Minggu sore, aku dan Wify akhirnya berkesempatan untuk menonton film The Tarix Jabrix, sebuah film komedi yang dibintangi oleh beberapa artis cukup terkenal. Katakanlah Carissa Putri (Ayat-ayat Cinta), Francine Roosenda (eXtra Large), kemudian ada Joe Project Pop, Iga Mawarni, Candil "Seurieus", dan yg lainnya.

Tokoh utama dari film ini adalah 5 sekawan dari SMA Jayagiri (lokasi di Bandung), Caca Sutarya (dijuluki Cacing gara2 anunya segede cacing...ups, spoiler), si kembar Coki & Ciko, Mulder (Mulyana Drajat), dan Dadang. Nama asli dari para personil The Changcuters bisa dilihat di sini.

Awal cerita, kita akan disuguhi kisah si Cacing yg ingin menjadi anggota geng motor "Road Devils" yg dipimpin Eddy Brokoli. Kita akan terkekeh-kekeh, bahkan terbahak-bahak melihat kisah perjuangan si Cacing untuk menjadi anggota RD, yg berujung dengan...ah, tonton sendiri deh!xixixi..

Dilanjutkan dengan cerita 4 personil lain tentang latar belakang kehidupan mereka, terutama yg berhubungan dengan motor, sebelum mereka bergabung menjadi anggota The Tarix Jabrix.

Akan terlalu panjang jika aku ceritakan satu persatu di sini, namun film dengan durasi 1,5 jam ini TIDAK PANTAS UNTUK DILEWATKAN!! ALIAS WAJIB NONTON!!

Apa pasal?
1. Dari sisi cerita, film ini layak diacungi jempol. Tutur dan alur berjalan dengan baik. NYARIS tidak ada cacat dalam film ini kecuali 2 hal, yakni yg pertama lokasi sekolah dan rumah Kalista yg TIDAK JELAS! Jika dugaanku benar, sekolah dan rumah Kalista berlokasi di Bandung Utara. Tapi kenapa mesti 'jalan2' dulu ke jalan Asia Afrika, Braga, dst? Yg kedua mengenai UJIAN SIM. Hmmm..apa benar si Coki (eh atau Ciko) berhasil mendapatkan SIM C dg cara yg benar? Atau masih ada trik2 khusus seperti di artikel2ku tentang pembuatan SIM C?entahlah...

2. Film ini punya sisi positif (pesan moral yg baik). Seperti kita ketahui bersama, beberapa waktu lalu kasus geng motor sempat meresahkan warga Bandung (baca di sini untuk kisah temanku yg sempat menjadi geng motor). Nah, di film ini, The Tarix Jabrix mengajak generasi muda (terutama di Bandung), bahwa untuk menjadi geng motor tidak mesti dengan melanggar lalu lintas atau bahkan meresahkan masyarakat. The Tarix Jabrix malah mempunyai motto untuk menjadi geng motor yg TIDAK MELANGGAR LALU LINTAS, TIDAK MERESAHKAN MASYARAKAT (atau sejenis itu deh), DAN MENGHORMATI ORANG TUA!!ngakak guling2

Tapi serius lho, meski ini sekedar film, metode penyampaiannya cukup efektif. Selain tidak menggurui, film ini juga mencontohkan seperti apa sih geng motor yg 'baik' itu. Hal lain, film ini tidak banyak mengumbar kata2 kotor seperti film Radit dan Jani.

Hanya saja, setidaknya masih ada 2 hal, yg menurutku ada pesan 'tidak baik' dalam film ini. Yang pertama, asap knalpot yg berlebihan (nampaknya urusan knalpot ini mesti mulai diperhatikan pak polisi deh). Yang kedua, cara mengendara yg (menurutku) ugal2an. Oke, sebagai geng motor mereka boleh berekspresi di jalanan. Tapi di beberapa adegan, cara mengendara yg ugal2an membuatku malah khawatir menjadi contoh buruk.
3. Bagi yg pernah tinggal di Bandung, kerinduan akan kota Bandung sedikit banyak akan terpuaskan di sini. Banyak sekali suasana2 dan jalan2 di Bandung yg begitu kurindukan (ceileeee..).

4. Ada hadiah sepeda motor bagi para penonton film The Tarix Jabrix inimata duitan. Informasinya? Silakan klik saja gambar di samping ini ya?!

Hal yg mengejutkan dan menggelikan adalah saat Hanung tampil di sebuah adegan. Yak, Hanung, sang produser, muncul sebagai pelanggan di bengkel Sugema. Dan dia dianggap Saiful Jamil oleh Mayang.ngakak guling2

Salah satu adegan yg menggelikan dan membuat banyak penonton terbahak-bahak adalah ketika The Tarix Jabrix mempraktikkan motto mereka, untuk membantu yg lemah. Ketika ada nenek2 yg hendak menyebrang, mereka sudah berhenti di tempat yg 'aman', kemudian dengan sabar menunggu nenek2 itu menyebrang. Saking ingin membantu, mereka akhirnya menggendong si nenek dan 'menyimpannya' di seberang jalan.ngakak guling2

Salah satu lagu The Changcuters, Racun Dunia, juga sempat dinyanyikan di film ini.

Aku memberikan nilai 8,5 bagi film ini. So, tunggu apalagi? Segera ke bioskop terdekat dan nikmati adegan2 yg tertayang!