya cukup...mahal, hihihi. Tiap orang dikenakan Rp 50.000,00 untuk tiket. Jika ingin berfoto dg pak Kapten, ada lagi tambahannya. Yaa...yg jelas, ingin fasilitas lebih, yaaa...silakan rogoh kocek lebih dalam.nyengir

Saat kembali ke Segarra, kali ini kami dibawa ke tempat makannya, yg menghadap laut. Dan lagi2, karena batrenya habis, aku tidak bisa mendokumentasikan tempat yg cool ini.sedih

Ah, sudahlah, lupakan masalah dokumentasi. Silakan gunakan imajinasi anda2 untuk membayangkan tempatnya ya?

Jadi, tempat makannya terletak di bibir pantai, mungkin sekitar 10 meter saja. Kami duduk di sebuah tempat yg letaknya antara pantai dengan kolam (kolam ada di belakang kami, karena aku duduk menghadap pantai). Menu disajikan, kami diminta memilih makanan untuk santap malam.

Well, aku memang katro untuk urusan makan di tempat2 yg mahal. Walhasil, melihat harga menu yg ditampilkan, yg rata2 di atas 75 rebu/menu, membuat jakunku naik turun. Ebuset...ada juga yg mau beli makanan semahal ini? Demikian batinku.

Semula aku pilih menu Tuna Taka (jika tidak salah), namun mendapat penjelasan bahwa ikan Tuna disajikan 1/2 matang, karena dimasak sesuai resep dari Jepang, membuat aku mengurungkan niatku untuk menyantap menu itu. Pilihanku pindah ke Salmon. Tapi, errr....melihat rekan dari Kompas memasan Wagyu (or something like that), akhirnya aku pesan itu, setelah bertanya pada sang pemberi servis.

Ternyata Wagyu adalah sejenis steak. Wagyu ada 2 macam, hanya aku lupa jenisnya, karena seperti aku bilang, hape mati dan sungkan untuk pinjem kamdig orang untuk ber-narsis ria.melet Yg jelas, ada wagyu dg berat 200 gram-an, dan ada yg 180 gram berat dagingnya. Dan karena aku katro untuk urusan makanan gini, aku ngekor saja apa yg dipesan rekan Kompas.com. Disusul dg pesan minum.

Usai memesan, aku melihat2 lagi menu. Dan mataku langsung mendelik sementara tenggorokanku serasa tercekik, saat melihat harga Wagyu tadi. Ebuset...lebih dari Rp 300 rebu/PORSI!!aarrgghhh...!! Untung saja dibayarin, jadinya yaa...agak2 lega gitu.

Karenanya, melihat harga menu yg sedemikian 'nendang', aku jadi teringat lagi orang yg menyelenggarakan pernikahan. Duitnya itu lhoooo....kebayang ga jumlah lembar yg mesti dikeluarkan? Padahal itu duit, bukan daun!!melet

Tapi ternyata wagyu ini emang uenak puoooll...meski sebalnya, masih ada bagian daging yg mentah2 gitu. Padahal aku sudah pesan untuk well done, maksudnya si daging mesti masak semua, tidak ada bagian mentah yg tersisa. Tapi, ya sudahlah, diembat saja.

Ternyata memang beda, steak harga Rp 300 ribu lebih jika dibandingkan dengan steak harga Rp 40-50 ribu. Makan steak mahal, ndak ada daging yg menyelip di sela2 gigi!! Sementara makan steak yg harganya di bawah itu, yaaa...kadang2 butuh tusuk gigi untuk ngusir daging2 yg bercokol, heheh...melet

Usai makan, ngobrol sana sini dengan rekan Kompas dan pengelola Ancol. Selanjutnya kembali ke ruang meeting. Namun di tengah jalan ketemu bang Kumis....eitss..bukan Roy Suryo, tapi Fauzi Bowo. Aku, mas Amal, dan mas Budi langsung ngeloyor saja ke ruang meeting. Eh, ternyata rekan2 yg lain sempat foto2 dg Foke. Halah...halah..

 

Akhirnya acara diteruskan, namun lebih bersifat kesimpulan. Dan sebelum pulang, rekan dari Kompas.com memberikan sebuah suvenir yg cukup menarik. Apakah itu? Yakkk...2 buah cd, berisi anti virus, 1 buah mouse transparan, 1 buah flash disk 1gb, dan 1 buah gantungan. Selain cd, semuanya ada 'sponsornya', Kompas.com.melet

Dan akhirnya pulaaannngg....

Oya, akhirnya dapat juga foto dari bung Yulyanto, seperti terlihat di samping ini, trims banget...