Free Image Hosting at www.ImageShack.usBeberapa waktu lalu, aku dan Wify menonton film XL. Yap, XL di sini bukanlah operator telekomunikasi yg sering aku kritik di blog ini, tapi XL = eXtra Large, Antara Aku, Kau, dan Mak Erot. Sebuah komedi dari Monty (ya ya ya...die lagi...die lagi...) yang sempat membuat heboh perfilman Indonesia, karena berhasil mengalahkan Nagabonar Jadi 2, dalam hal rekor menyedot jumlah penonton.

Film ini (setahuku) merupakan film pertama Jamie Aditya, seorang anak bangsa Indonesia yg begitu kreatif. Aku sendiri akrab dengan wajahnya terutama saat dia sering muncul di TV sebagai vj MTV. Aksi dan pola tingkahnya benar2 'ancur' abis..benar2 out of box!

Oke, kembali ke film ini...

Film ini menceritakan tiga orang sahabat karib yg sudah demen gila2an sejak mereka masih SMA. Ketiga tokoh kita adalah Deni (Jamie) yg cenderung lebih anteng dari 2 temannya, Stefan (Erron LeBang) yg gairah sexnya meluap-luap sehingga sering menggunakan mobil bokapnya Deni untuk melampiaskan hasrat seksualnya dengan berhubungan sex dengan pe'cun, dan Juno (Alex Abbad) yg super duper kaya dan doyan bertaruh untuk berbagai hal.

Usai menceritakan masa SMA, yg begitu singkat, cerita 'dimajukan' 11 tahun kemudian. Deni mendadak mesti mengawini Vicky (Dewi Sandra) demi membantu keluarganya (ibunya) agar bisa pindah dari Kalimantan kembali ke Jakarta. Padahal si Vicky ini sudah hamil dengan laki2 lain. Kasarnya yaaa...si Deni ngawinin Vicky dg motivasi 'bisnis'.

Berhubung si Vicky ini hyper sex, Deni menjadi khawatir apabila ukuran penisnya, yg kecil, tidak bisa memuaskan Vicky. Stefan dan Juno malah bertaruh bahwa Deni tidak akan menikah (dan memuaskan) Vicky. Taruhannya pun tidak main2, 1 MILIAR!!ah, gila bener!!

Juno, yg tidak mau kalah taruhan dari Stefan, berusaha keras (dg berbagai upaya) agar Deni berhasil. Juno dan Stefan sepakat bahwa cara 'satu2nya' adalah dengan membawa Deni ke Mak Erot agar ukuran penisnya diperbesar (dengan demikian Vicky bisa dipuaskan Deni).

Di sinilah adegan kocak (kian) mengalir. Terlebih dengan akting Sarah Sechan yg mengaku sebagai cucu kedelapan Mak Erot, dengan nama Mak Siat.ngakak guling2

Usai pengobatan tahap 1, Juno 'memaksa' Deni untuk mempraktikkan hasil pengobatan yg diterimanya, dengan me-ngumpul kebo-kan Deni dengan Intan (Francine Roosenda), seorang pe'cun yg disewa selama 1 bulan. Juno berharap, dengan tinggal serumah dg Intan, Deni bisa membuktikan bahwa dirinya siap untuk memuaskan Vicky di hari pernikahan.

Di bagian ini, banyak sekali adegan2 yg hmmm...menurutku terlalu berlebihan. Berlebihan, karena aku yakin film ini banyak ditonton oleh ABG-ABG (dan ini terbukti, pada saat aku mengantri membeli tiket, banyak sekali ABG yg antri untuk menonton).

Oke...sedikit kesampingkan mengenai para ABG, kita kembali ke film ini.

Dasar Deni orangnya 'lurus', dia tidak serta merta mempraktikkan penisnya, yg sudah dirawat Mak Siat, kepada Intan. Dialog2 dan adegan2 yg mengundang tawa (dan terkadang bikin jengah, karena yaaa...begitulah, tonton sendiri, hehehe..).

Di sini, Monty berusaha memasukkan pesan2 sosial (yg menurutku, maaf, basi dan tidak mengena), dengan menampilkan percakapan antara Deni dan Intan, karena Deni begitu 'penasaran' dg latar belakang Intan berkecimpung di dunia pelacuran.

Film ini benar2 dipenuhi dengan sex oriented! Nyaris tidak ada dialog yg tidak melibatkan kata2 yg berbau sex. Wajar saja sih, lha wong ini memang film SEX-KOMEDI. Setidaknya, menurutku, masih lebih baik daripada film Radit dan Jani, yg terlalu mengumbar kata2 vulgar.

Yg bikin kocak juga adalah tingkah laku Stefan, yg benar2 seperti Agus Ringgo dalam film Maafkan Saya Menghamili Istri Anda, yakni seperti pejantan yg kelebihan libido.geleng2 kepala

Adegan yg membuatku cukup ngakak adalah ketika Vicky mengetahui bahwa Intan dan Deni serumah. Vicky tidak marah, bahkan dia tidak keberatan jika Intan dan Deni menikah....ASALKAN DIA BISA IKUTAN...ALIAS THREESOME...!!ngakak guling2

Lalu, berhasilkah Deni memuaskan Vicky? Silakan nonton saja yaaa??

Beberapa catatan mengenai film ini:
1. Film ini, menurutku, TERLALU MENDOMPLENG nama Mak Erot sebagai daya jual. Entahlah, apakah Mak Erot mendapat royalti dari keuntungan film ini? Keterlaluan saja jika Monty tidak membagi rejeki yg dia dapat!! Padahal jika diperhatikan, faktor mak erot tidak terlalu banyak tampil.

2. Adalah hal klise dan basi, menyelipkan nilai2 moral dalam film komedi sex seperti ini. Film komedi yg 'layak' menyelipkan nilai moral, menurutku, barulah Nagabonar Menjadi 2.

3. Terlalu banyak adegan yg menonjolkan buah dada. Ok..ok..aku lelaki normal, tapi apa ndak terlalu berlebihan jika tiap 2-3 menit, muncul buah dada di layar yg segitu lebarnya?geleng2 kepala

4. Mocil muncul kembali...dan ini benar2 membuatku bosan!! Masa dia muncul di banyak film buatan Monty? Atau memang Monty dan Mocil ini ada kesepatakan/kerjasama khusus? Ah, bosen ah...!! Kaya ga ada pemeran lain saja!!

5. Akting Francine serba nanggung...!! Jika dibandingkan dengan akting Fahrani di film Radit dan Jani, aku lebih suka aktingnya Fahrani, karena Fahrani (menurutku) benar2 menjiwai perannya. Masalah pamer body, 22nya sama2 berani lah..meski Fahrani mungkin lebih gila abis! Tapi yg jelas, tidak rugi lho melihat wajah Francine. Lah wong Wify aza sampe komen, si Francine ini cantik banget..!! Memang sih cantik, tapi itu berlaku jika wajahnya cenderung polos (saat ber-kumpul kebo dg Deni). Sementara jika dipoles sana sini, yaa...berkurang lah kecantikannya.melet

6. Akting Jamie emang ok banget. Tapi melihat Jamie memakai baju seragam SMA? Apa ga salah tuh? Sudah kelebihan 13-14 tahun kaleeeee...

7. Lagi2 sex menjadi komoditas. Oke...dibungkus komedi, barangkali bisa 'sedikit' dimaklumi. Tapi jika merujuk ke poin 2 dan 3, bah...kok keliatan polanya ya?

8. Pemeo Mitos bahwa penis besar ~ lambang kepuasan masih dipercaya oleh banyak laki2, tidak hanya di Indonesia, bahkan di hampir seluruh dunia. Padahal, para ahli di bidang seks sudah menyatakan bahwa TEKNIK yg lebih penting. Nampaknya ini efek film blue film ya?

Kesimpulannya? Film XL ini lumayan menghibur. Bisa disetarakan dengan Nagabonar Menjadi 2, meski tidak sama kualitasnya. Oke..oke..jika Nagabonar dapat nilai 8,5, maka XL ini dapat nilai 8,4 lah.siyul2