Hari Minggu lalu, aku dan Wify mendapat kesempatan untuk menonton film The Dark Knight alias Batman. Sudah banyak yg cerita bahwa film ini seru, terutama karena ini merupakan film terakhir Heath Ledger, sang koboi homo di Brokeback Mountain, yg berperan sebagai Joker di TDK ini.

Awal film, semua masih berjalan dengan 'normal', namun suasana mendadak terasa mencekam ketika si Joker mulai menampakkan wajah aslinya.

Aku tidak akan berpanjang lebar menulis resensi film The Dark Knight ini, selain:
1. Film yg seru!! Durasi film terasa sangat panjang, terutama ketika Joker muncul dan hilang silih berganti. Bahkan Wify sampai 'protes' padaku karena filmnya ga selesai2. Bahkan dg sedikit sewot bilang,"Knapa sih ga dibunuh saja Jokernya?" Huahahahaa...ngakak

Adrenalin dan perasaan NGERI, bukan seram, terasa begitu asyik untuk dinikmati. Membuat film dengan durasi 2,5 jam (atau malah 3jam?) terasa begitu nikmat untuk dinikmati dan ditonton.

2. Akting yg memukau. Aku melihat semua pihak memainkan perannya dengan maksimal. Bahkan aku sempat salah menilai pemeran Rachel (Maggie Gyllenhaal) itu sebagai Kirsten Dunst, saking miripnya wajahnya dengan si KD (eh, apa hubungannya? gada kan? ya gapapa toh...).

3. Teknologi2 baru. Well, Iron Man boleh saja pamer dengan iron suitenya yg menggunakan teknologi bermacam2 untuk menunjukkan kecanggihannya. Tapi, penggunaan metode sonar sebagai cara untuk menentukan lokasi musuh adalah satu hal yg layak diacungi 2 jempol!

4. Musuh2 yg brilian! Oke, dari 3 poin di atas, aku menganggap poin no 4 ini sebagai poin utama! Menempatkan 2 musuh yg benar2 berotak brilian sebagai lawan Batman adalah nilai plus plus plus. Tapi menampilkan Heath Ledger untuk memerankan Joker, itu lebih brilian lagi!!

Kengerian, yak...sekali lagi aku katakan kengerian yg dibawakan oleh Joker benar2 membuatku terpesona dg tokoh si Joker daripada Batman. Eh, pesonanya ini dalam artian aku kagum dg watak 'kejam' (berdarah dingin), tanpa kompromi, tanpa aturan, bahkan unpredictable (terus terang beberapa tindakan Joker tidak pernah aku sangka/prediksi).

Hanya saja, 1 hal yg membuat film ini terasa 'garing', mengenai skenario Gordon mati (ya ya ya...ini spoiler). Aku bisa menduga bahwa dia tidak mati...dan ternyata benar.

Bagaimanapun, rias wajah Joker dan Two Faces layak 'bersaing' untuk menampilkan kengerian dg tingkat yg berbeda. Yang jelas, 3 tokoh di film ini memang TOP MARKOTOP!!


Film Batman kali ini benar2 banyak bermain di psikologi manusia, termasuk ketika 2 kapal hendak saling menenggelamkan. Aku berasumsi sebagai berikut, bahwa jika penghuni kapal menekan tombol bom, maka yg akan meledak adalah kapalnya sendiri. Namun, karena Joker sudah mengumumkan bahwa bom akan meledak jika ditekan pihak 'lawan', maka jebakan Batman psikologi ini akan dimakan mentah2.

Ya ya ya....nampaknya mesti cari dvd (bajakan atau ori) ato malah donlot dari internet untuk film yg terlalu sayang untuk dilewatkan seperti ini.xixixi...

Dan nampaknya film Batman kali ini SANGAT TIDAK COCOK UNTUK ANAK KECIL!! Terlalu bermain nalar, psikologi dan cukup sadis!!geleng2...

Yang terakhir, WHY SO SERIOUS?