Ya ya ya...ini artikel sedikit basi, karena sebenarnya 'demam' Axis sudah terjadi sejak sebulan lalu. Aku sudah melihat banyak spanduk dan iklan2 Axis lebih kurang 1 bulan lalu di daerah Mega Kuningan. Sebenarnya aku tidak terlalu peduli, karena aku sendiri cenderung untuk malas mengganti no seluler yg aku miliki saat ini.

Toh, itu tidak membuatku untuk tidak menulis artikel ini, terlebih setelah aku dapatkan informasi mengenai siapa investornya.

Yak...ternyata investor Axis sedikit 'aneh'. Jika kita perhatikan investor2 operator yg ada, Excelcom = Malaysia, Telkomsel & Indosat = Singapura, maka Axis = Arab Saudi. Hmm...menarik bukan? Ternyata investor2 dari dunia Arab sana mulai melihat Indonesia sebagai pangsa pasar yg cukup menjanjikan.

Harga yg ditawarkan memang cukup kompetitif, terutama untuk SMS-nya. Sementara untuk biaya percakapan, aku lihat masih relatif mahal dibandingkan dengan operator lain. Perbedaannya, Axis tidak mencantumkan syarat dan ketentuan apapun...setidaknya itu yg aku lihat di iklan2.siyul2

Oya..sebenarnya tag yg tepat untuk Axis bukan BAIK karena investornya dari Arab. Bahkan tokoh iklannya juga kurang mengena. Menurutku, yg paling tepat adalah seorang perempuan yg sedang menari perut seraya menjunjung papan bertuliskan "AXIS? THAYYIB...THAYYIB..." mungkin lebih cocok...!!ngakak guling2 *ngakak sambil kabur dari kejaran fans Axis...*