Berita yg tidak terlalu mengejutkan sempat aku baca beberapa waktu lalu. Berita tersebut adalah Indonesia berencana untuk keluar dari organisasi OPEC (organisasi dunia negara penghasil minyak). Tidak terlalu mengejutkan karena aku sempat perkirakan bahwa hal ini akan terjadi cepat atau lambat. Eits, bukan karena aku punya kemampuan meramal, tapi sejak aku membaca berita bahwa Indonesia tidak bisa memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri. Aku baca berita ini sekitar tahun lalu, hanya sumbernya aku lupa. Ga sempet diblogkan saat itu, entah kenapa...barangkali terlalu *uhuk* sibuk.siyul2

Aku sih setuju saja. Selain karena Pertamina sendiri nampaknya TIDAK BECUS mengurus kilang2 minyak yg ada, terlepas dari berbagai kepentingan, Indonesia memang sudah mesti mencari solusi energi alternatif selain minyak, terutama untuk industri2 yg ada.

Aku sendiri masih bingung, apa sih maunya dan yg ada dalam benak pemerintah Indonesia, sehingga membuat banyak kekayaan minyak dan gas lebih diserahkan kepada pihak asing untuk dikelola. Jelas2 pihak asing akan menuai keuntungan yg jauuuhh lebih besar dibandingkan dengan yg diberikan (dishare) kepada pemerintah. Sogokan dan korupsi merupakan hal yg paling memungkinkan.

Lantas, apakah dengan keluarnya Indonesia dari OPEC merupakan solusi?

Tidak juga, tergantung mental pemerintah. Jika keluar dari OPEC, mestinya pemerintah bisa memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri, karena MESTINYA minyak tersebut dijual saja kepada masyarakat, tidak perlu menjual ke luar negeri, jika untuk memenuhi kebutuhan sendiri saja sudah ngos2an.siyul2

Kemungkinan lebih buruk? Errr...aku tidak akan jelaskan di sini, nanti disangka jadi kompor dan provokator, hahahaha...*tertawa getir*