Kejadian ini terjadi 10 hari lalu. Saat itu, aku sedang makan siang dengan menu nasi Padang. Saat sedang makan, hummpfff...sesuatu yg aneh terjadi aku rasakan di mulutku.

Langsung saja aku hentikan aktivitas makan. Saat aku perhatikan, aarrrrgghhh...ternyata gigiku patah!!halah..

Tepatnya, salah satu dari 2 gigi yg mengenakan jaket gigi, yg patah! Segera aku keluarkan nasi padang yg sedang aku kunyah (hueeekkkkk...mual2) dan ngorek2 isi nasi. Voilaa...aku temukan patahan gigiku!

Nampaknya jaket gigi ini patah karena umurnya yg sudah cukup lama, lebih kurang 10 tahun!

Aku putuskan pergi ke RSCM, bagian gigi dan mulut untuk periksa kondisi gigiku ini. Kunjungan pertama, aku malah dimarahi si dokter gigi, penyebabnya adalah begitu banyak karang gigi (caries) yg ada. Walhasil, kunjungan pertama ini malah mengurus karang gigi yg begitu menumpuk. Dengan metode scaling (eh, bener ga sih nulisnya), akhirnya aku 'tergeletak' di kursi pasien gigi selama 30 menit, sementara si dokter dengan semangat ngorek2 dan mencungkil2 karang gigiku.

Dan saat aku kumur...klutuk...klutuk...ebusettttt...banyak 'kerikil2' yg ikut terlempar dan keluar dari dalam mulutku!! Aarrgghhh....sakitnyaaa gigiku...tapi di sisi lain, aku merasa mulutku jadi lebih segar. Gigiku terasa lebih nyaman.nyengir

Selain itu, aku dimarahi karena aku sudah lama tidak kontrol ke dokter gigi. Seingatku, aku terakhir ke dokter gigi sekitar tahun 2006 awal! Jadi memang salahku...karena IDEALNYA, kontrol rutin ke dokter gigi itu berkisar 3-6 bulan.

Menggosok gigi saja ternyata tidak cukup ya? Sementara, menggunakan obat kumur malah membuatku sakit tenggorokan!!sedih


ZIIIIIIIIIIINNGGGGGGGGGGGGG.....KROOK...KROOOKK...

Oya...mendengar raungan bor gigi, ternyata tidak terlalu mengerikan. Minimal si dokter gigi sudah cukup lihai dan senior, karena pengalamannya sudah cukup oke lah.

Hampir lupa, aku sempat foto rontgen gigi, untuk mengetahui kondisi gigiku (yg berjaket) agar bisa diambil tindakan yg perlu sesegera mungkin. Rontgen dilakukan beberapa kali, penyebabnya hasil rontgen tidak layak, sulit dibaca oleh si dokter.

Untuk kunjungan pertama ini, biaya yg dikeluarkan adalah sebagai berikut:
- Pendaftaran pasien gigi: Rp 15 ribu
- Potret rontgen gigi: Rp 35 ribu (pengulangan rontgen tidak dikenai biaya, karena asumsinya itu kesalahan petugas yg bertugas)
- Scaling: Rp 72 ribu

Well, biaya segitu relatif lebih murah, setidaknya dibandingkan dengan scaling di tempat swasta, yg bisa mencapai lebih dari 300 ribu perak, apalagi jika dilakukan di klinik gigi...nguras kantongnya bowww...!!!melet

Pada kunjungan kedua, aku langsung dibawa ke dokter yg akan mengurus gigiku yg patah. Nah, lagi2 aku mesti rontgen ulang, karena si dokter menyatakan foto yg dia terima salah foto!! Mestinya gigi 1-2 yg difoto, ini malah 1-1!! Walhasil, aku mesti dirontgen lagi deh...!!halah..

Dokter hanya geleng2 melihat kondisi gigiku yg patah! Akhirnya, dokter mengambil tindakan penanggulangan, yakni dengan menambal gigiku ini. Dia bilang tindakan ini adalah sementara, karena untuk mengurus/memperbaiki gigiku ini, perlu waktu yg tidak sebentar.

Untuk biaya tambal gigi ini, aku keluar duit Rp 40 rebu. Sebagai perbandingan, biaya di dokter gigi swasta atau klinik gigi, untuk tambal 1 gigi bisa mencapai 400 rebu!! Uedaaannnnn tuenaaaannn...!!!

Alhamdulillah, saat ini kondisi gigiku sudah lebih baik. Tidak hanya gigi yg terasa lebih baik, tapi juga kepalaku, karena sejak gigiku patah, aku merasa pusing yg cukup lumayan!!halah..

Efek dari gigi yg ditambal (sementara):
- Ga bisa makan/minum yg terlalu panas
- Ga bisa makan cepet2
- Menghindari makanan yg berlemak (alot)
- Mesti merawat gigi dg lebih baik

Jadi, kesehatan gigi itu penting lho....!! Soalnya, biayanya mahaaaalll bowwww...!!!ngakak guling2

Kunjungan ke klinik gigi ini, menurut jadwal, tgl 14 Juli 2008!

*gambar diambil dari sini*