Di artikel lama, aku sempat cerita mengenai kucing2 garong yg mengganggu kenyamanan rumah, karena mereka doyan banget beol sembarangan. Akhirnya masalah itu terselesaikan, terutama setelah ibu mertua (ibunya Wify) sempat datang dan menginap beberapa hari di rumah.

Keberadaan beliau sangat membantu, karena beliau dengan rajinnya mengusiri kucing2 garong, terutama yg terlihat berpose hendak beol. Akhirnya para kucing garong itu menyerah. Hingga kini mereka tidak lagi beol di halaman rumah. Sebagai gantinya mereka beol di jalanan, sialnya, masih di depan rumah!hwadzigh

Oke, satu masalah sudah selesai, namun jangan salah, masih ada masalah yg mesti diselesaikan dan dicari solusinya. Masalah itu, seperti judul artikel ini, adalah TIKUS!

Well...well...well...rumah siapa, terutama di Jakarta yg bisa bebas dari tikus? Aku yakin bahwa mayoritas rumah, terutama di Jakarta, disinggahi, bahkan dijadikan tempat penginapan oleh tikus. Tidak terkecuali rumah kontrakanku ini.

Dua kali ngontrak rumah, dg tempat berbeda, masalah dg tikus yang kami alami berbeda jenisnya.

Jika di rumah kontrakan sebelumnya, tikusnya senang kelayapan di atap rumah. Akibatnya jelas, suasana gaduh, terutama di malam hari, membuat kami berdua uring2an, terutama jika kami butuh suasana yg tenang untuk istirahat. Untungnya, si tikus ga pernah masuk rumah, apalagi sampe menyikat makanan.whew!

Nah, di rumah kontrakan yg sekarang, tikusnya sangat menyebalkan. Hingga masuk bulan kedua, tidak ada gangguan dari tikus ini. Kemudian, dimulailah terror si tikus. Sedikit demi sedikit, makanan, terutama yg disimpan di dapur, disikat si tikus.

Semula kami tidak mengetahui asal muasal si tikus, hingga satu hari, di malam hari kami mendengar suara gergaji kayu. Karena sudah terlalu larut, kami abaikan suara itu.

Paginya, Wify teriak2. Saat aku datangi, ternyata di lantai kamar mandi sudah berserakan serpihan kayu. Rupanya, si tikus berasal dari saluran air kamar mandi. Dan semalam, karena kami tutup pintu kamar mandi, dia menggerogoti bagian bawah pintu (yg terbuat dari kayu), sebagai upayanya mencari jalan untuk masuk ke dapur. Dan usahanya ternyata sukses! Kini, di kanan bawah kamar mandi, sebuah lubang, sebesar ukuran tikus, menganga dan menjadi jalan penghubung kamar mandi.

Sejak saat itu, terror si tikus kian merajalela.

Tepung terigu, gula, sayur2an, mulai dirambah dan disikat koruptor tikus ini. Perangkap, berupa lem tikus, sudah kami siapkan. Makanan yg menggiurkan, sepotong ikan bawal, sudah disimpan di perangkap tikus ini. Eeeehh...ternyata si tikus pintar banget!

Entah dengan cara bagaimana, dia bisa mengambil ikan bawal tanpa terperangkap. Hmmm...ok, saatnya berbenah kalo begitu. Wify langsung berbenah. Makanan2 yg dirasa cukup potensial menjadi sasaran si tikus, langsung dipindahkan ke tempat lebih aman, lemari kaca.

Sudah amankah kondisi rumah? Berhentikah terror si tikus?

Upsss...ternyata tidak!!

Mendapati dirinya kesulitan mendapatkan makanan di dapur, si tikus mengalihkan perhatiannya ke ruang tengah, yg notabene menjadi ruang makan. Seperti sebelumnya, si tikus menggerogoti bagian bawah pintu penghubung dapur - ruang tengah.

Untuk aksinya kali ini, kami tidak menemukan jejak bekas gigitan, hingga satu pagi, kami dapati beberapa makanan yg dibungkus, sudah terkoyak!!!aarrgghh...!

Aksi seperti ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja! Bisa penyakitan kami jika si tikus sudah dengan seenaknya hilir mudik ke ruang tengah untuk menyikat makanan.

Wify akhirnya membeli sebuah racun tikus. Saat aku perhatikan racun tikus itu ternyata bentuk batangan seperti coklat. Sorry, tidak sempat ambil skrinsut! Namun, ternyata racun tikus ini tidak mempan! Padahal 1 bungkus racun sudah dia makan! Nampaknya dia menganggap racun tikus ini sebagai cemilan, terbukti dengan aksi berikutnya, menyikat tepung terigu yg lupa kami simpan di tempat yg aman.

Tindakan kami berikutnya membeli racun tikus (lagi), yakni D*RA. Yak, nama racun tikus ini mirip dengan DORAEMON. Sebenarnya kami tidak yakin bahwa racun tikus merupakan senjata yg ampuh, tapi apa daya, kami tidak temukan tempat menjual perangkap tikus yg terbuat dari kawat, sehingga racun merupakan satu2nya ikhtiar yg bisa kami lakukan.

Sekitar 2 hari lalu, kami taburkan si D*RA ini. Kami campurkan dengan tepung terigu dan beberapa makanan lain yg pernah disikat si tikus.

Dan, akhirnya...!!!

Sabtu siang, usai menonton manusia setrikaan Iron Man, saat masuk rumah, aku mencium bau tikus! Ketika kami cari hingga ruang tengah, tidak ada bayangan tikus melintas. Ini aneh, karena biasanya jika rumah kami tinggalkan 1 jam saja, ada bekas tikus pernah masuk ke ruang tengah.

Saat aku menyimpan jaket, mendadak Wify berteriak dari arah dapur! Ternyata Wify menemukan si tikus di pojok dapur. Si tikus kayanya sedang bengong. Saat Wify teriak,"Hooyy...!!" Si tikus terperanjat kaget. Rupanya racun D*RA sudah bekerja. Tahap awal, rusaknya penglihatan si tikus, menjadi indikasi. Kami yakin mata si tikus sudah mulai kacau karena dia tidak menyadari kehadiran kami. Biasanya, selama ini, jika kami datang, meski dari jarak yg cukup jauh, dia sudah lari tunggang langgang. Namun kali ini, setelah diteriaki, barulah dia ngeh akan hadirnya kami.

Walhasil, dimulailah aksi balas dendam!

Bersenjatakan tongkat kayu dan sapu, kami berdua langsung mengejar dan menggebuki si tikus, yg lumayan gede! Besarnya lebih kurang 30 cm dengan sosok mirip anak kucing yg sudah beranjak dewasa! Walhasil, meski beberapa kali pukulan sapu mendarat di tubuhnya, si tikus, dengan susah payah karena matanya sudah mulai rusak, masih berusaha kabur.

Wify menutup pintu2 lain, sehingga ramailah kami berdua di dapur untuk menggempur si tikus ini!! Teriakan yg menggelegar dari kami berdua membuat aksi balas dendam ini kian ramai saja! Terlebih usaha si tikus untuk kembali masuk ke kamar mandi, berhasil Wify gagalkan, dengan menyimpan sebuah botol di lubang.

Sialnya, kami lupa menutup pintu ke ruang tengah, usai Wify dari ruang tengah. Walhasil si tikus sempat masuk ke ruang tengah. Dan kami berdua, dengan keramaian mengalahkan pasar setempat, berusaha mengusir si tikus kembali ke dapur, dan....BERHASIL!!joget2

Akhirnya kami biarkan dulu si tikus. Bukan apa2, biarkan dia mati dengan tenang, daripada digebukin dg sapu, yg malah membuat dia makin menderita. Kami tinggalkan rumah, untuk pergi jalan2 dulu.

Usai Isya, kami pulang. Masih mendapati si tikus berkeliaran, dg langkah yg kian gontai. Yg masih membuat kami penasaran, bau busuk (got?) darimana yg demikian tajam? Tikus belum mati masa sudah mengeluarkan bau sedemikian memualkan?

Ternyata, setelah diamati dg seksama, ada 1 bangkai tikus yg sudah kaku di bawah jemuran handuk! Pantas saja ada bau yg demikian menyengat. Ukurannya hampir sama dg tikus yg sudah teler...hampir 30 cm. Lihat saja fotonya di samping ini!

Akhirnya Wify menegaskan bahwa kedua tikus ini sudah mesti dikeluarkan malam itu juga! Bukan apa2, Wify ndak bisa masak kalo bau busuk ini terus bercokol di dapur. Walhasil, kami berdua kembali sibuk mengejar2 dan menggebuki tikus yg malang itu!! Alangkah nasibmu, kus...kus...mati belum, babak belur udah pasti!!nyengir

Sementara Wify sibuk nggebuki tikus, aku memasukkan si bangkai tikus ke dalam tas kresek. Selanjutnya aku menyusul Wify untuk memasukkan si tikus teler ke dalam tas kresek. Bukan hal yg mudah untuk melakukan ini. Selain bau yg demikian mual, ada metode yg tidak tepat untuk memasukkan si tikus ke dalam kresek.melet

Akhirnya Wify, dengan menggunakan pengki, berhasil membuat si tikus teler masuk ke dalam kresek. Dan, huplaaa...aku langsung angkat tas kresek itu. BUSEEEEEEEEEETTTTTTTTTTT...!! Lumayan berat lho 2 tikus ini! Aku perkirakan hampir 2 kg!

Semula hendak kami buang ke got/saluran pembuangan di depan rumah. Tapi, rencana itu dibatalkan, karena kami khawatir bangkai tikus ini akan membuat saluran pembuangan menjadi mampet. Walhasil, aku berjalan 1 km ke arah sungai untuk membuang kedua bangkai tikus ini.

Sepanjang perjalanan, banyak orang heran melihatku berjalan membawa tongkat dengan tas kresek (berisi 2 bangkai tikus) di ujungnya. Untungnya mereka ndak nanya...bisa berabe aku kalo ditanya2. Saat melewat ke tukang sate dan tukang sop, sempat kepikiran untuk memberikan 2 daging ini ke mereka. Namun pikiran busuk ini aku buang jauh2...Husss..tidak baik menggoda mereka dg sesuatu yg busuk!! Bisa ditonjok orang sekampung lho!!hwadzigh Hhihih...hee hee

Alhamdulillah, tak disangka, kami berhasil membunuh 2 tikus sekaligus. So far, rumah kontrakan kembali tenang. Sementara itu, racun D*RA tetap kami simpan di dapur, kalo2 ada tikus 'nyasar' yg masuk rumah dan memakan racun ini, kan enak...tinggal nunggu bangkainya tergolek, lalu buang ke sungai.

Ahhh...yg jelas, mulai malam itu kami bisa tidur dg lebih tenaaaaannnggggg....tidur