Beberapa waktu lalu, selama lebih kurang 2 hari, aku 'mengistirahatkan' Red Banzai dan memilih pergi ke kantor dengan menggunakan angkutan umum (metro mini). Selama menikmati perjalanan, yg ternyata jaaauuuuuhhh lebih lama waktunya dibanding bermotor, seraya melihat para pemakai jalan aku banyak mendengar obrolan para penumpang, sopir, kondektur, lalu merenung.

Obrolan yg sering terlontar dari kondektur/sopir adalah keinginan mereka untuk 'seruduk' sana sini, mencari celah agar mereka bisa segera maju. "Kiri...kiri kosong..." seringkali diteriakkan kondektur manakala mereka melihat ada peluang (sekecil apapun) yg bisa (metromini) mereka masuki.

Dan aku sering geleng2 kepala melihat kenekadan sopir metromini, yg benar2 seruduk sana sini. Terlihat olehku, para pemakai jalan, terutama para motoris, yg tidak mau kalah untuk berebut jalan.

Melihat adegan itu, aku jadi merenung dan tersenyum sendiri. Penyebabnya jelas, aku jadi teringat kelakuanku saat mengendarai Red Banzai. Terbawa arus, seruduk sana sini juga...bahkan kadang 'adu nyali' dg sopir metromini dg cara memepet motor ke metromini.cool

Dan ternyata, saat aku tidak mengendarai motor, aku baru kian menyadari bahwa tindakanku saat berkendara seringkali terkadang membahayakan diriku (dan Wify). Itu sebabnya Wify sering diam saja jika aku bonceng. Kata Wify, lebih baik dzikir saja biar ga stres kalo dibonceng.ngakak guling2

Upss..malah jadi ngobrol hal lain...

Kembali ke judul artikel ini.

Contoh yg aku maksud standar ganda di sini adalah masalah jalur busway. Jika kita menjadi penumpang busway, kita akan merasa kesal karena gara2 banyaknya para pemakai jalan yg tidak berhak yg ikut2an ngeloyor di jalur busway. Padahal, kita sudah membayar lebih mahal agar kita bisa segera sampai di tujuan, eh, ini malah jadi ikut tersendat-sendat.

Sementara jika kita jadi motoris ato mobilers, kita seakan tidak berdosa dengan nyelonong ke jalur busway. Bahkan, tidak jarang kita (sesama motoris) saling berpacu seakan-akan jalur busway = jalur balapan. Padahal lebar jalur tidak diperuntukkan untuk balapan. Bayangkan jika adu cepat ini berlangsung saat jalan licin, kemudian salah satu motor slip...dan...ah, sudahlah...

Untungnya aku bukan tukang selonong ke jalur busway, kecuali memang pak polisi/petugas dllajr membolehkan. *ah..lesyaann...* siyul2