Membaca berita ini, membuat dadaku merasa sesak. Amarah, kesal, sedih, dan perasaan2 lain bercampur aduk.

Kemana hati nurani para petugas satpol PP yg demikian tega memperlakukan saudara2nya seperti itu? Bagaimana jika di hari tua kelak, mereka menerima perlakuan yg sama? Apakah mereka mau dan siap untuk perlakuan yg TIDAK BERADAB dan TIDAK MANUSIAWI seperti itu?

Pemerintah pun aah..sudahlah, tidak perlu berharap pada pemerintah, selaku para pemegang amanah dari rakyat. Namun, setidaknya saat merekrut satpol PP, hendaknya dipilih yg masih punya hati nurani...kecuali SYARAT MUTLAK ANGGOTA SATPOL PP = TIDAK PUNYA HATI NURANI, aku tidak bisa berkata apa2 lagi.auk deh..

Barangkali Pemerintah perlu membuat 1 departemen khusus, Departemen Pengobatan Hati, untuk mengobati penyakit ini. Tapi hal ini jelas mustahil, karena pemerintah sendiri nampaknya tidak punya hati nurani, karena masih membiarkan korban lumpur Lapindo hidup terlunta-lunta.nangis

Jika melihat hal2 seperti ini, aku jadi teringat lagu "Jagalah Hati".

JAGALAH HATI

Lirik: Abdullah Gymnastiar

Reff:
Jagalah hati, jangan kau kotori
Jagalah hati, lentera hidup ini
Jagalah hati, jangan kau nodai
Jagalah hati, cahaya Illahi

Bila hati kian bersih, pikiranpun akan jernih
Semangat hidup nan gigih, prestasi mudah diraih
Namun bila hati keruh, batin selalu gemuruh
Seakan dikejar musuh, dengan Allah kian jauh
( kembali ke Reff. )

Bila hati kian suci, tak ada yang tersakiti
Pribadi menawan hati, ciri mukmin sejati
Tapi bila hati busuk, pikiran jahat merasuk
Akhlak kian terpuruk, jadi makhluk terkutuk
( kembali ke Reff. )