Apakah anda pernah pergi ke salon untuk mencukur atau merawat rambut anda? Aku pernah, meski tidak sering. Sepanjang ingatanku, hingga saat ini, aku baru 3-4x saja ke salon, selain untuk mencukur rambut juga sekaligus untuk creambath. Sekarang sih, untuk creambath tidak perlu ke salon, Wify sudah lihai meng-creambath rambutku. Selain gratis (errr..tidak 100% gratis sebenarnya), layanannya juga lebih memuaskan.ngakak

Oya, salon yg aku maksud tentu saja salon-salon yg punya nama besar ya? Katakan R*d* H*d*s*w*rn*, J*hnn* *ndr**n, lalu ayahnya Roger Danuarta, dst dst. Dengan kata lain, salon yg benar2 profesional, bukan salon abal2, yg perlengkapannya saja....errr...jauh dari memadai.melet

Aku pernah ke salon JA, 2x jika tidak salah. Gara2nya penasaran saja, karena tiap kali lewat salon itu, selaluuu penuh. Akhirnya satu saat aku coba potong rambut dan krimbat di sana. Harganya masih murah kala itu, Rp 25 rebu saja untuk 2 layanan itu. Hasilnya cukup memuaskan, terutama karena saat itu aku baru mengenal yg namanya krimbat (halah...dasar katro..!!)ngakak

Ritual yg selalu dilakukan di salon, saat hendak potong rambut adalah KERAMAS (padahal aku tidak bermaksud mandi besar lho, hihih..). Dengan shampo produk mereka, rambutku dilumuri dan dikeramas, dengan tujuan mempermudah proses mencukur.

Nah, belakangan ini, ternyata polisi menemukan banyak SHAMPO PALSU di gudang milik JA itu!!! Bak disambar petir, bagaimana mungkin seorang ahli penata rambut (istilah kerennya hair stylish) memalsukan shampo?!mikir... Jawaban paling mudah adalah PERSAINGAN BISNIS...!! Di tengah persaingan bisnis (dan kenaikan harga2) JA tentu saja tidak mau rugi...dan solusi yg paling mudah (bagi dia, tentunya) adalah MEMALSUKAN SHAMPO!

Hal ini wajar, karena orang bisa begitu fanatik pada shampo merk tertentu, terlebih shampo tersebut produk dari seorang ahli rambut! Apa mau dikata, ketika ahli rambut yg sudah dipercaya tersebut justru tidak berbuat jujur, dengan memalsukan produk shamponya!?

Bisa dibayangkan besarnya kerugian yg dialami masyarakat, terutama yg menjadi pelanggan setia shampo tersebut? Untuk duit, okelah..bisa 'dilupakan', tapi bagaimana jika rambutnya menjadi rusak? Berapa banyak 'treatment' yg mesti dilakukan untuk mengembalikan rambutnya ke bentuk yg semula? Lalu, bagaimana ternyata rambutnya tidak bisa kembali alias benar2 rusak?

Ah, akhirnya memang tidak perlu repot2 ke salon untuk ngurus rambut!! Cukur di kios2 biasa tidak ada salahnya, hahahaa..nyengir