Hampir seminggu lalu, terjadi pemadaman listri di beberapa wilayah di Jakarta. 'Kebetulan' hal ini terjadi saat aku mengunjungi client di daerah Sudirman - Thamrin. Saat menjelang jam 13, sudah ada pemberitahuan bahwa akan terjadi perubahan tegangan listrik, karena listrik gedung akan diubah dari PLN menjadi genset milik gedung.

Dan benar, saat jam 13, mendadak peralatan2 elektronik sedikit 'joget' karena adanya perubahan tegangan yg dikonsumsi. Apesnya, saat itu handphoneku sedang dicharge, walhasil handphoneku seperti mendapat perlakuan 'colok-cabut' seenaknya.d'oh

Perkiraan pemadaman ini akan berlangsung sekitar 3 jam, dengan kata lain, sekitar pukul 16 listrik akan menyala normal kembali. Di samping itu, kemampuan genset gedung sendiri memang hanya bisa bertahan sekitar 3 jam.

Akupun kembali bekerja (eh, serius, bekerja...meski dibarengi mengerjakan hal2 lain juga sih) dengan tenang. Laptop juga sudah terisi penuh, jadi aku tidak akan terlalu khawatir jika terjadi pemadaman listrik. Hanya saja 2 hal yg mengganggu akibat pemadaman ini, server client (yg menjadi target kerja) menjadi rewel serta koneksi internet menjadi tidak stabil.

Mendadak, menjelang jam 16....BYAR PETTTTT...!! Listrik mati! Lho?! Ternyata genset geduung tidak bertahan selama 3 jam seperti yg diperkirakan! Walhasil sekarang benar2 mati total.

Beberapa clientku malah bersorak sorai...meski banyak juga di antara mereka yg mengeluarkan kata2 makian, gara2 pekerjaan mereka tidak sempat disimpan. Yg 'anehnya', ada clientku yg cekikikan 'mengundang', 'pura2' ada teman prianya yg colek2 badannya. Wakakak..kaco dah!!halah...

Aku sendiri tidak terlalu ambil pusing. Laptop dibereskan dan siap pulang. Tapi, lho...liftnya kan mati??? Berarti ada yg terkurung di lift dong? Phewww...aku langsung bernafas lega, karena beberapa menit sebelum listri mati, aku sempat berniat pergi ke mushola di bawah, tentu saja menggunakan lift. Untungnya aku batal ke bawah.

Seraya berpikir betapa kasihannya orang2 yg terjebak di dalam lift, aku membereskan alat kerja dan tetap bersiap pulang jika dalam waktu 10 menit listrik masih tidak menyala. Saat hendak meninggalkan kantor client, aku bertemu dg salah seorang user dan sempat ngobrol.

Usai ngobrol, akhirnya aku putuskan untuk tetap pulang...meski harus turun menggunakan tangga dari lantai 12!!ngakak

Doh, jadi ingat kasus gempa tempo hari...dejavu deh...turun dari lantai 12 juga...dan di gedung yg sama pula!! Walhasil, sesampainya aku di bawah, usai menghitung anak tangga sebanyak 312 anak tangga, kakiku langsung gempor dan gemetar dengan hebatnya. Meski demikian, aku masih bisa senyum2, karena saat turun aku sempat bertemu dengan beberapa orang yg sedang naik tangga (di lantai 8 menuju lantai 9). Well, setidaknya nasibku masih lebih beruntung, 'cuma' turun tangga, energi tidak terlalu besar serta capenya hanya sedikit dibandingkan orang2 itu yg membawa ransel (cukup berat nampaknya) eh malah mesti naik tangga pula.

Yayaya...bagi orang Indonesia selalu ada 'untung', sejelek apapun kondisi yg dia alami, hehehe...