Artikel ini memang lumayan terlambat, sekitar 1 minggu. Penyebabnya, yaaa..apalagi kalo bukan sibuk, sehingga aku tidak punya waktu yg cukup untuk menulis artikel ini. Artikel2 lain, yg anda baca selama seminggu ini sebenarnya hasil 'tabungan'.

Ok..kita langsung saja menuju catatanku, usai bertemu dan diskusi dengan pak Menkominfo, M Nuh, minggu lalu.

Semuanya dimulai dari usulan bung Romi yg mengajak beberapa blogger untuk hadir dalam acara diskusi dengan Menkominfo. Tentu saja aku tidak sia2kan kesempatan seperti ini. Bukan masalah bertemu dg pak Menkominfo atau ingin jadi beken, tapi mendengarkan penjelasan secara langsung dari pak Menkominfo, merupakan satu kesempatan yg tidak boleh dilewatkan.

Kebetulan, aku bertugas di daerah Thamrin. So, usai jam kerja, aku BERJALAN KAKI ke gedung Depkominfo. HAH, BERJALAN KAKI? Yap...jalan kaki. Masalahnya, jaraknya aku pikir cukup dekat. Aku hitung waktu yg dibutuhkan, hmmm...ternyata 15 menit-an jalan kaki dari daerah Thamrin ke gedung Depkominfo.

Tapi...

Ternyata capenyaaaa...buset deh...!!whew! Ngos2an banget aku saat tiba di Depkominfo. Penyebabnya apalagi kalo bukan laptop yg lumayan berat dan udara Jakarta yg sudah sedemikian 'rusak'.sedih

Jam masih menunjukkan pukul 17.45 WIB. Hmmm...masih 1 jam lebih menuju waktu pertemuan yg telah disetujui. Cari makanan (buat ngemil), aku menuju ke jl Abdul Muis (tepat di belakang gedung Depkominfo). Seporsi baso tahu dan 2 botol teh botol langsung tandas seketika.

Ngontak Dodi, wartawan KoTe, ternyata dia masih dalam perjalanan. Ya sudah, akhirnya aku sholat magrib, lalu bergegas masuk. Ternyata acara diskusi ini sudah diinformasikan ke para satuan pengaman. Mereka langsung menunjuk lift menuju lantai 7, sebagai tanda bahwa lokasi diskusi akan diadakan di sana.

Aku masih sendirian, lalu datang bung Romi. Ternyata bung Romi ini sudah beken di kalangan dunia IT, termasuk di Depkominfo. Terbukti, beberapa staf ahli menteri mengajak bung Romi (dan rombongan) masuk ke sebuah ruang, yg belakangan aku ketahui, ruang kerja para staf ahli itu. Ndak mau ketinggalan, aku ikut menyelusup masuk, sok kenal sok dekat deh, xixixix...hee hee

Sempat diskusi ringan dengan para staf ahli menteri tersebut, sebelum akhirnya kami berangkat ke ruang tempat diskusi dilakukan.

Mencari-cari posisi yg enak dan nyaman, aku pilih kursi di depan. Selain agar bisa fokus, aku tidak akan repot jika hendak bertanya, karena sudah ada media untuk melontarkan pendapat.

Duduk anteng selama 10 menit, akhirnya pak Menkominfo datang. Beliau menyalami (semua?) peserta diskusi, termasuk aku.

Q:"Eh, deg2an ga sih salaman dg menteri?"
A:"Ah, biasa aja...menteri juga manusia kok, ixixi.."


Akhirnya dimulailah diskusi. Aku perhatikan, sebelum dimulai diskusi, banyak sekali sesi pemotretan dan cekikikan. Belum lagi yg membuka laptop masing2. Yaa...pokoknya cukup 'sibuk' sendiri lah.

Toh, akhirnya suasana menjadi tenang ketika pak Nuh membuka acara diskusi.

Aku sempat merekam pembicaraan pak Nuh, namun ternyata tidak full. Setelah 30 menit, mendadak hp-ku mati!!! Bah, ternyata baterenya sudah habis! Nasib...nasib...

Ya sudah, akhirnya aku sempat ketik beberapa hal yg bisa aku tangkap. Tidak terlalu singkat dan tidak detail, karena aku hanya tangkap garis besarnya saja.

UU ITE mempunyai celah namun merupakan produk optimum (pada saat ini) yg bisa dimanfaatkan untuk payung hukum yg diperlukan dalam masyarakat. Tidak tertutup kemungkinan, UU ini akan diperbaharui dalam rangka penyempurnaan.

Tidak ada ICT society kiri-kanan, positif-negatif, dst. Tujuan dari ict society adalah untuk membangun bangsa, bukan untuk memecah belah.

Beberapa informasi yg hendak disampaikan:
1. Terkait dengan situs porno (situs negatif)
Keluhan dari masyarakat menjadi pertimbangan utama.
'Pemberantasan' situs porno terkait dengan keinginan pemerintah dalam rangka menyebarluaskan internet ke daerah2, terutama dalam rangka pendidikan. Efek samping, jika situs porno tidak 'diberangus' maka pemerintah ikut menyebarkan virus2 (versi norma yg berlaku).

Yg dilakukan: minimizing.

Saran efektif/tidak penutupan situs porno, ditunggu dari tanggapan/saran masyarakat.

1. Penumbuhan kesadaran dari masing2 warga negara.
Diharapkan, saat berinternet, tidak mengakses situs2 porno. UU ITE dan program2 untuk memblokir situs porno merupakan salah satu cara untuk mendidik masyarakat, sebelum akhirnya masyarakat bisa
2. Di kampus, di sekolah, di kantor, yg memiliki network, adminnya ikut bertanggung jawab. Penyalahgunaan fasilitas hendaknya bisa dikurangi.
3. Kerjasama dg ISP. Pertanyaan mengapa situs porno diblok memerlukan jawaban yg gampang2 susah. Ada retorika:
1. untuk membangun bangsa, ditumbuhkan dg situs porno
2. untuk membangun bangsa, ditumbuhkan dg kekerasan

Khusus untuk Fitna, perintah SBY langsung agar film Fitna dihapus dari penyedia2, termasuk mengirim email ke youtube. Metode yg digunakan adalah radioterapi. So, adanya korban akibat radioterapi adalah hal yg wajar.

[sesi tanya jawab]

penanya: Izza(?)
Penjelasan teknis untuk memblok. APJII memberi flag pada tiap situs yg mengandung fitna dan sejenisnya. Cara lain: pengakses Fitna di youtube (dari Indonesia) akan diblok.

Priyadi
Sosialisasi (rancangan)UU bisa dilakukan via blog, untuk mendapatkan masukan dari masyarakat, sebelum akhirnya undang2 tersebut mengalami beberapa revisi (berdasarkan masukan) dan akhirnya disahkan.

[lupa ini sesi apa]

Pornografi bukan hak asasi!
UU ITE tidak hanya pidana, namun juga mengatur transaksi elektronik. Tuntutan UU ITE, apakah bisa mengembalikan nama Indonesia yg sudah dicap sebagai carding atau hal2 yg berkaitan dg hal negatif.

Xenophobi/rasis cap lain untuk bangsa Indonesia.

UU ITE menambah beban polisi, karena MESTI DIBUKTIKAN. Tambahan: dengan sengaja & tanpa hak!! (Sesuatu hal yg luput dari pengamatan.)

Undang2 = kaedah yg berlaku secara normatif pada satu masyarakat.

UU no 36

Spamming = pasal tidak menyenangkan. Pasal 26 ayat 1.

Pasal 55 KUHP.

Boy Avianto:
Counter Fitna dg mengumumkan kepada masyarakat, siapa saja yg bisa membuat film 'tandingan' Fitna. Dengan demikian, masyarakat akan belajar menjadi lebih dewasa. Tidak dengan main blokir begitu saja.


Eh...eh...ternyata Eko sempat memfotoku. Hasilnya? Lihat saja di sebelah kiri ini. Serius banget ya? Sebenarnya itu bukan serius...itu lagi terbengong-bengong saja.ngakak

Sebenarnya banyak sekali yg ingin aku tulis, tapi yaaaa...nampaknya sudah cukup banyak blogger yg menuliskan resumenya. Lagian ini sudah telat seminggu, jadi ndak terlalu asik lagi.

Bagaimanapun, berdiskusi langsung dengan pak Nuh cukup mengasyikkan. Salah satunya, aku jadi tahu bahwa instruksi pak Nuh hanya menutup Youtube, namun entah bagaimana, di lapangan kok malah yg terjadi blokir tidak hanya pada youtube, namun juga multiply, dan situs2 'tak berdosa' lainnya.

Hmmm...nampaknya ada yg 'kreatif' di sini ya?siyul2

Acara berakhir pada pukul 22.00 WIB, dan hujan yg cukup deras membuat aku dan beberapa warga kampung terpaksa berteduh selama beberapa lama sebelum akhirnya bisa pulang.