Sebelum pengumuman kenaikan BBM, aku sudah sempat mengisi Red Banzai dg bensin (premium) hingga full tank. Untuk mengisi full tank, 'hanya' dibutuhkan uang Rp 15 ribu, karena untuk kondisi yg benar2 kosong, hanya diperlukan premium 3 liter lebih dikit untuk membuat si Red Banzai siap menempuh kemanapun. *ciee...*

Kemarin, aku mengisi Red Banzai yg sudah kehausan, karena seminggu dipakai terus tanpa diberi minum. Dan seperti diketahui bersama, harga BBM sudah dinaikkan sejak hari Sabtu, minggu lalu. Saat mengisi premium itulah, aku (makin) menyadari bahwa kenaikan harga BBM yg dilakukan pemerintah ternyata benar2 mencekik leher (dan pinggang) masyarakat.

Bagaimana tidak, jika sebelum Rp 15 ribu aku bisa dapat 3 liter lebih, kini dg nominal yg sama, kita hanya akan dapatkan 2,5 liter bensin! Dengan kata lain, paasokan bensin berkurang 0,5 liter!d'oh

Pihak yg paling menderita, menurutku, adalah sopir angkutan umum. Di satu sisi harga BBM sudah naik, di sisi lain, PEMERINTAH TIDAK MENYIAPKAN DRAFT/PROGRAM KENAIKAN TARIF ANGKUTAN! Bah, pemerintah macam apa pula ini, hanya mikir kenaikan BBM tapi tidak menyiapkan efeknya, terutama kenaikan tarif.

Sungguh kasihan melihat para sopir angkutan. Jika menaikkan tarif, mereka malah diancam organda (dan dephub?) dengan ancaman pembubaran trayek dst dst. Belum lagi kecaman dan omelan penumpang. Tapi, di sisi lain, tidak menaikkan tarif itu berarti bunuh diri (pelan2), karena kenaikan tidak hanya BBM, tapi juga spare parts dan bidang2 lain yg terkait!

Mungkin untuk mompa ban, harganya bisa turun, jadi 500 perak tiap kali ngisi angin. Tapi dg catatan, anda sendiri yg niup ban anda, hahahah...ngakak

Koran sudah mulai menaikkan harganya. Di beberapa surat kabar, pengumuman menaikkan harga sudah mulai dicantumkan. "Berkenaan dengan lonjakan bla bla bla..."

Untuk sembako (dan bahan pangan), sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Mereka sudah mendahului 'lawan2nya' untuk naik harganya, bahkan sebelum kenaikan BBM diberlakukan.

Salah satu alasan pemerintah menaikkan harga BBM adalah karena HARGA MINYAK DUNIA YG MENINGGI/MEROKET. Masalahnya, JIKA HARGA MINYAK DUNIA TURUN, PEMERINTAH TIDAK AKAN MENURUNKAN HARGA!!!

Jadi, sebenarnya...pemerintah itu punya kebijakan yg memihak rakyat tidak sih? Nampaknya tidak ya??! Terlebih di tv, banyak sekali 'spot2' yg menampilkan menteri keuangan, menteri perdagangan, menko kesra, dan andi mallarangeng yg pasang badan untuk jadi 'bemper' pemerintah. Padahal....ah, sudahlah...PUNYA PEMERINTAH YG MENGECEWAKAN MASYARAKATNYA ADALAH HAL YG SANGAT MENGECEWAKAN!!!