Tujuh puluh. Hmmm...jika aku tulis posting ttg (angka) 70, apa yg terlintas di benak anda?

"Saya tahu...saya tahu..!! Umurnya Fahmi sudah 70 tahun!!"
*huss..ngawur aje...dzigh*

"Tingginya Fahmi 70 meter!!"
*wah..ini lebih kaco...ngakak*

"Kemungkinan besar, Fahmi sudah mengalami 70 generasi"
*Gilaaa...aku tidak seuzur itu!!dzigh*

"Hmmm..nomor sepatu Fahmi kali ya?"
*Wakakak...kasian EdFo kalo nomor sepatuku 70d'oh*

Jadi, apa donk?

Sebelumnya, aku mau cerita dulu. Tahukah anda, bahwa orang Perancis tidak mengenal angka 70? Mereka menyebut angka 70 sebagai 60+10.

"Lho, 70 kan memang 60 + 10. Trus apa anehnya?"

Ah, anda ini kok ngeyel sih. Maksudnya, jangan menyebut 70 (dalam bahasa Perancis) sebagai Sept-dix. Nanti anda malah ditertawakan.xixixi..

"Ok..ok..jadi, maksudmu apa nih Mi, menulis 70?"

Jadi begini...angka 70 itu menunjukkan..BERAT BADANKU SEKARANG..!!!
HEH, YANG BONENG?!kaget

Serius!! Beberapa waktu lalu aku menimbang badanku, dan jarum berhenti pada skala 70 kilogram.

"Ah, ga percaya ah...!!"
"Bohong...!!"
"Hoax...!!"
"Timbangannya rusak tuh!!"
"Badan sekecil itu, 70 kg? Gimana kalo gedenya?"

Hahahah..aku sendiri awalnya tidak percaya bahwa berat badanku sudah mencapai angka 70. Lha wong pas menikah saja, beratku masih 56 kg kok. Lha ini, kok tanpa terasa sudah mencapai 70 ya?mikir2

Tapi memang, jika melihat ke belakang, tidak perlu jauh2, 6 bulan yg lalu saja. Aku mulai ngomel2 karena banyak pakaianku yg sudah tidak cukup. Ngomel2nya karena aku menjadi tersiksa. Celana, yg sebelum nikah, ukurannya 27, saat aku cek lagi stok celana di lemari, lho...sudah jadi nomor 33? Kemudian, baju2 juga demikian, sudah mulai 'mengembang' nomornya. Belum lagi celana dalam dan kaos singlet. Semuanya ikut2 memuai.hwalaaaahh...

Dan akibatnya Wify yg jadi repot. Mesti belanja ini itu, mengganti persediaan pakaian, terutama celana dalam dan kaos singlet. Dua stok pakaian terakhir ini penting dan urgent diganti, terutama jika memaksa menggunakan celana dalam stok lama, jelas ndak cukup laahh...hihihih..

Walhasil, 2 minggu terakhir, terjadi cuci gudang lemari. Beberapa baju yg dianggap sudah tidak layak pakai, langsung out dari lemari...digantikan oleh beberapa baju baru, fresssshhh...hihihih..

Sebenarnya yg bikin aku heran adalah, nafsu makanku sudah tidak gila2an kaya dulu lagi. Sekarang, sekali makan paling 2 porsi. Itupun maksimum, karena biasanya 1 porsi sudah cukup. Bayangkan saat kuliah dulu, jika belum 3 porsi, yaa...nambah terus, ehhehe... Wisata kuliner toh tidak terlalu sering juga.

Masalah yg mulai terasa adalah badan menjadi berkurang kelincahannya. Sempat terpikir untuk kembali ke lapangan, tapi berhubung para 'atletnya' sudah pada menghilang juga, agak repot. Masa maen bulutangkis berdua doank? Apa asiknya?? heheh...nyengir

Untuk berenang, hmmm...di Jakarta kok aku belum temukan tempat renang yg ok ya? Setidaknya seperti yg di Sabuga ITB. Orang2nya memang khusus mau berenang, ga ada acara ngeceng2an ato kegiatan2 lain selain berenang.

Sementara itu, perubahan sudah kian tampak di badan. Slogan MAJU
PERUT PANTAT MUNDUR, sedikit banyak sudah terlihat pada badanku.huaaa... Wah, wah, wah...gawat juga jika kondisi ini terus berlanjut. Nampaknya memang musti lebih memperhatikan kondisi tubuh nich!!

Untung Wify rada2 strict...dengan melarangku mengonsumsi gula terlalu banyak. Untuk olahraga, yg masih menjadi masalah. Seperti aku tulis di atas, susah menemukan tempat olahraga yg sreg. Sementara untuk fitness...errr...ntar dulu deh. Buang2 duit aja kalo cuma bayar iuran, tapi susah untuk ber-fitness ria.

Tapi, aku menduga melarnya tubuhku ini mungkin karena faktor pas ....errr...ah, sudahlah, hihihih...