Pemimpin Indonesia (baca: presidennya) masih belum mengakui kemerdekaan Republik Kosovo yg diumumkan pada tgl 17 Pebruari 2008. Padahal sudah 4 hari berjalan! Sementara itu, sudah banyak negara yg mengakui kemerdekaannya, diantaranya: Jerman, Italia, Perancis, Inggris, Turki, Albania, dan Afghanistan *diperkirakan lainnya menyusul*.

Sulit memang mempunyai pemimpin (baca: presiden) yg nyalinya benar2 'memalukan' (menurutku). Bagaimana tidak? Untuk bersikap/menentukan suatu langkah saja, nampaknya begitu suliiiiiitttttttt.... Jangankan untuk kasus mengakui kemerdekaan Kosovo, untuk menentukan sikap terhadap bencana Lapindo saja, sulitnya bukan main.geleng2

Di blog ini dan ini menyebutkan bahwa penyebab Indonesia (dan beberapa negara lain) belum mengakui kemerdekaan Kosovo karena menyangkut urusan separatisme.

Aku sendiri tidak setuju dengan pendapat2 di atas. Kecurigaanku lebih tertuju dengan adanya kerjasama (terutama di bidang ekonomi) antara pemerintah Indonesia dg Rusia. Jika pemerintah Indonesia mengakui kemerdekaan Kosovo, dikhawatirkan kerjasama ini akan menganggu investasi2 yg dilakukan oleh pengusaha dari kedua belah negara.

Jika anda googling, memang akhir-akhir ini tidak banyak berita mengenai kerjasama Indonesia - Rusia. Namun di tahun 2007, rasa2nya banyak berita mengenai keinginan kerjasama Indonesia - Rusia.

Ya ya ya...punya pemerintah (baca: presiden) yg lebih jago nyanyi daripada menentukan sikap memang merepotkan.ngantuk