Usai mendengar dan membaca review tentang buku ini dari berbagai pihak, ditambah sempat menonton tayangannya di Kick Andy, serta rekamannya yg diputar berulangkali di sebuah toko buku, akhirnya aku 'gatal' juga untuk membeli buku ini. Buku yg aku maksud adalah buku "Laskar Pelangi" yg ditulis oleh Andrea Hirata.

Saat aku hendak beli, ternyata ada 2 jenis buku yg ditawarkan. Yang pertama, edisi soft cover dg harga Rp 60ribu. Yang kedua, edisi hard cover dengan harga 2x lipat, Rp 120ribu. Yang membedakan buku yg lebih mahal adalah covernya, yg menampilkan Andrea Hirata (sementara di buku yg lebih murah, yg muncul di cover buku adalah silhouette anak2). Selain itu ada tambahan CD (Compact Disc) yg berisi acara Kick Andy yg menayangkan Andrea Hirata sebagai bintang tamu.

Usai melakukan kalkulasi untung rugi, akhirnya aku beli yg edisi soft cover saja.

Sesampainya di rumah, tanpa buang2 waktu, aku segera mulai membaca buku ini. Komentar awal, yg terlontar dariku, tentang buku ini, singkat saja...
DAHSYAT!!!

Terus terang, usai era "Lima Sekawan", "Pasukan Mau Tahu", "Sapta Siaga", pokoknya karya2 Enid Blyton dan "Trio Detektif" karya Alfred Hitchcock serta karya2 Agatha Christie (dan beberapa karya Sidney Sheldon), aku merasakan keinginan membaca buku berkurang drastis. Entah mengapa, aku merasa buku2 setelah itu, apalagi karya dari Indonesia, tidak ada daya tariknya.

Bahkan Harry Potter, yg menjadi best seller dan mencetak hits sebagai buku terlaris di berbagai pelosok dunia, tidak membuatku tertarik membaca buku. Kelihaian Harry Potter, Hermione, dan Ron dalam mengayunkan tongkat sihir mereka serta aksi2 petualangan mereka sama sekali tidak mamapu membuatku menoleh dan membaca buku HP.

Errr...yg dimaksud dg membaca di sini, aku benar2 membaca tiap detil buku. Yg selama ini aku lakukan, membaca buku HP HANYA DI BUKU TERAKHIRNYA saja. Itupun banyak skip di sana sini. Hanya berniat mencari adegan2 yg seru saja.melet

Kembali ke Laskar Pelangi.

Buku ini membuatku kembali ke masa2 aku begitu menyukai buku. Alur ceritanya yg menarik, deskripsi alam/kondisi sekitar serta penyisipan kata2 yg ok punya, membuat daya imajinasiku muncul kembali. Terlebih lagi buku ini bercerita ttg Indonesia, daerah pulau Timah, eh, Belitong, yg sedikit banyak aku tahu (pernah baca).

Total waktu yg aku butuhkan untuk membaca buku ini hingga tuntas sekitar 4 jam. Itu terpecah menjadi 2 hari, karena yaaa...maklum lah, banyak urusan yg mesti diselesaikan sehingga tidak bisa selesai dalam sehari.

Sedikit spoiler, banyak hal di buku Laskar Pelangi ini yg membuatku tertawa terbahak-bahak, terutama saat Andrea Hirata bercerita tentang tingkah laku teman2nya. Benar2 gila! Kenangan dan kegilaan saat aku masih SD, sedikit banyak muncul kembali dalam ingatanku, membuatku kangen dengan situasi SD (haloooooowww....adakah teman SD-ku yg membaca blog ini ya?heheh...).

Namun demikian, kesedihan juga sempat aku rasakan di beberapa bagian buku ini. Hal yg wajar, senang dan sedih akan selalu beriringan dalam hidup.

Hal yg 'menyebalkan', beberapa ending teman2 si Ikal, sudah bisa terbaca olehku.melet

Namun, serius...usai membaca bagian akhir buku pertama (dari 4 buku) ini, nampaknya aku harus membeli 3 buku lainnya, heheh...karena asyiknya buku ini untuk dibaca. Terlebih dg embel2 "Indonesia's Most Powerful Book", membuatku yakin bahwa melengkapi koleksi buku Andrea Hirata merupakan 'kewajiban'.

Ada yg belum membaca buku ini? Ayo...segera baca, dan nikmati kisah yg ada di dalamnya!!