Aku mengenal air tajin sejak SD. Kedua orang tuaku yg memberitahukan manfaat air tajin, yakni sebagai pengganti ASI alias air susu ibu. Buat yg belum tahu, air tajin adalah air bekas tanakan nasi. Air tajin hanya ada jika kita menanak nasi dengan cara tradisional, bukan menanak nasi dengan menggunakan rice cooker seperti saat ini.

Nah, air tajin ini sering dimanfaatkan untuk menggantikan ASI (terutama jaman dahulu kala) karena air tajin dianggap mempunyai kualitas yg mirip dengan ASI. Aku sendiri mencari informasi hasil penelitian yg mendukung 'mitos' ini, namun hingga saat ini, rasa2nya tidak ada (atau aku yg belum tahu) hasil penelitian yg cukup valid.

Belakangan ini penggunaan air tajin sebagai pengganti ASI, sudah mulai dipertanyakan dan digugat. Penyebabnya kualitas beras yg ada sekarang dianggap tidak layak, karena beras sekarang mengandung zat kimia, berupa pemutih dan pestisida. Walhasil, jika beras ini ditanak, sedikit atau banyak air tajinnya akan mengandung zat kimia juga. Jika diminum, jelas akan membahayakan kesehatan si balita.

Solusi yg bisa ditawarkan untuk mengganti air tajin adalah dengan memberikan air sari kacang hijau. Sementara untuk susu formula, tidak disarankan, terutama karena belakangan ini susu formula sendiri sedang dianggap bermasalah karena mengandung bakteri yg membahayakan kesehatan balita.

Phew...ternyata jadi balita di jaman sekarang susah juga yaaaa??seteres deeeehhh...!

*nb: mudah2an blog ini ga kena razia FPI, karena foto di kanan atas itu, hihihi...*