Jika kita perhatikan, belakangan 2 nama ini menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Nama mereka diperbincangkan tidak saja di lapisan masyarakat biasa, namun hingga masuk ke lingkungan Istana Presiden.

Untuk mengingatkan, Joko Suprapto adalah orang yg mengklaim dirinya telah menemukan "Blue Energy". Sebuah energi alternatif untuk menggantikan ketergantungan (terutama) kepada energi minyak. Sementara Ahmad Zaini dikenal masyarakat dengan pernyataannya bahwa dirinya mempunyai kekayaan sebesar 20x nilai APBN Indonesia.

Aku tidak akan membahas detail kedua orang ini. Namun, yg aku soroti adalah sikap masyarakat Indonesia yg masih tidak bisa berpikir dengan jernih. Berpikir instan (cepat) itu sah2 saja, bahkan diperlukan apabila ada keputusan yg mesti diambil dengan cepat. Tapi, berpikir instan hendaknya diikuti dg kejernihan nalar dan logika.

Kedua orang (mendadak) terkenal ini, sebenarnya membuat kebanyakan dari kita berpikir instan tapi tidak jernih (juga mengesampingkan logika). Joko Suprapto misalnya. Tawaran energi alternatifnya memang menggiurkan, karena dengan menggunakan air, masyarakat bisa menggantikan minyak yg harganya kian membubung tinggi. Bahkan SBY pun tergiur dengan keberadaan energi ini. Namun nalar yg dangkal serta logika yg ditinggalkan, membuat SBY (dan aparat pemerintah) menjadi bahan tertawaan, bahkan menjadi bahan cemoohan. Yg mengherankan adalah staf2 ahli presiden. KE MANA SAJA KALIAN? APA SAMA2 NDAK PUNYA....ah, sudahlah. Gila bener staf ahli presiden, tega membuat presiden menanggung malu ya? Jika di jaman mbah Harto, staf2 ahli (mempermalukan) presiden ini dijamin akan menghilang tanpa bekas.geleng2

Sementara untuk Ahmad Zaini, staf presiden mungkin berpikir lebih baik. Setidaknya mereka tidak langsung mencaplok 'umpan' ocehan Ahmad Zaini tentang jumlah duitnya. Toh, ini membuat masyarakat cukup resah juga!!

Membaca Kompas Minggu, 1 Juni 2008, aku langsung tertawa terbahak-bahak membaca Pandji Koming, tentang komentar Pailul (rekan Pandji Koming):"KLOP. TUKANG TIPU KETEMU SAMA TUKANG JANJI"ngakak guling2

Eh, anda tidak tertawa? Ah, sense humor anda ternyata masih perlu diasah lagi.xixi..