Tak dinyana, 2 hari terakhir ini, saat berkunjung ke toko buku, aku temukan 2 buku menakjubkan ini. Yak...siapa sih yg tidak kenal dengan tokoh Panji Koming dan Oom Pasikom? Keduanya bisa dikatakan sebagai salah satu pelopor karikatur (errr...istilah karikatur tidak tepat, mungkin lebih tepat disebut comic strips) yg muncul dan hadir di surat kabar.

Kedua tokoh ini muncul di harian Kompas. Oom Pasikom muncul di harian Kompas edisi2 tertentu, terutama jika ada momen2 khusus. Dengan gaya sentilannya yg khas, tajam, menusuk, tapi (cenderung) menghibur dan 'sopan', Oom Pasikom (dan sentilan2nya) hadir dan bisa membuat kita tersenyum (pahit dan getir).

Sementara itu, Panji Koming lebih sering 'menclok' di edisi Kompas Minggu. Dengan membawa pesan tertentu, Panji Koming memanfaatkan kehidupannya untuk menyampaikan pesan tersebut.

Kedua tokoh ajaib ini ternyata lahir dari 2 orang seniman yg super duper kreatif. Om Pasikom karya GM Sudarta, sementara Panji Koming karya Dwi Koen. Jika mau jujur, sebenarnya kedua seniman ini sudah ngeblog melalui karya2nya. Tentunya blognya bercerita tentang kondisi negara, bukan dari sisi narsis beliau berdua.xixix...

Aku sendiri tertarik sekali dengan kedua buku ini, namun melihat bandrol harga yg tercantum, uhuk...membuatku mengurungkan niat membelinya, setidaknya untuk saat ini. Jika ada rejeki berlebih, insya ALLOH, aku akan beli buku ini.

Kehadiran kumpulan comic strip Oom Pasikom dan Panji Koming ini, sedikit banyak meramaikan suasana buku comic strip, setelah sebelumnya Beny-Mice sudah mencapai kesuksesannya.

Good luck untuk om Sidharta, semoga bukunya laku ya om? senyum