Beberapa hari lalu, aku mendapat file berisi rekaman suara Roy Suryo (ya, dia lagi...dia lagi..) yg sedang diwawancarai radio El Shinta. Bagi yg penasaran dengan wawancara, tautan filenya bisa dilihat di bagian bawah artikel ini.

Dalam salah satu pernyataannya, Roy Suryo menggolongkan blogger menjadi 2, blogger positif dan blogger negatif. Aku tidak tahu persis kriteria yg digunakan Roy Suryo untuk membedakan seorang blogger sebagai blogger positif atau negatif, tapi jika aku ambil benang merah wawancaranya, maka aku ambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Blogger positif senantiasa mengikuti petunjuk pemerintah. *halah, ini kok jadi mirip jamannya Harmoko, menunggu dan mengikuti petunjuk Bapak Presiden...hahaha..*ngakak
2. Blogger positif adalah mantan wartawan. *wah, repot juga, masa mesti kerja dulu sebagai wartawan baru boleh nge-blog?*whew!
3. Blogger positif tidak boleh membeli bandwidth dari Hongkong atau Singapura. Hal ini dikarenakan akan mempersulit pemerintah untuk memantau traffic internet. *hahaha...gila benerrr...masa kita ga boleh beli barang yg lebih murah dg kualitas lebih bagus? memang penyedia layanan internet di Indonesia bisa kok menyediakan layanan dg harga murah, asal ga sering dikorupsi dan mesti setor2 ke pejabat, hehehe...*
4. (terkait dg poin 4) Bung Onno Purbo adalah blogger negatif, karena lebih memilih menggalakkan rt rw net daripada 'menjual' produk pemerintah. *lho, bung Onno dapat penghargaan dari luar negeri untuk usahanya memasyaratkan internet murah, lha sampeyan itu siapa Roy, sampai berhak mencap kelakuan bung Onno sebagai hal yg 'mempersulit' pemerintah?*whew!
5. Priyadi, Eko, Enda adalah blogger negatif...karena sering menentang kebijakan pemerintah, dan penentangannya ini sering diikuti blogger2 lainnya. *hahaah...ini adalah bagian paling lucu..hahah..*ngakak guling2

Oya, bung Roy Suryo, aku pikir anda tidak perlu membawa-bawa nama ALLOH SWT dalam kasus ini, seperti pernyataan anda,"ALLOH SWT Maha Tahu segalanya..", karena bagiku, membawa2 nama ALLOH SWT dalam hal seperti ini kok malah membuat pemeluk agama Islam (terutama di Indonesia) menjadi nampak begitu tolol. Anda kan sedang diwawancarai secara 'ilmiah', mbok yaaa..gunakan nalar ilmiah anda...JIKA PUNYA!!xixixi...

Menurut pendapat pribadiku, Roy Suryo menggolongkan blogger positif dan negatif dg cara yg simpel kok. BLOGGER POSITIF = JARANG MEMPERMASALAHKAN/MENGKRITISI APALAGI MEMBANTAH PERNYATAAN2 DIA. BLOGGER NEGATIF = YG SERINGKALI BISA MEMATAHKAN ARGUMEN2 DAN PERNYATAAN2 DIA.

Jika karena artikel ini, lantas aku dianggap Roy Suryo sebagai blogger negatif, so emangnya gw egepe? Emangnya situ siapa?melet

Sayangnya, hingga saat ini belum ada tokoh IT yg berani 'menandingi' dia dalam memberikan pernyataan2 di depan media. Seperti pernah aku singgung sebelumnya (cari sendiri artikelnya di blog ini ya?), belum ada tim public relations yg cukup memadai untuk bisa menjadi 'speaker' ke media2.

Akibatnya jelas, seperti yg terdengar di wawancara radio ini, banyak sekali masyarakat awam yg 'terbutakan' dan 'menyembah2' Roy Suryo sebagai dewa penolong dunia internet Indonesia.amppuunn...

Bagi yg penasaran ingin mendengar wawancara Roy Suryo, silakan click di sini. Selamat menikmati wawancaranya, oya, jangan makan dan minum selama mendengar wawancara ini, daripada anda keselek gara2 mendengar statement2 Roy Suryo, hahaha...halah...

*artikel lain ttg Roy Suryo di blog ini, click di sini dan ini*