Ternyata artikel ini memang benar. Usai artikel itu dimuat, News Dot Com secara 'tidak resmi' berhenti tayang, sehingga diisi oleh siaran ulang Kick Andy, yg menayangkan beberapa dialog yg cukup menarik.

Meski sudah ada perkembangan (positif, menurutku) dalam kasus JK, namun pihak Metro masih menahan diri untuk menayangkan kembali News Dot Com. Ok...aku tidak ikut campur, itu urusan mereka *ya iya lah, memangnya sapa aku sampe segitunya? hehehe..*

Nah, beberapa waktu terakhir ini, di Metro sedang ramai iklan Democrazy, dan kebetulan, semalam aku menontonnya.

Singkat saja komentarku: MEMBOSANKAN!

Ok, mungkin terlalu awal mengeluarkan komentar demikian. Aku jelaskan dulu format acara Democrazy ini:
1. Jika di News Dot Com, yg menjadi tokoh utamanya adalah SBY-JK, alias pihak eksekutif, maka di Democrazy, yg menjadi tokoh utamanya adalah anggota DPR.
2. Para peserta 'dipecah' menjadi anggota DPR sebanyak 6 orang dari masing2 partai. *dg nama partai yg maksa* Mereka duduk di sebelah kiri (posisi dari arah kita menghadap tv) Kemudian di tengah ada Iwel, ketua DPR dan wakilnya. Di sebelah kanan, ada moderator + bintang tamu.

Aku hanya bisa jelaskan formatnya dalam 2 poin, karena aku kadung bosan, jadi matikan langsung acaranya. melet

Hanya saja, sebelum mematikan tv, aku masih menyempatkan diri untuk terpingkal-pingkal menyaksikan acara ini.

Lho, katanya membosankan?

Iya, membosankan untuk karakter2 utamanya. Aku tertawa ngakak karena kehadiran Ucup Kelik, si wapres 'pertama'. Benar2 ancur abis Ucup Kelik ini, celotehan dan improvisasinya benar2 keren laah! Terutama saat dialog berikut:
"Lho, kok wakil presidennya Ucup Kelik"
Dijawab oleh Kelik
"Lha wong sejak pertama muncul, saya yg jadi wapres kok!!"

Mantap bowww..!!

Jadi, kesimpulannya? Democrazy bikin crazy (karena membosankan).