Pemda DKI Jakarta rupanya gerah juga dengan para pengguna jalanan yg kerap menyelinap dan 'mencuri' jalur busway. Kegerahan ini terutama dikarenakan turunnya pengguna busway, yg disebabkan para pengguna busway ini kesal, mereka sudah membayar lebih mahal tapi kenyamanan dan jadwal perjalanan mereka (dg busway) masih lumayan lama.

Aku sendiri menganggap diriku bukan pelanggar, jika menggunakan jalur busway dianggap sebagai pelanggaran. Mudah saja, aku baru 'berani' masuk ke jalur busway jika ada polisi/pihak dllajr yg membolehkan (bahkan menyuruh) para pengguna jalanan untuk masuk, sebagai upaya mengurangi kemacetan yg terjadi (terutama di daerah Mampang). *ah...lesyan, heheh...*

Nah, sejak kemarin pagi, rupanya sudah mulai diberlakukan penertiban kembali jalur busway. Secara resmi, para pengguna jalanan DILARANG memasuki/memanfaatkan jalur busway. Itu sebabnya aku sempat heran, mengapa kemarin pagi jalur busway begitu lengang.

Hanya saja, nampaknya terjadi 'bentrok' dan adu pendapat antara pemda DKI Jakarta dan pihak Polda. Hal ini dikarenakan Dirlantas Polda Kombes Djoko Susilo menyatakan bahwa berdasarkan UU Lalu Lintas, kendaraan lain dimungkinkan melewati jalur busway jika kondisi mendesak, seperti adanya banjir atau kemacetan parah.

Lho...lho...lho...jadi, ucapan siapa yg mesti dipegang? Para pengguna jalanan nampaknya masih akan berada dalam kebingungan dengan dualisme pendapat ini.ga tau ah!