Hingga saat ini, lebih kurang sudah 8 kali aku mendonorkan darah. Sayangnya, bukti donor darah, berupa kartu donor, tidak aku simpan dengan baik. Hampir tiap 2-3 kali donor, kartu donorku seringkali menghilang tanpa jejak. Walhasil, kartu donorku senantiasa 'baru', seakan-akan aku pertama kali mendonor.

Terus terang, aktivitas donor darah ini membuatku kecanduan. Jika dalam waktu lebih dari 6 bulan aku tidak donor, badanku jadi gimanaaaa gitu. Terasa kurang fit, singkatnya. Dan ini yg terjadi saat ini, sudah lebih dari 1 tahun aku tidak mendonorkan darah. Padahal setahun terakhir ini, berat badanku mengalami kenaikan yg cukup signifikan. Sehingga sudah 'saatnya' aku mendonorkan sebagian darahku ini.

Kebetulan lokasi kerjaku sekarang di Mega Kuningan, dan mal Ambasador mengadakan acara donor darah selama 2 hari, 11-12 Maret 2008. So, aku tidak lewatkan kesempatan ini.

Aku berpartisipasi donor darah pd tgl 12 Maret, karena 11 Maret ada keperluan sehingga tidak bisa hadir (eh, emangnya sapa yg nanya? heheh...). Saat jam istirahat, usai makan siang aku langsung menuju meja pendaftaran. Hmmm...kok ada nomor 635? Oooo...ternyata aku mendapat nomor urut 635.

Wuihhhh...ternyata banyak juga pedonor yg ikut serta. Nah, ternyata di jaman yg sering disebut jaman egois, masih banyak orang Jakarta yg bersedia membantu sesamanya, dengan mendonorkan darah mereka. Dari angka tersebut, aku perkirakan lebih kurang 600 labu (kantung darah) sudah terkumpul. Lumayan deh menurutku, karena biasanya untuk mengumpulkan 100 labu saja sudah cukup sulit.

Usai mendaftar, seperti biasa dilakukan penimbangan badan dan pemeriksaan golongan darah. Pak Satpam dg 'seenaknya' mengatakan beratku 70 kg, padahal timbangan menunjukkan angka 73!! (Ya ALLOH....beratku sudah naik lagi!!!halahcemas)

Ngantrinya cukup lama dari mendaftar ke pemeriksaan golongan darah. Hampir 15 menit. Lalu usai dicek golongan darah, aku pindah ke meja sebelah untuk pemeriksaan tekanan darah. Oya, di acara donor ini, ternyata ada bintang tamu yg diundang untuk memeriahkan. Bintang tamunya adalah grup musik. Aku tidak terlalu hapal grup musik apa saja, yg aku ingat hanya 1 grup musik WALI. Selain itu, ada juga beberapa kuis yg dilontarkan mc kepada para pengunjung mal. So, acara donor darah bener2 meriah...!! *lha wong acaranya juga di mal, mana mungkin ga meriah...*ayolaaahh...

Akhirnya aku mendapat tempat tidur kosong, yg ditunjukkan oleh satpam. Sangat pas sekali, karena posisinya menempatkan tangan kiriku tepat untuk 'disedot' darahnya. Tanpa ba bi bu, aku langsung tiduran, menjulurkan tangan kiri, dan mulai membiarkan mbak dari PMI memegang2 tanganku untuk mencari lokasi nadi darahku.

Oya, si mbak ini galak banget!! Soalnya ketika aku perhatikan si mbak kesulitan menemukan nadi, aku beritahukan bahwa nadinya ada di samping, dia malah menjawab,"Saya sedang cari..!!" Hwalahh...mbak...mbak...kalo galak2, ntar para peserta donor darah pada kabur lho!!siyul2

Usai mencari2, akhirnya ditemukan juga urat darahnya, dan josssss...jarum segede gaban (ini sih hanya hiperbola saja..) masuk ke dalam urat darahku dan darah mulai mengucur dengan deras ke dalam kantung darah. Saat aku sedang 'dihisap', ada ibu2 dari PMI datang dan mencandaiku, "Wah, pasiennya tidur gara2 dengerin musik nih...!" Candaan ini dilontarkan gara2 si ibu mengira aku tertidur, padahal mataku MEMANG SIPIT...BUKAN KARENA NGANTUK!!halah.. Aku hanya tertawa saja mendengar komentar ibu.

Tidak butuh lama untuk membuat kantung darah penuh. Sekitar 15 menit, penuh sudah kantung darah. Dan si mbak, dg sigap, langsung menggunting selang, menggulung kantung darah, dan mencabut jarum dari tanganku. Lalu, dg agak kasar, si mbak mengoleskan kapas beralkohol dan menyuruhku menekan kapas yg diletakkan di atas lukaku. Tujuannya jelas, agar pendarahan segera berhenti. *hahah..pendarahan..kesannya aku mau melahirkan, hahhaha..*

Kayanya si mbak PMI ini sudah cape, karena baru kali ini aku mendapat seorang petugas PMI yg agak2 kasar dan uring2an serta ketus. Cape ya mbak? Resiko kerjaan ateuuuhhh...tapi yaaaaa jangan ngambek gitu donk. Ucapan terima kasihku kayanya dicuekin.geleng2 saja

Aku segera menuju sebuah lokasi untuk menukar kuponku dengan bingkisan. Hmmm...asiiik...donor darah malah dapat bingkisan!!horeee... Hmmm...apa saja yaaa isinya? Nanti saja aku buka deh. Sekarang saatnya makan hidangan 'wajib' yg disediakan PMI, yakni indomie rebus dan susu coklat.ngiler

Ternyata ada petugas yg akan mengantarkan indomie rebus dan susu coklat, aku diminta mereka untuk duduk saja di meja, menunggu hidangan datang. So, aku segera menuju ujung meja, untuk duduk.

Ketika meletakkan bingkisan di atas meja, tidak sengaja pandanganku tertuju pada tangan kiriku, tempat penghisapan darah dilakukan. Dan....YA ALLOH...darah segar mengalir dg cukup deras dari lubang bekas darah ditransfer!!! Sayang sekali aku tidak sempat mengambil skrinsut aliran darah yg mengalir, karena seorang petugas segera menghampiriku dan membimbingku. Mungkin yg bersangkutan mengira aku akan pingsan melihat darah mengalir.

Terus terang, saat itu aku langsung teringat dengan pengalaman donor darahku, saat ada pak Yogi yg pingsan usai melihat darah muncrat dari bekas donor, PERSIS SEPERTI YG AKU ALAMI!! Untungnya, aku tidak pingsan karena terus terang (alhamdulillah) aku terbiasa melihat darah, terutama ini darahku sendiri.

Aku sendiri berpikir cukup tenang, hanya sedikit kaget ketika melihat darahku mengalir, eh, mengucur. Sesaat sebelum ada petugas yg membimbingku, aku sempat memperhatikan bahwa tensoplast yg menutup luka bekas donor TIDAK RAPAT!! Ternyata si MBAK PETUGAS PMI BERBUAT CEROBOH!!whew!

Darah yg mengucur, sekali lagi, cukup deras. Mirip dg kondisi darah yg mengucur dari leher ayam yg baru dipotong...errr...tapi ga sederas itu sih, heheh..

Aku dibimbing oleh petugas PMI kembali ke tempat tidur. Kali ini mbak (atau ibu ya?) berjilbab yg menanganiku. Nah, kali ini petugasnya cukup telaten dan sabar. Dia bersihkan darah yg mengucur, kemudian dia olesi tanganku dengan kapas beralkohol, membersihkan bekas darah. Kemudian dia berulangkali membersihkan luka bekas donor, sebelum akhirnya dia memasang lagi tensoplast. Kali ini dia memasang dg 'pas', setelah sebelumnya dia memperhatikan lubang bekas jarum. Tentu saja, agar tidak ada lagi kebocoran untuk kali keduanya.

Usai dibersihkan, aku kembali ke meja. Rupanya mejanya sudah ditutup dg tissue yg cukup banyak. Hal ini bisa dimaklumi, karena seperti aku sebut di atas, darah yg mengucur cukup deras.

Tanpa menghiraukan bekas darahku di atas meja, aku langsung menyantap mie rebus dan susu coklat. Seraya makan, aku berpikir bahwa aku cukup beruntung tidak shock saat melihat darahku mengucur tadi. Setidaknya, jika shock maka akan muncul rasa panik dan ujungnya bisa seperti kasus pak Yogi.

Selesai menghabiskan makanan, aku kembali ke client. Diiringi ucapan terima kasih dari petugas PMI, aku segera keluar dari mal Ambassador seraya 'bersiaga' agar jangan sampai terjadi kebocoran lagi.

Saat tiba di client, aku segera melihat apa isi bungkusan yg aku dapatkan. Ok...mari kita perhatikan. Pertama...majalah. Tapi, tunggu...KOK AKU DAPAT MAJALAH WANITA? ASEMMM...!!!d'oh Berikutnya...PEMBALUT WANITA!!! YA ALLOH...AMPYUUUNN DIYEEEHHH....MASA NGASIH BINGKISAN KOK NDAK DILIHAT JENIS KELAMINNYA YA?!geleng2 kepala Item berikutnya, PIN BIRU...hmm...it's ok. Kemudian ballpoint, UC 1000, MINYAK TELON (wah..cocok buat si little I, heheh..), dan terakhir madu Joybee.

Secara keseluruhan, isi bingkisan tidak buruk, kecuali 2 benda 'perempuan' yg nyasar. Dan ternyata pemberi bingkisannya memang agak error, tidak mencek antara isi bingkisan dan penerima. Hal ini aku yakini, karena ada teman kerja, perempuan, mereka malah dapat majalah tentang Formula 1!ngakak

So, ini adalah akhir cerita dari tragedi donor darah. Benar2 kejadian yg tidak terlupakan. Kocak, sebal, kesal, lucu (aneh ya, masa darah ngucur dibilang lucu?) semuanya bercampur jadi satu.

Lalu, apakah aku kapok untuk donor darah? Insya ALLOH tidak...setidaknya 3 bulan mendatang, jika sesuai jadwal, akan dilakukan lagi donor darah di mal Ambassador. Jika tidak ada halangan aku akan hadir.

Sampai jumpa...!!