Sudah 4 bulan terakhir ini, aku sakau internet. Penyebabnya, sejak pindah ke kontrakan baru, aku terpaksa mengorbankan fasilitas internet yg murah dan cepat yg sebelumnya aku nikmati selama 8 bulan. Akibatnya jelas, aku tidak bisa lagi berinternet di rumah.

Mengapa murah dan murah? Well, dengan biaya bulanan Rp 250 ribu, aku dapatkan kecepatan hingga 512kbps, jelas cukup kompetitif dibandingkan dengan layanan2 lainnya. Lalu, mengapa tidak bisa berlangganan lagi? Hmmm...sebuah pohon kecapi dengan ukuran yg cukup jumbo, menghalangi rumah kontrakan dengan BTS isp tersebut. Solusi alternatif ada, yakni jika ada tetangga yg mau berlangganan juga, maka sinyalnya bisa 'dibelokkan' ke rumah kontrakan. Sayangnya, internet masih belum menjadi kebutuhan di rumah2 sebelah.geleng2...

Internetan sebenarnya bisa dilakukan di kantor atau di client, tapi tentu saja tidak bisa bebas, terutama untuk keperluan pribadi, tidak bisa seenaknya.halah..

Aku sempat mencari solusi lain, seperti layanan dari XL, misalnya. Atau IM2, tapi keduanya masih belum sesuai dengan keinginanku, terutama karena sinyal layanan mereka tidak cukup ok, setidaknya itu yg diceritakan teman2ku yg menggunakan XL dan IM2.auuk aaahh...!

Beberapa penyedia lain sempat aku temui, diantaranya N*tz*p dan F*rstM*d**. Untuk F*rstM*d**, ternyata daerah kontrakanku tidak bisa dicover, huiksss... Sepele saja penyebabnya, karena jalan di rumahku mempunyai imbuhan GANG, padahal sebenarnya mobil masih bisa lewat rumah. Ya ya ya...ndodooooolll banget daaaahh...!!halah..

Sementara N*tz*p, aku sudah daftar bla bla bla...dan mereka bilang daerah kontrakanku sudah masuk dalam area layanan mereka. Tapi hingga 3 minggu-an, ndak ada lagi kabarnya! Ah, kampring juga!!

Ya ya ya...sementara ini nampaknya aku masih mesti berkunjung ke warnet terdekat deh...!!nangiiiisss... Untuk ngecek2 sih, masih bisa pakai GPRS dari XL, tapi yaaa...limited usage lah...mana enak email2an menggunakan hp?