Seperti kita telah ketahui bersama, sehubungan dengan rencana kenaikan BBM, yg kemungkinan besar akan mulai berlaku di akhir Mei (atau awal Juni), pemerinta berniat melakukan (lagi) pembagian bantuan tunai langsung (BLT). Tujuan BLT adalah masyarakat miskin yg menjadi korban akibat kenaikan BBM. *well, sebenarnya semua lapisan masyarakat yg terkena imbas, namun memang golongan masyarakat bawah yg paling terkena imbas*

Sebenarnya pembagian BLT ini tidaklah efektif, karena sudah banyak terjadi kasus di lapangan, masyarakat malah ricuh dan saling baku hantam akibat pembagian BLT yg dirasa tidak adil ini. Penyebab ketidakadilan adalah seringkali BLT ini tidak sampai pada masyarakat yg seharusnya membutuhkan.

Selain itu, BLT memang dinilai sebagai cara BODOH. Selain pembagian yg tidak merata, data masyarakat miskin yg tidak valid, dan yg paling 'penting' membuat masyarakat menjadi kian malas dan menumbuhkan sikap pemalas dan peminta-minta.

Sebenarnya, cukup banyak masyarakat yg sudah mulai pintar dan bersikap kritis. Di beberapa tempat, salah satunya di Yogyakarta, beberapa kepala desa menolak rencana pembagian BLT ini. Mereka melihat bahwa kegiatan ini cenderung menimbulkan konflik.

Well, jika memang masyarakat lebih pintar, nampaknya pemerintah mesti belajar lagi kepada masyarakat.siyul2hee hee