Seminggu menjelang pengumuman kenaikan harga BBM, aku sempat saksikan di TV7 sebuah berita tentang usaha masyarakat untuk mencari bahan bakar alternatif, sebagai upaya menekan pengeluaran yg akan timbul pasca kenaikan harga BBM. Dalam salah satu metode bahan bakar alternatif, terdapat 1 hal yg membuatku tertawa terbahak-bahak.

Apa pasal?

Bahan bakar alternatif yg ditampilkan adalah bahan bakar dengan menggunakan serbuk gergaji. Aku lupa di daerah mana metode ini diterapkan, seingatku di daerah Jawa Tengah. Dalam tayangan itu, seorang ibu memasukkan serbuk gergaji ke dalam tungku (kompor?) sebelum akhirnya mereka memulai memasak.

Lantas apa yg membuatku tertawa?

Aku tertawa karena aku punya pikiran seperti ini. Ok, katakanlah serbuk gergaji bisa menjadi bahan bakar alternatif. Namun, aku yakin jumlahnya terbatas. Jika kampung/daerah itu memang bisa memasok serbuk gergaji dalam jumlah yg besar, its ok. Barangkali warga daerah itu bekerja di penggergajian kayu.

Tapi, jika serbuk gergaji itu ternyata sulit diperoleh, lantas apa bedanya dg bahan bakar biasa? Usai serbuk gergaji habis, lantas si ibu mesti masak dg apa donk? Apa mesti menggergaji kayu2 di rumahnya untuk mendapatkan serbuk gergaji?nyengir

Jadi, jangan sembarangan menawarkan bahan bakar alternatif ya? Ntar kalo salah langkah yaaa...apes doonkkk...xxixixi...