Akhirnya, di akhir Januari 2008 kemarin, Red Banzai lunas cicilannya. Cerita tentang nyicil belum kelar, eh, ternyata sudah keduluan dengan lunasnya cicilan, hahaha...ngakak

Free Image Hosting at www.ImageShack.usSudahlah, lupakan tentang cerita cicil menyicil itu. Yg jelas, kartu cicilanku sudah terisi 17 cap, pertanda aku sudah melunasi cicilan selama 17 bulan.cihui

Phew...tidak terasa ya?

Dan Sabtu kemarin, saat aku pulang ke Bandung, aku sempatkan diri untuk mengambil BPKB (Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor) di tempat pencicilan (leasing). Proses pengambilan BPKB tidak sulit. Usai tiba di kantor leasing di daerah Cimahi, aku dipersilakan oleh pihak keamanan untuk masuk ke dalam ruangan untuk menemui pihak yang berwenang.

Pak Wahyu, demikian pihak leasing yg mengurus BPKB, melayaniku tanpa banyak cakap. Kegiatan klak klik mouse dan mencetak beberapa surat dilakukannya, tidak lupa menggosok gigi melakukan pengcekan terhadap kartu cicilan, ktp dan dokumen yang ada di hadapannya.

Selain mengambil BPKB, kepulanganku ke Bandung ini sekaligus minta bantuan ibu mertua untuk mengurus pembayaran pajak kendaraan bermotor, karena saat aku lihat di STNK, ternyata pajak motor si Red Banzai sudah jatuh tempo di bulan September lalu, sekitar 5 bulan lalu. Halah...halah

Hari Selasa pagi, aku sudah terima STNK (asli) dan bukti pembayaran pajak. Saat aku perhatikan, phewww...ternyata aku kena denda yang cukup lumayan 'nendang'. Bayangkan, pajak si Red Banzai 'cuma' Rp 145.000, tapi denda yg mesti aku bayar sebesar Rp 49.750. Itu berarti 34,3% dari pajakku! Wah wah...benar2 'morotin' warga negara nih!!geleng2 Jangan2 ini jadi sarana untuk korupsi...halah...

Ok...ok...aku ngaku salah kalo aku terlambat bayar pajak. Tapi apa perlu denda sampe 30% lebih itu? Gila bener kan?

Terima kasih untuk ibu mertuaku yang sudah membantuku untuk menguruskan pembayaran pajak kendaraan ini.

Dan akhirnya, aku punya wewenang penuh terhadap Red Banzai, cihuiiii....cihui

Nantikan cerita berikutnya, nyicil mobil dan rumah, hihihi...