Hari Sabtu dan Minggu lalu, kejuaraan Thomas Cup dan Uber Cup 2008 berakhir juga. Seperti yg telah kita ketahui bersama, tim Indonesia tidak berhasil merebut piala lambang supremasi bulutangkis dunia ini dari tangan Cina (sial, makin banyak orang/reporter yg menyebut Cai-na!!).

Terlepas dari kegagalan tersebut, aku benar2 menikmati pertandingan final Uber Cup, tim Indonesia melawan tim Cina. Bagaimana tidak? Permainan tim Uber memang wokeeeehhhh banget, karena mereka memperlihatkan perkembangan cara bermain. Setidaknya dari tim yg semula tidak diunggulkan (bahkan mungkin tidak dianggap), ternyata srikandi2 Indonesia berhasil menembus babak final.

Jantungku deg2an banget, terutama di partai ganda. Wah, benar2 mantaaaapp dah...!! Salut bagi tim Uber kita. Dan benar seperti ucapan manajer Uber, Susi Susanti, hendaknya pemerintah mulai (lebih) memperhatikan pembinaan tim putri Indonesia, karena sudah terbukti mereka berhasil mempersembahkan yg terbaik bagi bangsa.

Well, di momen kebangkitan bangsa ini, kita memang tidak berhasil meraih piala Thomas dan Uber, namun hendaknya menjadikan cambuk untuk bangkit di masa2 mendatang!