'Gatel' ingin membaca lanjutan "Sang Pemimpi", membuatku segera merogoh kantong untuk membeli buku ketiga Andrea Hirata, "Edensor", di toko buku terdekat. Namun, sama seperti buku kedua, aku butuh waktu yg cukup banyak sebelum bisa menamatkannya. Empat hari waktu yg kubutuhkan untuk menyelesaikan, terutama hanya bisa membaca saat di rumah. Di client jelas tidak mungkin membaca buku seperti ini, karena kesibukan di client sudah cukup menyita waktu.

Membaca buku ketiga ini benar2 membuat rasa penasaran di dalam diriku bergolak. Hal ini dikarenakan petualangan yg dialami Andrea Hirata cukup banyak yg sesuai dengan imajinasiku. Relatif banyak fradmen2 cerita di buku ini yang membuatku tertawa, meski ada juga bagian yg membuatku termenung, berpikir dan menelaah kembali jalan hidupku. *halah..bahasanya...hahaha..*

Bagian yg menurutku cukup berkesan adalah ketika Andrea bertemu dengan pemimpin perjuangan Afghanistan. Susah untuk dituliskan di sini, yg jelas, menurutku, anda2 semua MESTI membaca bagian ini dengan tenang dan fokus. Aku yakin kalian akan merasakan sensasi seperti yg aku rasakan, meski bagian akhir agak 'merusak' suasananya. Rusak bagaimana? Ah, baca sendiri deh...aku yakin kalian akan sakit perut nantinya...ngakak guling2

Secara garis besar, di buku ketiga ini Andrea bercerita pengalamannya kuliah di Perancis (dan diteruskan di Inggris?). Sekedar mengingatkan, di buku pertama, Andrea bercerita ttg masa SD, lalu di buku kedua dia bercerita ttg masa SMA.

Ada hal yg menarik di buku ini. Andrea, dengan sengaja menurutku, menuliskan terlebih dahulu pelajaran moral ketiga belas, baru dia menuliskan pelajaran moral kedua belas. Selain itu dia menuliskan pelajaran moral ketiga belas sebanyak DUA KALI. Tidak percaya? Coba saja lihat di halaman 135:
Jangan bicarakan keadaan negara kita dengan seorang ekonom klasik. Pesimis!
dan halaman 216:
Tukang jam, tukang reparasi televisi, tukang dadu cangkir, dan penerbit buku adalah profesi-profesi yang patut dicurigai, di manapun mereka berada.
Kesengajaan? Tidak sengaja? Atau malah 'kesalahan' yg malah membuat kita berpikir? Entahlah...ga tau!

Yang penting, membaca buku ketiga ini, kita akan diajak Andrea untuk menjadi pengamat kehidupannya selama di luar negeri.