11/29/2007

Ramainya cerita tentang geng motor yang beraksi di Bandung, membuatku teringat dengan cerita yang pernah aku dengar lebih kurang 17 tahun lalu. Kisah ini diceritakan langsung oleh temanku, seorang mantan anggota geng motor.

Begini ceritanya...

Temanku ini, katakanlah namanya Yoyo cerita bahwa dia pernah bergabung dengan sebuah geng motor di Bandung. Ketika dia bergabung, usianya masih muda banget...masih SMP kelas 2.

Jika anda2 mengira si Yoyo ini anak yg broken home, errr...anda salah besar, karena aku sempat melihat (meski sekilas) orang tuanya rukun2 saja. Yoyo pun bukan anak sembarangan, dia keturunan anak yg cukup kaya, karena ortunya mempunyai penghasilan yg cukup besar, terutama untuk ukuran tahun 80-an.

Nah, lantas apa alasan Yoyo bergabung dg geng motor?

Dia cerita bahwa dia rada2 bosan dg hidupnya yg cenderung lurus2 saja. Selain itu, pengaruh teman sekolah (dan teman gaulnya) membuat si Yoyo terseret dan bergabung dengan geng motor.

Yoyo bercerita, bahwa selama ikut menjadi anggota geng motor, aksi2 yg dilakukan memang tidak jauh berbeda seperti yg diberitakan. Tawuran, pawai kendaraan bermotor merupakan salah satu dari kegiatan yg dia lakukan.

Bahkan dia pernah cerita bahwa satu waktu, geng motornya pernah dihujani tembakan di tempat nongkrong mereka. Gilaaaa benerrrr...!! Yoyo dan beberapa temannya hanya bisa bersembunyi selama beberapa waktu sebelum musuh mereka akhirnya pergi meninggalkan tempat nongkrong mereka, meninggalkan lubang2 bekas peluru.geleng2

Ternyata kata Yoyo, geng motor musuhnya itu mempunyai beking anak seorang pejabat di militer.

Bahkan selama menjadi anggota geng motor, si Yoyo ini juga terlibat di narkoba. Ganja, yg menjadi favorit di kalangan para pecandu di tahun 80-90 awal, merupakan barang yg akrab dg Yoyo. Namun Yoyo BUKAN sebagai pemakai, dia malah menjadi BANDAR!!halah

Yoyo tidak lama bergabung dengan geng motor ini. Menjelang ebtanas SMP, dia memutuskan untuk keluar dan belajar. Anaknya pinter kok si Yoyo ini, karena di pelajaran Kimia, hampir tiap saat dia meraih nilai tertinggi jika ada ulangan.

Saat aku tanya kenapa dia keluar dari geng motor, Yoyo teringat kisahnya yg cukup'mengerikan', yakni saat geng mereka pernah tawuran dg musuhnya di kisaran jalan Sumatera Bandung. Dalam perkelahian massal yang dilakukan, senjata tajam (samurai, kapak, clurit) serta senjata tumpul (tongkat baseball, kayu) juga rantai, semuanya digunakan untuk menghajar musuh2 mereka.

Ketika aku tanya apakah senjata api digunakan, Yoyo menjawab ada aturan tidak tertulis bahwa senjata api tidak boleh digunakan. Weleh..ternyata ada aturannya juga ya??bingung

Nah, ketika tawuran itu, Yoyo melihat seorang temannya ditebas dengan samurai, dan mati dg sebagian kepala terpotong. Menyaksikan temannya mati dg sangat mengenaskan membuat si Yoyo agak2 shock. Usai mengurus temannya, dia juga menyaksikan betapa keluarga yg ditinggalkan begitu sedih. Sementara jika melihat keluarganya, dia lihat begitu kontras.

So, akhirnya dia 'bertaubat'

Jadi, sebenarnya motivasi orang masuk geng motor memang kadang 'tidak masuk akal', hehehe..

Ada cerita lucu juga yg dialami Yoyo. Ketika dia sudah tobat dan bersiap diri menjelang ebtanas SMP, dia kedatangan seorang pelanggannya. Si pecandu ini butuh ganja, karena sudah beberapa hari ini dirinya pengen fly.

Keruan saja permintaan pelanggannya ini membuat si Yoyo kebingungan. Selain karena dia sudah tobat, kebetulan ada bapaknya sedang berdiam di dekat mereka.

Akhirnya si Yoyo masuk ke rumah....dan MENGAMBIL DAUN TEH!!!ngakak Saat si pelanggannya hendak membayar, Yoyo menolak seraya mengatakan ini bonus buat dia.

Selang beberapa hari kemudian, si Yoyo ini ketemu dg pelanggannya. Si pelanggan bertanya kepada Yoyo, kenapa usai makai 'ganja' pemberiannya, dia tidak pusing? Si Yoyo dengan entengnya njawab kalo elo udah kecanduan banget, jadinya kadar segitu dah ga ngepek.ngakak sampe guling2

Dasar pecandu gemblung...masa saking nyandunya, ga bisa lagi bedain daun ganja dengan daun teh sih?? hahah...ngakak sampe guling2

Kalo sudah ketemu dg si Yoyo ini, adaaaa saja cerita2nya yg bikin aku tertawa terbahak-bahak. Eh, iya ya...kemana ya si Yoyo ini ya??

Posted on Thursday, November 29, 2007 by M Fahmi Aulia

8 comments

11/26/2007

Silakan perhatikan quote berikut:
Jika kamu junior, perhatikan hal berikut:
1. Senior tidak pernah salah
2. Jika senior salah, lihat lagi poin 1
Jika anda (bisa) tertawa terbahak-bahak, mungkin anda termasuk orang2 yg 'beruntung' pernah mengikuti OSPEK (atau sejenisnya). Atau barangkali anda tidak pernah ikut os, namun mengalami hal yg serupa di lab-lab saat kuliah.ngakak

Well...tentu saja aturan di atas adalah aturan yg menindas, meski saat OS sekalipun, yg dianggap 'hiburan' oleh beberapa orang (termasuk aku). Aturan yg 'mengijinkan' aksi bullying (yg belakangan ini kian marak) ini, sebenarnya 'sah-sah' saja diberlakukan atau diterapkan di lab atau kampus. Meski aku sendiri bukan pendukung 'ke-sah-an' pemberlakuan aturan 'ga jelas' ini.geleng2

Hanya saja, sebagian orang masih menganggap quote di atas adalah HAL MUTLAK, bahkan di kehidupan sehari-hari.
"Hei, gw senior elo, jadi gw lebih tahu masalah ini itu.."
"Eh eh...elo masih angkatan sekian. Mana elo tahu urusan ini itu.."

"Gw udah S2, elo yg lulusan S1 sok tahu banget!!"
"Wah, g*bl*k loe...angkatan2 sekarang payah banget...!!"
Demikian sekilas komentar yg barangkali pernah kita dengar, atau bahkan salah satu dari anda menjadi pelakunya?

Terus terang, aku 'kasihan' banget dengan orang2 yg masih mengedepankan senioritas, di dalam kehidupan terutama. Sudah ga jamannya lagi lah, kalo senior itu dianggap paling tahu segalanya! Bahkan seorang Gooft, ahli di bidang Fisika, pernah melakukan pengakuan bahwa dia akan mengaku/menjawab tidak tahu klo ada pertanyaan yg tidak bisa dia jawab bahkan dari seorang mahasiswa PhD sekalipun.

Jadi, ngapain sih membanggakan diri lebih senior kalo kelakuannya malah lebih jelek/parah dari juniornya?auk deh

*tulisan ini terinspirasi dari milis alumni di sebelah, ribut2 masalah senioritas..cmon maann...*

Posted on Monday, November 26, 2007 by M Fahmi Aulia

13 comments

11/23/2007



Dari gambar di atas, apa sih yg kalian lihat?
1. Good
2. Evil
3. Cool
4. 2 orang yg sedang duduk (meski agak maksa)
5. lainnya????

Thx buat Enda, presiden blogger, ahak...ahak...





Yg 3 terakhir ini sumbangan Cak Husain. Tengs, Cak...

Posted on Friday, November 23, 2007 by M Fahmi Aulia

8 comments

11/22/2007

disclaimer: Artikel ini ditulis dan dimuat bukan untuk menjadi duta taksi!!!

Satu waktu, hampir tengah malam, aku mencegat sebuah taksi, lalu dg ramahnya si pak sopir menyapa usai aku duduk di kursi. Taksipun mulai melaju, menembus keheningan malam di jalan Mampang.

Seperti biasa, aku mulai ngajak ngobrol pak supir taksi ini, sebut saja namanya pak Ihsan, brerhubung aku ndak sempet melihat kartu identitasnya. Banyak sekali yg kami obrolkan, mulai dari berapa lama beliau kerja di perusahaan itu, rumahnya di mana, asalnya dari mana, pokoknya seabreg.

Ternyata pak Ihsan ini sudah bekerja di perusahaan taxi ini cukup lama. Dia cerita, sudah EMPAT BELAS TAHUN...!! Buset deh...cukup lama juga untuk ukuran sopir taksi. Karena selama ini, sopir2 taksi yg aku temui rata2 di bawah 5 tahun bergabung di perusahaan taksi ini.

Menurut penuturannya, selama 14 tahun kerja di perusahaan taksi itu, dia sudah bisa MEMILIKI 3 MOBIL dari taksi yg dia pegang. Wah, berarti 1 mobil ~ 5 tahun. Hebat juga si bapak Ihsan ini. Gigih dan ulet sekali beliau untuk berjuang dan mencari nafkah. Beliau juga cerita bahwa dirinya sudah punya rumah di daerah TB Simatupang, juga hasil menjadi sopir taksi ini.

Pertanyaannya: di mana pak Ihsan ini bekerja?

Jawabannya mungkin mengagetkan, beliau bekerja di EXPRESS TAKSI...!! BUKAN DI BLUE BIRD!!

Aneh sekali bukan? Selama ini pikiran kita 'dicekoki' bahwa perusahaan Blue Bird adalah perusahaan yg paling memperhatikan sopir bla bla bla...tapi itu semua dibantah oleh pak Ihsan. Mengapa? Mari kita dengar lagi penuturannya.

Menurut pak Ihsan, BB justru merupakan perusahaan yg paling tidak peduli dg karyawannya (sopir2nya), ketika aku tanya kenapa beliau tidak pindah ke BB. Apa sebab? Menurut beliau, sistem komisi yg diterapkan BB, justru membuat sopir jadi malas. Asal sudah memenuhi setoran, sudah merasa tenang. Sementara pak Ihsan berkata, di ET, beliau bisa banting tulang, karena yakin bahwa duit2 yg masuk akan jadi haknya.

Selama perjalanan, aku mendengar dg tekun omongan pak Ihsan ini.

Pak Ihsan menyatakan bahwa ET sedang kebanjiran lamaran kerja dari sopir2 BB. Hal ini disebabkan karena banyaknya permintaan taksi ET oleh para pelanggan. Eh, ternyata, pak Ihsan ikut mengkritik manajemen ET. Menurutnya, manajemen ET masih kurang handal di bidang pelayanan terhadap pelanggan. Sulitnya mengontak ET adalah salah satu hal penting yg 'diabaikan' oleh manajemen ET.

Usai memberikan ongkos taksi, seraya berjalan ke rumah kontrakan, aku merenungi kembali ucapan pak Ihsan. Terkadang orang salah sangka dg apa yg dia lihat. Di balik 'kenyamanan' yg ditawarkan perusahaan, ternyata hal itu justru BISA 'membunuh' agresivitas dan daya juang seseorang.

So, jangan terlalu mikir2 muluk ttg suatu perusahaan...nanti kecewa lho..!!xixixi..siyul2

Posted on Thursday, November 22, 2007 by M Fahmi Aulia

10 comments

11/20/2007

Ayo, dapatkan Rp 1 juta, tidak perlu biaya pendaftaran.
Caranya mudah, baca saja selengkapnya pengumuman di bawah, lalu download formulirnya.
Free Image Hosting at www.ImageShack.us
Formulirnya bisa diunduh di sini.

Good luck

Posted on Tuesday, November 20, 2007 by M Fahmi Aulia

3 comments

11/19/2007

Besok, 20 November 2007, setahun sudah aku (dan Wify) menyandang jabatan kontraktor. Well...sebuah jabatan yg MUNGKIN tidak prestisius, bahkan bisa jadi memalukan bagi banyak orang. Tapi, bagi kami berdua, toh tidak masalah, malah menjadi sebuah tantangan bagi kami berdua.

Jadi, hampir setahun yg lalu, kami berdua sepakat untuk meninggalkan tempat kos yg sempat menjadi rumah sementara kami, usai pernikahan. Banyak alasan mengapa kami berdua memutuskan sesegera mungkin cabut dari tempat kos, namun yg jelas, kami tidak ada konfrontasi/masalah dg ibu kos.

Alasan-alasan yg menjadi pertimbangan kami menjabat kontraktor:
1. Sewa kos yg terlalu mahal.
Ini faktor utama mengapa kami memutuskan cepat keluar dari tempat kos. Bayangkan, harga sewa SATU KAMAR KOS (dilengkapi dg 2 tempat tidur, lemari) sebesar Rp 650 ribu/bulan. Ini belum termasuk peralatan listrik, masing2 sebesar Rp 25ribu/peralatan. Jadi misalnya kami memasang tv, kipas angin, laptop, printer, berarti tambahan Rp 100rebu/bulan mesti disiapkan.

Mahal buanget kaaann...??

2. Privacy yg terbatas.
Sebagai keluarga baru, jelas kami butuh privacy lebih daripada penghuni kos lain yg masih membujang. Repot banget tooohhh?? siyul2 Belum lagi jika anak2 pemilik kos ber-wik en-ria di rumah si ibu kos. Wah, makin repot saja...

Padahal kan kita juga pengen asik2an berdua tooh??love struck

3. Duit habis 'ga jelas'.
Terus terang, duit kami berdua jadi habis ga jelas, terutama karena poin 1 (untuk biaya2 tambahan) itu. Bayangkan, jika kami hendak beli kulkas, dan peralatan elektronik lainnya. Bisa2 untuk barang elektronik yg dayanya makin gede, duit yg keluar bukan lagi Rp 25k/bulan, mungkin bisa Rp 100k/bulan.

4. Penggunaan barang2 yg terbatas.
Sebenarnya ibu kos ini masih rada2 baek, masih membolehkan para penghuni kos untuk menggunakan beberapa peralatan elektroniknya. Namun tetap saja ada batasan. Seperti mesin cuci, aturannya repot banget. Sementara kalo kami hendak beli, yaa...kepentok lagi masalah tambahan biaya.

Akhirnya, kami berburu rumah kontrakan, dan kami dapatkan sebuah rumah kontrakan yg sederhana serta cukup mungil. Tipe 21, barangkali memang tidak cukup bagi sebagian orang, tapi bagi kami berdua, justru dipacu untuk belajar menghargai.

So, setelah nego dg induk semang alias pemilik rumah, per-20 November 2006 kemarin kami pindah. Beres2 jelas dilakukan. Beli barang ini itu menjadi rutinitas, terutama karena Wify ingin sekali rumah pertamanya (meski ngontrak) ditangani sendiri. Berbagai aturan langsung dikeluarkan oleh menteri urusan rumah tangga.ngakak

Setelah setahun, terasa benar aturan bu Menteri ini sangat berguna. Kondisi rumah yg rapi jali dan senantiasa bersih membuatku semakin betah di rumah. Terutama kerja keras serta ketegasan bu Menteri membuatku makin menyayanginyamuah2.

ps: untuk Wify alias bu Menteri Urusan Rumah Tangga, terima kasih banget untuk omelan2 dan aturan2nya. Jangan kapok negur Pak Presidennya ya??

Posted on Monday, November 19, 2007 by M Fahmi Aulia

6 comments

11/17/2007

Sudah sekitar 1-2 bulan terakhir, aku memilih berbicara untuk mengontak lawan bicaraku. Via handphone, maksudnya. Ada banyak alasannya, namun alasan2 berikut merupakan penyebab utama:
1. Tarif yang lebih rendah
Well, untuk XL, meski potongan tarif baru berlaku setelah menit ke-2 (meski di iklan2nya di tv tidak pernah disebutkan syarat dan ketentuan), cukup terasa lho. Terutama jika aku menelpon ke keluarga di Bandung, yg sama2 XL. Berhubung ortuku lebih nyaman berbicara daripada sms, ya sudah, ngobrol lebih murah sangat terasa, karena jika sudah nelpon ke Bandung, ga akan cukup 10 menit.

2. Pesan lebih jelas
Dengan menelpon, pesan yg hendak disampaikan, menurutku lebih jelas. Mengapa? Karena ada proses interaksi yg langsung terjadi. Sehingga kesalahan komunikasi bisa dikurangi.

3. Lebih hemat
Ternyata, jika dihitung lebih rinci, tarif bicara justru lebih murah daripada sms. Kecuali untuk sesama XL, jelas lebih untung, karena aku pakai paket extra, yg gratis sms-nya untuk sesama XL. Tentu saja, ini berlaku jika obrolan cukup lama.

Itungan sederhananya:
Sesama XL:
Untuk sms, gratis, tapi kita akan kehilangan banyak waktu untuk mencet2 tombol di handphone. Jadi, di sini, hemat lebih terutama merujuk pada waktu.

Operator lain:
Dua menit pertama = Rp 25 * 120 = Rp 1500. Asumsinya dg ngobrol, semua kesimpangsiuran informasi akan hilang.
Rp 1500/Rp 350 ~ 5 SMS. Pertanyaannya, apakah dg 5 sms, semua informasi ini akan cukup?

Ok...barangkali itungan untuk operator lain dirasa lebih mahal, tapi jika kita menelpon ke PSTN, jelas ini lebih murah, karena PSTN tidak bisa menerima SMS, walhasil informasinya tidak akan sampai kecuali dg langsung menelpon.

Ada pendapat lainnya??

Posted on Saturday, November 17, 2007 by M Fahmi Aulia

12 comments

11/13/2007

Hari Sabtu lalu, sebelum aku terkapar karena sakit, aku dan Wify menyempatkan diri ber-wisata kuliner lagi, tentu saja di Jakarta. Dan kali ini, kami berwisata kuliner MAKAN RAWON SETAN...!!

Free Image Hosting at www.ImageShack.usBanyak sekali cerita yg berkembang sekitar penamaan rawon setan. Yang aku tahu, di tempat asalnya, di Surabaya, warung rawon ini buka sampai tengah malam (bahkan sampai pagi katanya). Konotasi yg dipakai untuk makhluk2 yg 'gentayangan' di tengah malam hingga pagi, yaa...setan (kata setan,"EMANGNYA GW DOANK YG KELUYURAN MALAM2 SAMPE PAGI?? SEMPRUL SAMPEYAN..!!") Dan tentu saja, karena rumah makan ini menyandang gelar rawon setan, berarti buka sampe pagi donk ya? hehehe..siyul2

Free Image Hosting at www.ImageShack.usNah, lokasi rawon setan mbak Endang ini mudah dikenali, selain karena di pinggir jalan raya di Tebet (eh, eh, ternyata dekat dg Daeng Tata, salah satu tempat makan favoritku), ada spanduk yg lumayan juga mejeng di situ. *lihat foto di samping ini*

Free Image Hosting at www.ImageShack.usSetelah parkir Red Banzai, kami berdua segera masuk. Hmmm...suasananya cukup 'njawa timur', suasana yg sudah lama aku tinggalkan. Meski yaa...dipoles juga dg kehidupan modern. Walhasil, tampaklah suasana rumah makan warung setan ini seperti yg ada di foto2 di samping ini.

Free Image Hosting at www.ImageShack.usFree Image Hosting at www.ImageShack.usTernyata warung rawon setan di Tebet ini bukanlah satu2nya cabang rawon setan di Jakarta. Dari gambar di samping, aku dapati ternyata ada beberapa cabang lainnya. *baca sendiri yak?* Lalu seperti biasa, mataku 'jelalatan' melihat-lihat. Wah, ada foto2 artis yg pernah makan di sini.

Free Image Hosting at www.ImageShack.usOk...ok...cukup sudah melihat-lihat dan mengamati rumah makan ini. Saatnya kita memesan makanan...!! Hmmm...membaca menu2 makanan yg ada di situ, kayanya ada yg kurang, yakni TAHU CAMPUR dan RUJAK CINGUR..!! Mestinya sebagai duta makanan khas Jawa Timur, kedua jenis makanan itu tidak boleh dilewatkan donk!!dzigh

Free Image Hosting at www.ImageShack.usSudahlah...daripada ngomel2 terus..mari kita pesan. Hmmm...aku pesan Rawon IGA, sementara Wify pesan Nasi Campur. Semula aku ragu, nasi campur? Jangan2 nasi babi? Tapi setelah baca dg lebih seksama, ternyata nasi campur = nasi rames. Untuk minumnya aku pilih es jeruk (mulai terserang flu, jadi mesti minum yg ada kandungan vit C), sementar Wify pesan teh. Eit..eit...Wify sedang bergaya...jepret dulu deh...(jepret...jepret...)

Free Image Hosting at www.ImageShack.usLumayan lama nunggu, sekitar 15-20 menit, akhirnya pesanan kami datang. Ternyata benar dugaanku, kalo nasi campur = nasi rames. Lumayan juga porsinya. Jenis masakan yg dicampur di situ adalah daging sapi, tahu, goreng tempe, telur. Yummy juga nich tampaknya..ngiler

Free Image Hosting at www.ImageShack.usFree Image Hosting at www.ImageShack.usTak berapa lama kemudian datanglah pesananku, rawon iga. Wuiiihh...disajikan di dalam panci, dilengkapi dg kompor (spiritus) yg masih menyala. Hmmm...nampaknya memang biar para pemesan bisa makan dg kuah yg masih hangat. Saat aku buka tutup pancinya, langsung deh tercium wangi2an khas rawonngiler. Cacing2 di perut sudah mulai protes,"Hei...mister Fahmi, you mau makan saja kelamaan banget sih?!? Eike di sini sudah lapar tauuukk...!!"

Free Image Hosting at www.ImageShack.usFree Image Hosting at www.ImageShack.usSementara itu, tauge (kecambah) disajikan di piring lain, bersamaan dg jeruk nipis. Ok...here we goo...dimulailah ritual makan rawon. Pertama-tama, masukkan daging rawon dan kuah secukupnya ke dalam nasi. Lalu campurkan tauge, sebanyak-banyaknya. (jika di rumah, biasanya tauge malah menutupi nasi, hehehe..) Lalu siap santap dehhh..

Wah...kuah rawonnya benar2 mantaaapppsss...uenak banget. Meski masih kalah dg rawon buatan nyokap, ahak...ahak...cekikikan Dilanjutkan dg mulai makan daging iga. Arrrghh..ternyata dagingnya ALOT bin KERAS!! Apa kurang lama direbusnya ya?

Seraya makan, kami ngobrol, nyam nyam deh pokoknya. Aku sendiri seraya memotong2 daging yg alot, masih terheran-heran mengapa tidak ada menu tahu campur dan rujak cingur ya?

Eh, ternyata Wify ga habis makannya. Walhasil, usai menyantap nasi rawon iga (dan tambah 1 porsi nasi putih), aku segera mengalihkan sasaran ke nasi campur Wify yg ga habis. Hmmm...dagingnya lebih empuk daripada daging iga yg aku makan. Sementara untuk goreng tempe, tahu dan telor, yaa...standar lah..

Free Image Hosting at www.ImageShack.usUsai menghabiskan sekian puluh ribu, aku baru 'sadar' bahwa ada goreng paru (basah) yg tersaji di meja. Tapi berhubung perut sudah terisi cukup, tidaklah baik makan berlebihan...nanti malah jadi muntah. Berlebihan, demikian menurutu kanjeng Rasululloh SAW. Mungkin kali lain sahaja makan goreng paru itu.

Seraya keluar, aku masih berpikir:
KENAPA DAGING IGANYA ALOT BANGET? DAN KENAPA MENU TAHU CAMPUR DAN RUJAK CINGUR GA ADA?

Overall, nilai 7.5 sahaja. Mau kasih 8.5, tapi dagingnya alot...lebih alot dari daging iga di Daeng Tata.
*posting artikel sambil badan meriang*

Oya, kata nyokap, rawon setan juga ada di Bandung, tapi bumbunya 'payah'...merica dan kecap..ga kerasa keluwaknya. At least masih mending rawon setan di Jakarta lah...hihihi..

Posted on Tuesday, November 13, 2007 by M Fahmi Aulia

8 comments

11/09/2007

Seperti biasa, usai Lebaran merupakan momen bagi para warga daerah untuk berbondong-bondong datang ke Jakarta. Tujuannya? Apalagi jika bukan untuk mengadu nasib, mencari penghidupan yg lebih baik. Penyebabnya? Banyak sekali. (1) Usaha yang dilakoni di kampungnya sudah tidak memadai lagi untuk menutupi biaya hidup, (2) Tergiur dengan keberhasilan teman/kenalannya yang bekerja di kota, (3) Sudah tidak punya apa2 lagi di kampung, karena sawah dan rumahnya sudah pindah tangan.

Walhasil, di stasiun kereta api dan terminal bus, kita akan bisa (dengan mudah) dapati sosok-sosok (maaf) ndeso. Ada yg duduk di atas barang2 bawaannya, adapula yang celingukan kiri kanan (barangkali mencari penjemputnya), ada juga yg melangkah dg pasti (tapi entahlah, apakah dia memang sudah yakin dg tujuannya atau jangan2 malah nyasar?).

Eitss...bukan berarti hanya saudara2 kita dari kampung saja yg menuju Jakarta. Banyak juga orang2 dari pelosok, yg cukup berpenghasilan, ikut meramaikan Jakarta. Tentu saja, mereka masuk Jakarta melalui jalan yg lebih bergengsi...pelabuhan udara.

Pemerintah DKI sendiri memperkirakan lebih dari 100 ribu orang (baru) mendatangi Jakarta usai Lebaran. Banyak pihak yg tidak yakin dg angka itu, karena mereka menduga bahwa angka sebenarnya minimal 2-3 kali dari itu.

Operasi Yustisi (operasi razia ktp) langsung digelar dan dijadikan senjata ampuh (tapi melempem) oleh pemda DKI. Tanggal 1 dan 8 November 2007 lalu, aparat pemda DKI melakukan razia terhadap rumah2 kontrakan dan tempat2 kos di (hampir) seluruh wilayah Jakarta. Hasilnya memang ada, ratusan orang terjaring razia ini di tiap daerah. Bahkan ada yg terjaring hingga mencapai ribuan.

"Berarti metode ini ampuh kan?"

Eittss...jangan salah. Seperti yg aku tulis di atas, metode ini masih melempem. Apa pasal? Karena yg terjaring operasi ini hanyalah RIBUAN...bandingkan dg (perkiraan) jumlah pendatang yg RATUSAN RIBU. Selain itu, orang2 yg terjaring razia kebanyakan orang2 yg tinggal di kontrakan yg tidak memadai. Dengan kata lain, para warga di perkampungan kumuh saja yg mayoritas terkena razia ini.

Padahal, aku yakin, masih boanyaaak para pendatang lain yg sebenarnya bisa terjaring. Aku tidak tahu persis kenapa hanya ratusan pendatang saja yg terkena razia? Barangkali jam razianya yg terlalu siang? Karena dari berita, razia dilakukan jam 9-10 pagi, yg notabene orang2 sudah banyak yg berangkat kerja. Bisa jadi orang2 yg pergi pagi2 itu yg ga punya ktp Jakarta, heheh..

Aku sendiri menilai operasi yustisi tidaklah efektif, mungkin malah tidak bermanfaat jika memang tujuannya hanya menjaring para pendatang/orang2 yg tidak punya KTP. Selain karena hukumannya yg cenderung ringan (7 hari dipenjara atau BAYAR UANG DENDA RP 20 RIBU), banyak para pendatang yg tidak memiliki katepe dikarenakan HARGA PEMBUATAN KTP YG MAHAL!!

Bayangkan saja, biaya pembuatan ktp di Jakarta bisa mencapai Rp 250 ribu!! Bandingkan dengan pembuatan ktp di Bandung, Rp 10 ribu saja!

Jelas....orang2 mikir sekian ratus kali untuk mengeluarkan uang, yg cukup banyak, untuk mengurus ktp ini. Apalagi bagi para kontraktor, yg pindah rumah tiap sekian waktu, uang sebesar itu bisa dipakai untuk biaya kontrakan.cekikikan

Karenanya, daripada hanya mendenda para pemukim Jakarta yang tidak memiliki KTP, lebih baik pemda DKI juga langsung menyediakan fasilitas pembuatan KTP, pada saat menggelar operasi Yustisi itu. Resikonya jelas, penduduk DKI Jakarta akan kian membludak. Namun setidaknya pemda DKI memiliki data yg cukup valid.

Namun, bagaimanapun, ktp ini memang masih diperlukan, minimal di Indonesia. Jadi, jangan sungkan untuk membuat KTP Jakarta ya?! Agar tidak kena razia di jalanan!!nyengir

*ps: semua gambar dan foto diambil tanpa ijin dari situs2 yg tertera pada lokasi foto/gambar.

Posted on Friday, November 09, 2007 by M Fahmi Aulia

5 comments

11/08/2007

Trademark atau merk dagang suatu produk atau layanan (service) yang tepat ternyata sangat berpengaruh dan melekat (kuat) di benak banyak orang. Sebagai contoh, Rolls Royce. Mendengar namanya, orang (yg tahu) akan langsung terbayang sebuah mobil mewah dengan fasilitas yg sangat nyaman, harga yg selangit, dst dst.

Atau produk Coca Cola yg selalu diidentikkan dengan fun/senang-senang atau ceria. Untuk sepatu orang biasanya lebih mudah mengingat merk Bally daripada Edward Forrer (EdFo), padahal produk dari EdFo tidak kalah kualitas dan layanannya dibandingkan produk Bally. Hal yg sama jika kita menyebut merk Bata, orang akan langsung teringat dg sepatu bagi anak2 SD, SMP (karena sepengetahuanku, Bata lebih membidik konsumen2 di kalangan itu).

Lalu, bagaimana dg teknologi informasi, dan konco-konconya?

Untuk layanan email (gratis), orang akan mudah menyebutkan nama Hotmail (kini menjadi Windows Live Hotmail), Yahoo (dan kini) Gmail. Tentu saja, masing-masing penyedia jasa tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. Untuk layanan lokal, yg masih aku ingat adalah telkom.net. Dg layanan yg masih 4mb (sementara Gmail sendiri sudah berukuran 1000 kali lebih besar), layanan telkom.net ini nampaknya masih dibutuhkan para pengguna internet (email) di Indonesia. Barangkali faktor kecepatan menjadi prioritas.

Sementara jika kita menyebut Iphone atau Ipod, kita secara otomatis akan langsung 'terhubung' dengan Apple, atau bahkan Steve Jobs.

"Mas Fahmi...Mas Fahmi...sampeyan ini mau ngomong en mbahas apa seeehh??"

Ok..ok..maaf melantur.

Beberapa hari yg lalu, di milis SMA, ada yg bertanya mengapa tidak ada mailing list (milis) angkatannya dia. Lalu ada komentar juga, mengapa koordinator angkatan tersebut belum me-respond. Disusul dengan komentar2 lain (yg ga penting).

Nah, kebetulan aku seangkatan dg si penanya. Ya sudah, agar tidak menjadi polemik berkepanjangan, aku buatkan milis untuk angkatanku di GROUPS.GOOGLE.COM. Beberapa undangan aku sebar, termasuk beberapa orang teman sekelasku dulu dan si penanya.

Tunggu punya tunggu, selama 2 hari tidak ada undangan yg dibalas...SATUPUN...!! Dg sedikit menahan dongkol, aku posting lagi di milis SMA, intinya yg kemarin complain ga ada milis angkatannya, setelah dibuatkan milisnya, kok tidak gabung2 juga?bingung

Eh, ternyata ada teman sekelasku yg menulis email seperti ini:
jujur urang meureun teu apal,.tapi mun kudu nyieun account google jang ngiluan,. isuk deui ah,..tapi mun teu kudu sok daptarkeun weh,

*terjemahan: jujur saya mungkin tidak hapal, tapi jika mesti membuat account google untuk bergabung, kapan2 saja deh...tapi jika tidak perlu, daftarkan saja*

diikuti dg email berikut:
ieu jadi penting mi, soalna maenya urang kudu nyieun account anyar jang ngiluan milis angkatan wungkul,..pikirkeun oge batur nu jiga urang,.. cari yang simple deh di yahoo ceuk urang mah,..terus mun geus tinggal di jieun jorjoran di milis alumni 2 ,..ku urang di dukung pisan

kecuali mun di google oge teu kudu nyieun account bisa mah oke saja..

*terjemahan: ini jadi penting mi, soalnya masa saya mesti membuat account baru untuk ikutan milis angkatan saja...pikirkan juga teman seperti saya. cari yg simple deh di yahoo kata saya sih...terus jika sudah tinggal umumkan di milis alumni 2, saya dukung

kecuali jika di google juga tidak perlu membuat account sih oke saja*
GUBRAAKKK...!!!

Ternyata ada 'salah paham' antara account email dg group mailing list. Maksudku, temanku tidak mengerti bahwa untuk bergabung di milis angkatan, TIDAK DIBUTUHKAN account google (dia menggunakan layanan yahoo untuk emailnya). Account google hanya diperlukan apabila kita hendak meng-explore lebih jauh layanan groups di google.

Hal yg lebih ekstrim pernah aku baca, email dari seseorang (aku lupa) yg menyatakan group-group yang dibuat di groups.google.com TIDAK BISA DISEBUT MAILING LIST! MAILING LIST ITU YAHOO!! Wahaakakaka...aku langsung ngakak...ngakak

Bah, akibatnya aku mesti membuat lagi milis yg serupa di Yahoo, demi memenuhi tuntutan orang2 yg sudah dicuci otaknya oleh Yahoo(di). Eh, benar saja, ternyata tidak sampai 1 hari, sudah ada beberapa member yg bergabung.halah

Padahal layanan groups.google.com tidak kalah canggih dengan yahoo. Cukup canggih dan, relatif, lebih sederhana serta mudah digunakan.

Intinya, Yahoo telah berhasil memikat bahwa MILIS ITU YAHOO dan YAHOO ITU MILIS.dzigh

*sorry jika postingan ini terlalu 'dangkal'. kepala sedang butek dengan kerjaan, hihihih..cekikikan*


Posted on Thursday, November 08, 2007 by M Fahmi Aulia

15 comments