Lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Itu adalah sebuah peribahasa yg seringkali kita dengar, terutama bagi anda2 yg cukup jadul dan mengalami masa2 sekolah dasar di tahun 1970-1980an.

Inti dari peribahasa di atas adalah, tiap daerah mempunyai kebiasaan dan adat istiadat yg berbeda-beda.

Nah, terkait dengan hal di atas, anda mungkin bisa sedikit banyak melihat benang merah antara judul dengan peribahasa. Hmmm..masih belum melihat benang merahnya? Ok, aku akan cerita.

Seperti kita ketahui, sejak krismon, banyak sekali pengamen dan pengemis jalanan, terutama anak-anak kecil, yg bersliweran di perempatan2 lampu merah. Dan aku, sesuai dengan prinsipku, melihat2 dulu para pengemis dan pengamen, sebelum memberi sedekah.

Salah satu hal yg harus diperhatikan sebelum memberi adalah, LIHAT LOKASI. Maksudku, pengemis/pengamen di Bandung, walau diberi 100, mereka tetap senyum dan mengucapkan terima kasih. Sementara di Jakarta, uang bernilai 500 adalah nilai minimum.

Apa yg akan terjadi jika 'salah beri'? Maksudnya, kita memberi 500 saat di Bandung, dan memberi 100 saat di Jakarta?mikir

Aku pernah mengalami dan melihat apa yg terjadi jika kita 'salah' memposisikan dan bersikap. Alkisah, beberapa tahun lalu, sebelum aku pindah ke Jakarta, aku dan temanku pergi ke Jakarta. Aku agak lupa keperluan kami berdua pergi ke Jakarta, yg jelas kami mesti mencari sebuah alamat.

Sialnya, tidak ada seorangpun dari kami berdua yg (saat itu) tahu jalanan Jakarta. Walhasil, kami berdua nyasar. Saat tiba di sebuah perempatan, aku lupa2 ingat, antara daerah Senin dan Pancoran. Seorang anak kecil muncul di samping mobil, biasa...ngamen. Usai menyanyi, aku beri dia 100, lha wong masih pakai standar Bandung.

Eh, dianya protes. "Kok cuma cepe om? Gope donk!" demikian protesnya. (saat itu) Aku jelas keki gara2 diprotes pengamen. Masih untung dikasih, demikian pikirku. "Gope darimana, nTong?" balasku.

Si pengamen kecil itupun akhirnya pasrah. Menjelang dia pergi, temanku manggil dia. Ternyata temanku nanya alamat yg hendak kami tuju. "Oh, deket om...tinggal lurus, ntar belok kiri." demikian penjelasan si 'enTong' kecil.

Berhubung saat itu aku yg memegang kemudi, akhirnya aku ikuti petunjuk si enTong itu. Jalan lurus, kemudian di satu ruas jalan, kami belok kiri. Lho...kok bukan jalan yg kami cari? Bwahahaha...aku langsung ngakak. Rupanya kami dikerjain oleh si pengamen kecil, gara2 dia keki cuma dikasih 100.

Pelajaran moral pertama: memberi 100 pada pengamen jalanan di Jakarta, akan membuat anda nyasar (disasarkan, tepatnya)!!ngakak guling2

Sementara itu, untuk peristiwa kedua, aku tidak berstatus sebagai pelaku. Hanya menjadi pengamat. Jadi begini ceritanya.

Satu waktu, aku sedang membonceng Wify, naik motor. Di sebuah perempatan, di depanku, berhenti sepasang kekasih. Karena mereka berada di depanku, otomatis para pengamen/pengemis lebih dahulu mendatangi mereka.

Seorang pengemis kecil menghampiri si wanita (yg dibonceng). Aku melihat, si wanita itu memberi uang 500 kepada pengemis kecil itu. Si pengemis kecil kemudian pergi...namun, tak berapa lama kemudian, lebih dari 5 orang pengemis kecil menghampiri si wanita itu.

Nampaknya, si pengemis kecil yg mendapat 500 memberitahukan bahwa ada 'dermawati' yg memberi 500. Otomatis para pengemis kecil lainnya tidak mau ketinggalan untuk mendapat 'rejeki'. Walhasil, berbondong-bondong mereka menghampiri pasangan muda tersebut.

Nah, kini giliran si wanita yg kewalahan. 'Salahnya', dia sempat memberi 500 kepada beberapa pengemis kecil, yg membuat para pengemis kecil kian bertambah. Jika aku tidak salah hitung, jumlahnya kian banyak, sekitar 10-15 orang.

Akhirnya si wanita itu sadar untuk tidak memberi lagi uang. Namun itu sudah terlambat. Anak2 kecil, laki2 dan perempuan, langsung merengek2 seraya menengadahkan tangannya kepada si wanita. Ketika mereka ditolak, mereka bukannya bubar, malah mulai menarik2 tangan si wanita. Yg lebih kurang aja lagi, DARI BELAKANG ADA YG MENARIK2 CELANA SI WANITA!!ngakak guling2

Keruan saja si wanita marah! Dia langsung membentaki para pengemis kecil itu. Dan pada saat itu, lampu lalu lintas berubah warna menjadi hijau, artinya para pemakai kendaraan bisa melanjutkan perjalanan mereka.

Pelajaran moral kedua: memberi 500 kepada pengemis jalanan di Bandung, akan membahayakan kondisi si perempuan, karena celananya akan ditarik2!ngakak guling2

So, berdasar 2 ceritaku di atas, jangan sampai salah memberi ya!!nyengir