3/31/2007

Nah inilah acara top di Indonesia berdasarkan AC Nielsen Rating…

(TIPS: Siap-siap ambil tissu untuk nangis atau obat asma bagi yang bengek..peace..hehe)

Rating program TV (periode Minggu ke-2 Maret 2007) :

1. PUTRI YANG TERBUANG (RCTI)
2. HEART SERIES (SCTV)
3. LEGENDA (TRANS TV)
4. INTAN (RCTI)
5. BENCI BILANG CINTA (SCTV)
6. PINTU HIDAYAH (RCTI)
7. CINDERELLA (SCTV)
8. PENGANTIN REMAJA (RCTI)
9. KAWIN MUDA (RCTI)
10. MAHA KASIH (RCTI)
11. MAHA CINTA (SCTV)
12. KAWIN LARI (INDOSIAR)
13. SPECIAL NEWS : GARUDA TERBAKAR (TRANS TV)
14. IDOLA (RCTI)
15. HIKAYAH (TRANS TV)
16. SHERINA (SCTV)
17. BIAR CINTA MEMILIH (SCTV)
18. MATA AIR (SCTV)
19. WULAN (RCTI)
20. SISSY, PUTRI DUYUNG (SCTV)

Dan kalau memperhatikan judul-judul ini masuk 100 acara yang paling disukai penonton:

Dukun Santet - Trans TV (posisi 30)
Teror Siluman Buaya - TPI (69)
Anak Angkat Siluman Ular - TPI (73)
Bersekutu dengan Ratu Kalong - TPI (74)
Gairah Cinta Siluman Serigala - Indosiar (75)
Pembalasan Manusia Ular - Indosiar (76)
Hasutan Penghuni Telaga - Indosiar (77)
Perkawinan Siluman Kera - Indosiar (78)
Tuyul - Indosiar (79)

Waoooww....ternyata banyak sekali tayangan yg tidak mendidik...

Posted on Saturday, March 31, 2007 by M Fahmi Aulia

No comments

Sudah menginjak bulan April, berarti sudah mendekati pelaksanaan SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) tahun 2007. Nah, berikut ini adalah file panduan untuk melihat apa sih yg menjadi tren pemilihan jurusan di beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Gw lupa dapat darimana file ini, tapi kredit tetap diberikan untuk dia.
Oya, file ini hanya tersedia selama 45 hari saja, berarti hingga pertengahan Mei 2007...harap maklum.siyul-siyul

File Tren Minat ke PTN (zip)

Posted on Saturday, March 31, 2007 by M Fahmi Aulia

1 comment

3/29/2007

Hmmm...jadi begini nich cerita lengkapnya.

Bagi para pemakai Windows, seringkali mereka memasang password untuk login...tentu saja sebagai tindakan pengamanan terhadap file-file mereka.

Segera setelah user menuliskan dan menerapkan password loginnya, Windows akan melakukan konfirmasi untuk melakukan privatisasi terhadap folder user yang bersangkutan. Otomatis begitu privatisasi ini terjadi, maka user2 lain TIDAK akan bisa mengaksesnya.

Nah, sebenarnya ada cara untuk menyiasatinya...dengan kata lain kita bisa mengaksesnya. Triknya mudah kok...siyul-siyul

Hal terpenting yg mesti diperhatikan untuk masalah privatisasi folder adalah jenis/tipe file system. Privatisasi hanya akan bisa dilakukan oleh Windows, apabila harddisk/drive/directory tempat folder si user bertipe NTFS.

Dari kalimat di atas, apakah anda sudah 'menangkap' triknya? Masih belum? Ok, gw jelasin lagi...

Seperti gw sebut di atas, privatisasi hanya berlaku jika file systemnya NTFS. Sehingga apabila kita ingin melihat isi directory si user, maka kita mesti UBAH file systemnya menjadi FAT32!!!nyengirdevil

Persoalannya, bagaimana caranya mengubah file systemnya?

Cara paling mudah adalah menggunakan software third party, dalam hal ini, gw saranin memakai Partition Magic (PM).

Namun sebelumnya, pastikan anda bisa menginstall aplikasi di atas, atau jika memungkinkan, gunakan disket rescue yg dibuat PM.

Sudah bisa instal? Jika sudah menginstall PM, maka pilih drive/harddisk yg hendak anda lihat isinya. Kemudian, UBAH FILE SYSTEMNYA, DARI NTFS MENJADI FAT32!!! Tunggu system mengubah file system, lalu...VOILA...anda bisa melihat isi folder user yang bersangkutan...!!

Oya...teknik ini bukan untuk merusak atau melakukan keonaran...tapi sebenarnya teknik ini digunakan apabila kita memprivate folder, kemudian kita memformat ulang Windows. Akibatnya, folder kita tidak akan bisa diakses.

Satu hal lagi, gw TIDAK BERTANGGUNG JAWAB terhadap kerusakan yg dilakukan oleh anda2...apalagi jika dilakukan untuk membongkar file/folder pasangan anda...dan kemudian anda cekcok, lalu putus/bercerai..wah, ndak ikutan yaa...xixixi...cekikikan

btw, bagi yg ingin bertanya lebih lanjut, bisa menghubungi gw untuk detailnya...

Posted on Thursday, March 29, 2007 by M Fahmi Aulia

4 comments

3/28/2007

Saat gw memutuskan membeli sepeda motor, setelah sebelumnya menjadi penikmat kendaraan umum yg setia, salah satu alasannya adalah untuk menghemat waktu tempuh dari kontrakan ke client/kantor. Penghematan waktu yg gw rasakan, saat itu, cukup relevan dan signifikanmelet, karena dari sekitar 1 - 1.5 jam yg dibutuhkan, dengan bermotor gw bisa tempuh hanya 30 menit..!!

Namun, sudah sekitar 1-2bulan ini, gw merasakan dan menghitung waktu perjalanan gw bertambah 50%. Dari yg semula 30 menit (paling lambat 40 menit) untuk menempuh Mampang - Medan Merdeka Barat, kini gw mesti tempuh sekitar 45 menit - 1 jam. Penyebabnya jelas, tidak lain dan tidak bukan karena kemacetan..!!! Namun, gw perhatikan kemacetan yg menjadi penghambat gw cepat sampai ke kantor/client HANYA di sekitar jl Mampang hingga perempatan Mampang-Tendean. Selebihnya, gw bisa tempuh dg waktu normal (10-20 menitan, mulai dari Mampang hingga Medan Merdeka Barat/Benhil).

Dari obrolan teman kantor maupun para motoris lain yg melewati Mampang, daerah Mampang memang menjadi jalur 'utama' kemacetan...karena jalan Warung Buncit - Mampang merupakan satu2nya jalur penghubung (yg cukup dekat) Depok - Jakarta. Akibatnya ya jelas...semua kendaraan menumpuk sepanjang jalur itu. Motor, mobil, metromini, dan bus kota (trayek 48, 86 dan 102) semua saling berebut lewat jalan yg cuma 'seupil' itu.geleng-geleng

Jika jumlah kendaraan bermotor yg lewat tidak bertambah, mungkin gw masih bisa menempuh Mampang-MMB dalam waktu 30 menit, namun seiring dg bertambahnya para pemilik kendaraan bermotor yg baru, baik motor maupun mobil, otomatis kemacetan kian marak....dan ini benar2 melelahkan. Waktu terbuang percuma, bensin habis untuk melewati kemacetan, belum lagi ada senggolan2 kecil antar kendaraan bermotor yg jika tidak ditanggapi dg kepala dingin akan membuat masalah baru...perkelahian. En masih banyak lagi masalah di jalan lainnya.

Pembangunan jalur busway rute Ragunan-Kuningan, yg diharapkan bisa mengurangi masalah kemacetan di sepanjang (salah satu) jalur 'neraka' ini, tidak membantu banyak. Permasalahan utamanya jelas...jumlah armada yg kurang memadai. Walhasil, alih2 menunggu busway yg tak kunjung datang, orang2 lebih memilih membeli motor....dan dengan demikian, program pemda DKI gagal dg sukses.siyul-siyul Makanya, gw heran banget masih banyak orang yg antre menjadi gubernur DKI, padahal masalahnya seabreg lho...Susah lho menjadi gubernur DKI itu...!!

Dampaknya jelas...gw bakal lebih berlama-lama lagi menempuh jalanan di Jakarta...whew!ketuk2 jari...

Posted on Wednesday, March 28, 2007 by M Fahmi Aulia

4 comments

3/27/2007

*dapat dari temen...*
Gara-gara laptop, anggota DPR jadi bahan ledekan.

Ini beberapa diantaranya :

HUMOR ANGGOTA DPR DAN LAPTOP

Anggota DPR: "Mba, laptopnya salah."
Customer Service: "Salah gimana pak?"

Anggota DPR: "Laptopnya nggak mau hidup."
CS: "Sudah tekan tombol power pak?"

Anggota DPR: "Tombol powernya sebelah mana mba?"
****

Anggota DPR: "Mba, saya mau konek ke internet nggak bisa, kenapa ya?"
Customer service: "Nggak bisanya kenapa?"

Anggota DPR: "Saya ketik www.playboy. com, gambarnya nggak keluar."
Customer service: "Pesan errornya apa pak?"

Anggota DPR: "Nggak ada pesan error, pokoknya saya ketik playboy.com di addressnya, nggak muncul gambar sama sekali."
Customer service: "Bapak koneksi internetnya pakai apa, dial up, hotspot?"

Anggota DPR: "Pakai gambar yang ada tulisan e (maksudnya internet explorer)."
Customer service: "Maksudku, bapak langganan internetnya pakai ISP apa, lalu cara koneksi internetnya pakai dial-up atau hotspot, mungkin settingnya ada yang salah."

Anggota DPR: "ISP itu apa sih mba?"
Customer service: "Wah ini sih 50 x 2 pak.."

Anggota DPR: "Apa tuh mba?"
Customer service: "CAPE' DEH!!"
******

Anggota DPR: "Mba' saya ingin daftar account di yahoo.com kok nggak bisa ya?"
Customer service: "Nggak bisa kenapa pak?"

Anggota DPR: "Ada tulisan, paswort is nat long inof, suld bi mor ten 8 karakter"
Customer service: "Itu maksudnya, password bapak minimal 8 huruf."

Anggota DPR: "Oooo...oke deh.., saya coba dulu."
Anggota DPR: "Mba password minimal delapan huruf itu delapannya pakai angka 8 atau ejaan delapan?"
Customer service: "Maksudnya?"

Anggota DPR: "Saya suda tulis di kolom password minimal 8 huruf, tapi bingung mau tulis delapannya, pakai angka delapan atau ejaan huruf 'delapan'."
Customer service: "Ketik ini aja pak..C Spasi D."

Anggota DPR: "Apa tuh?"
Customer service: "CAPE' DEH !!!"
****

Anggota DPR: "Mba' kalau muter film di laptop, gimana caranya ya?
CS: "Ada dvd playernya kan pak?"

Anggota DPR: "Sebelah mana tuh mba?"
CS: "Disamping kanan, pak. kalau di tekan tombolnya nanti, piringan discnya keluar."
Anggota DPR: "Ooooo.... yang keluar itu, piringan disc ya? Udah patah tuh kemarin."

CS: "Kok bisa patah?"
Anggota DPR: "Saya kira tempat buat naruh gelas minuman."
******

Anggota DPR: "Komputer saya rasanya kena virus"
CS: "Virus apa tuh pak?"

Anggota DPR: "Kurang tahu juga, setiap mau cetak ke printer, selalu ada tulisan kennot fain printer."
CS: "Itu mungkin salah setting pak."

Anggota DPR: "Settingnya udah bener kok, kemarin aja bisa nyetak, tapi sekarang nggak bisa. Saya sudah tunjukkin printernya di depan laptop, tetap aja dia terus-terusan "searchng printer not found." Kayanya webcamnya rusak, nggak bisa lihat printer."
CS: "Mendadak laper nih Pak, ingin makan tape.."

Anggota DPR: "Lho..kok begitu?"
CS: "TAPE DEH !!!!"
********

Anggota DPR: "Mba, kalau mau baca blognya si artist anu dimana ya?"
CS: "Bapak cari aja di google."
Anggota DPR: "Tapi si artist anu nggak kerja di google kok mba, saya tahu persis."

Posted on Tuesday, March 27, 2007 by M Fahmi Aulia

2 comments

Gw baru tahu, kalo video clip Sherina untuk lagunya yg terbaru, ternyata (menurut Fidrik) nyontek dari vidclipnya Muse. *ada yg bilang malah lagunya juga nyontek...*

Berikut perbandingannya. *click untuk memperbesar* *Kredit buat Fidrik buat gambar2nya*


Posted on Tuesday, March 27, 2007 by M Fahmi Aulia

8 comments

3/26/2007

Meski gw bukan penggemar berat Formula 1, ajang adu kecepatan mobil2, namun gw ikut mengamati dan (sesekali) menikmati lomba dan persaingan yg terjadi.

Sejak jagoan gw, Michael Schumacher (MS), pensiun dari Ferrari dan ajang Formula 1 per akhir tahun 2006 lalu, gw rada2 tidak terlalu berminat mengikuti...karena gw beranggapan dengan mundurnya MS, F1 kehilangan gregetnya...karena gw sendiri beranggapan menangnya Fernando Alonso (FA) pada tahun 2006 lebih banyak disebabkan setelan mobil Ferrari yg cenderung jebot...meski di akhir2 tahun, menjelang selesainya musim F1 tahun 2006, performa Ferrari kian membaik...toh, ternyata di seri terakhir, MS mesti pensiun dan mundur dari arena F1 dengan sedikit memalukan, karena kondisi mesin Ferrari yg mendadak mogok.crying

Namun ternyata asumsi gw salah....SALAH BESOAR, malah..!! Apa sebabnya gw salah?

Hal ini dikarenakan saat terjadi seri pertama, yg diselenggarakan di Australia, tgl 18 Maret 2007 lalu, terjadi kejutan yg (menurut gw) cukup luar biasa.

Seorang 'rookie' (pembalap pemula, alias nyubi di arena) bernama Lewis Hamilton (LH), berhasil mencuri perhatian khalayak ramai, tidak saja para pengamat dan penggemar F1, bahkan gw juga sempat mengernyitkan dahi saat nama 'ga dikenal' ini disebut naik podium.hmmm...mikir2

Tak lama, gw segera kontak Oom Gugel, cari tahu ttg LH. Hmmm...ternyata cukup banyak juga informasi yg gw peroleh, terkait si LH ini. *silakan baca di sini, sini, sini, dan sini*

Melihat potongan wajah dan postur si LH, kok gw merasa dejavu...teringat dengan tokoh olah raga lain...Semula gw cari2 di kalangan pebasket...tapi kok ga ada yg cocok dg gambaran si LH ini. Barulah saat gw cari informasi tentang Tiger Wood (TW)...gw merasa dejavu gw terjawab..!!!

Yap...yap...yap...(menurut gw), LH = TW + MS. En kemudian gw baca di beberapa media, LH ini memang orang kulit hitam pertama yg berhasil menjadi peserta F1 (sebagai pengemudi, tentunya).

Kesimpulannya jelas... LH adalah sosok TW dengan kemampuan MS...wakakak..!!!

Wah, kayanya F1 tahun 2007 ini masih menarik untuk diikuti tiap serinya...!!!siyul-siyul

Posted on Monday, March 26, 2007 by M Fahmi Aulia

3 comments

3/24/2007

Hmmm...kali ini gw ada 3 keluhan tentang sistem yg dimiliki pro-XL. Yang satu dari gw, dua lagi dari temen gw sih (titipan...hihihi..)

1. Ga bisa ngapa2in
Kamis pagi, 22 Maret 2007, no gw mendadak silent please (Tukul mode). Ga bisa dipake nelpon, ga bisa sms, ga bisa dikontak. Pokoknya silent...mulai dari jam 9 pagi sampe jam 10 siang-an. Jam 10 siang, gw bisa ditelpon orang dan di-sms, tapi ga bisa balas, (masih) ga bisa nelp.

Coba cek ke 123, pas ngecek di tanggal berakhir masa aktif, dapat pesan,"Layanan yg anda pilih tidak bla bla bla..." (or something like that...)

Bah...di saat sedang penting2nya, gw ga bisa kontak orang, padahal mesti meeting pagi itu. Walhasil, gw bengong dah...nungguin.ngamuk

2. System aktivasi yg dodol
Ini cerita teman gw...dia beli kartu prabayar Jempol. Dia aktifkan nomornya (sekaligus registrasi) tgl 17 Maret 2007. Nah, baru 2-3 hari pakai, mendadak dia tidak bisa ngontak lagi, baik via sms ataupun nelp. Di tengah2 kebingungan seperti itu, dia pakai layanan 123 dari XL.

Saat cek masa aktif, dibilangnya MASA AKTIFNYA HABIS 15 MARET 2007..!!!halah Lalu dia kontak CS XL. Eh ternyata kata CS-nya, no yg dimiliki (dan telah diregistrasi) temen gw ga sama dg yg ada di database XL. Nah, lho...!!!halah

Terlanjur kesel, temen gw tutup pembicaraan dg CS. Lalu, saat dia cek lagi, MASA AKTIFNYA TIBA-TIBA BERUBAH MENJADI 15 APRIL 2007...!!!

Suatu hal yg sangat mengherankan...benar2 SUATU SYSTEM YG AMBURADUL!! Bagaimana mungkin suatu no pra bayar yg sudah melewati masa aktif, bisa dijual dan diregister serta diaktifkan?ga bisa ngomong

Walhasil, saat ini temen gw sudah kembali menggunakan no-nya yg lama...dari operator lain.

3. Ga survey kok diaktifkan? Malah potong limit pula!!
Kasus temen gw yg ini, sedikit unik dan njelimet serta cukup menjengkelkan.

Cerita dimulai dari temen gw yg mengubah sistem pembayaran no xl, dari pra bayar menjadi pasca bayar (explorer). Perubahan ini dia lakukan karena tertarik dg beberapa fitur explore yg menurut dia cukup sesuai dengan kebutuhannya dalam berkomunikasi (memakai hape). Yg paling dia utamakan adalah TIDAK KEHABISAN PULSA saat dibutuhkan....heheh..melet Dia sendiri menetapkan 100rebu sebagai limit pemakaian per-bulannya. *hi Ben...kasus elo gw blog-in nich...xixixi...*

Saat tanya jawab dg cs explore, dia diberitahu bahwa akan ada survey dulu, kemudian baru akan diaktifkan selambatnya 10 hari sejak persetujuan. Temen gw setuju saja...

Eh, tak disangka...3-4 hari kemudian, pihak XL MENGUBAH NO-NYA MENJADI EXPLORE TANPA PEMBERITAHUAN. Temen gw ini sempat kaget, saat menekan *123#, dia tidak menemukan informasi sisa pulsanya. Oya, temen gw ini sebelumnya masih punya pulsa dari tipe pra bayarnya...itu sebabnya dia iseng ngecek. Kekagetan temen gw bertambah karena (seperti gw tulis) no-nya berubah menjadi pasca bayar tanpa pemberitahuan. Meski demikian, dia agak seneng juga...surprise aza...dari 10 hari yg dijanjikan, tapi ternyata 3-4 hari sudah berubah.siyul-siyul

Akan tetapi, secuil rasa senang yg dirasakan Beny F, temen gw ini, tidak lama. Beberapa hari lalu, dia ngontak (nelp) seorang kenalannya. Namun, tidak lama berbicara, mendadak dia mendengar bunyi 'beep' di handphonenya. Sejenak dia tercengang...sedikit keheranan dg bunyi 'beep' ini.

Saat dia cek pulsa, LHO, TERNYATA PULSANYA HABIS...!!! Ketika dia cek batas limit yg tersisa, dia lebih kaget lagi...TERNYATA PIHAK XL HANYA MENERAPKAN LIMIT SEBESAR 10REBU!!!

Segera dia kontak cs-nya XL. Ternyata HASILNYA MENGECEWAKAN. Jadi, awalnya dia komplen ke CS kok limit yg diberikan hanya 10 rebu. CS-nya menjawab bahwa itu PROSEDUR STANDAR yg dilakukan oleh pihak XL. Tidak puas dg jawaban itu, temen gw nyosor lagi...bahwa dia udah set 100rebu sebagai limit, knapa kok jadi cuma 10 rebu? CS juga ngotot itu prosedur standar.

Cape mbahas prosedur standar, akhirnya temen gw nanya kok no-nya tiba2 berubah menjadi explore, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. CS menjawab bahwa perubahan itu dilakukan karena pihak XL TIDAK MENEMUKAN ALAMAT (RUMAH) YG DICARI. Temen gw makin kesel...dia tanya, lho, sudah gagal menemukan rumah saya kok tetep diaktifkan menjadi explore, tanpa pemberitahuan? CS-nya ngeles, bahwa XL sudah berulangkali mengontak dia tapi gagal.

Temen gw makin kesel...rumah ga ditemukan, no diubah menjadi pasca, tapi limitnya ga sesuai request.

Akhirnya tadi dia curhat ama gw tentang kasusnya ini. Pas gw tanya apakah dia berubah no-nya...dia bilang ga, tanggung ama no yg dia punya sekarang katanya.cekikikan

So, pihak pro XL...gimana nih pertanggungan jawab dan kompensasi untuk kerugian2 yg kite2 alami??siyul-siyul

Gimana you punya system...apa bisa dipertanggungjawabkan? Pantesan XL mengubah sistem biaya percakapan, dari Rp 500/menit menjadi Rp 25/detik (alias Rp 1500/menit). Nombokin kerugian yg terjadi selama ini ya??siyul-siyul

Posted on Saturday, March 24, 2007 by M Fahmi Aulia

2 comments

3/23/2007

Sudah sejak beberapa tahun lalu, gw kepikiran bahwa tinju sebaiknya DICORET dari daftar cabang olahraga. Ada banyak alasannya, tapi sebelumnya mari kita telaah dulu apa itu olahraga.

Sejak kecil, kita telah diajari bahwa TUJUAN OLAHRAGA adalah MENJADIKAN BADAN (lebih) SEHAT. Yang dimaksud badan di sini tidak saja badan yg kita gerakkan sehari-hari, namun juga ke bagian organ dalam seperti jantung, paru-paru, dan OTAK.

Dari hal di atas, jelas sekali tujuan olahraga adalah MEMBUAT SEHAT. Well...mungkin pernyataan di atas cenderung sepihak...tapi, emangnya ga boleh?? Toh sekali-sekali ini sepihaknya...cekikikan

Gw sendiri melihat para PETINJU umumnya HANYA SEHAT DI MASA MUDA. Setelah tua, banyak sekali petinju yg menderita penyakit parkinson. Contoh paling gampangnya, bisa dilihat di sosok Muhammad Ali...yg menderita parkinson cukup parah.

Memang, parkinson tidak hanya menyerang petinju. Setau gw, ada artis Hollywood yg mati karena parkinson, demikian juga Nancy Reagan (atau malah Ronald Reagan) juga menderita parkinson, meski mereka tidak pernah ada riwayat menjadi petinju.

Ok, jika parkinson 'tidak bisa' dianggap sebagai alasan tinju dicoret dari cabang olahraga, gw tunjukkan bukti lain. Sejauh ini, sudah cukup banyak PETINJU YG TEWAS DI RING. Nah, ini jelas bukti tak terbantahkan...yg menjadi alasan utama gw mengusulkan tinju dicoret dari cabang olahraga.

Dari sebuah surat kabar, Harian Terbit, edisi Rabu 21 Maret 2007, tertulis daftar petinju Indonesia yg tewas. Gw kupipes...(url gw tambahin...sedapatnya..harap maklum)
1. Jimi Koko (1948)
2. Rocky Wang (1950)
3. Robby Pav (1959)
4. Sarono (1961)
5. Aceng Jim (1978)
6. Nasir Kitu (1979)
7. Domo Hutabarat (1984)
8. Agus Souisa (1987)
9. Wahab Bahari (1987)
10. Suryanto (1989)
11. Bongguk Kendy (1990)
12. Yance Samangun (1993)
13. Akbar Maulana (1950)
14. Bayu Young Iray (2000)
15. Dipo Saloko (2000)
16. John Namtilu (2000)
17. M Alfarizi (2000)
18. Donny Maramis (2001)
19. Johans Bones (2003)
20. Antonius Moses (2004)
21. Jack Ryan (2004)
22. Anis Dwi Mulya (2007)

Gw sendiri yakin bahwa 22 petinju yg ada di atas hanyalah sebagian kecil dari petinju2 yg tewas di atas ring. Karena bisa jadi banyak arena/pertandingan tinju yg digelar tanpa ijin resmi.

Ini baru di dalam negeri. Di luar negeri sendiri sudah cukup banyak petinju yg tewas karena efek tinju ini. Mungkin anda2 bisa googling sendiri, dg keyword "Death on ring", "boxer dead on ring", "deadly ring" atau sejenisnya.

Tayangan tinju, baik perebutan sabuk gelar apapun, tidaklah menarik buat gw. Kita serasa MENGADU MANUSIA untuk saling menjatuhkan dg kontak fisik. Apa bedanya dg sabung ayam atau adu domba Garut? Mungkin terdengar naif....tapi...who cares??tongue

Posted on Friday, March 23, 2007 by M Fahmi Aulia

5 comments

Miyabi yg gw maksud di sini adalah salah satu tokoh dalam komik GTO (Great Teacher Onidzuka).

Bagi yg belum membaca komik GTO (aih bowww....hare gene masih belum baca komik GTO?siyul-siyul), gw ceritain sedikit tentang Miyabi.

Di awal kedatangan Onidzuka, Miyabi merupakan musuh terbesarnya. Dia selalu meneror Onidzuka dg berbagai cara, dari cara yg halus hingga sangat kasar. Namun, Miyabi selalu dongkol, karena usahanya seringkali gagal...bahkan rencana semula untuk menjatuhkan Onidzuka, ujung2nya malah Miyabi sendiri yg 'tertampar' karena Onidzuka-lah yg menjadi pemenangnya.

Namun, setelah di satu episode, Onidzuka menyelamatkan keluarga Miyabi, Miyabi akhirnya menjadi akrab dg Onidzuka.

Cerita lengkapnya, silakan baca sendiri komik GTO.

Sebagai pelengkap, berikut beberapa skrinsut Miyabi. Selamat menikmati...

Posted on Friday, March 23, 2007 by M Fahmi Aulia

1 comment

3/22/2007

Siapa yg mengendarai mobil F1 ini??






Thanks buat Pendekar Potosop

Posted on Thursday, March 22, 2007 by M Fahmi Aulia

2 comments

Free Image Hosting at www.ImageShack.usBeberapa waktu lalu, saat gw pergi ke gramedia, gw menemukan sebuah buku yg menarik. Judulnya, seperti tertera di foto sebelah kanan ini, rada2 serem, "The Mass Killer of The Twentieth Century". Dengan foto Adolf Hitler 'menguasai' sampul buku, tidak pelak lagi, buku ini memang benar2 'akan' bercerita tentang pembunuhan2 massal yg terjadi di abad 20.

Gw baca dg 'fast reading mode' tapi tidak mengurangi informasi yg masuk, ternyata buku ini cukup menarik. Tiap tokoh pembunuh massal ini diceritakan bagaimana mereka mencapai jabatan tertinggi di negara mereka, kemudian melakukan pembunuhan2 massal, tidak hanya di negara mereka, tapi (terkadang) juga menimpa orang2 di luar negara mereka.

Bagian yg menarik dari buku ini adalah dicantumkannya presiden Republik Indonesia yg pernah menjabat cukup lama, Soeharto. Di sampul buku ini, anda bisa lihat di sebelah kiri bawah. 'Dosa' mbah Harto adalah melakukan pembunuhan massal terhadap para anggota PKI, serta digelarnya Petrus (Penembakan Misterius), sebuah tindakan pembunuhan terhadap para penjahat kambuhan (residivis) sebagai upaya 'shock therapy' agar penjahat2 lain lebih mikir dulu sebelum bertindak.

Sayangnya, buku ini sedikit miskin gambar/foto. Tidak banyak gambar/foto yg ditampilkan. Mengenai harga, gw rada2 lupa...tapi yg jelas di atas Rp 50 rebu. Jadi, kalo yg berminat (banget) dengan sejarah, barulah buku ini layak dibeli...setidaknya kata gw. Gw sendiri sih, kalo memang bisa baca di tempat, yaa...baca di tempat...asal jangan komik, ntar kena kasus kaya dulu, xixixi...cekikikan

Posted on Thursday, March 22, 2007 by M Fahmi Aulia

3/21/2007

Sudah menginjak bulan ketiga, sejak peraturan jalur kiri dan menyalakan lampu (bagi motoris) diberlakukan. Sebagai motoris yg melintasi jalan2 utama di Jakarta, gw melihat bahwa 2 peraturan itu sudah mulai tidak efektif...bahkan untuk jalur kiri, ketidak efektifan ini sudah berlangsung hanya beberapa saat setelah peraturan itu diberlakukan.

Jika anda2 para motoris yg melewati jalan Gatsu, anda akan melihat bahwa penerapan jalur kiri sudah (hampir?) tidak berlaku. Setidaknya gw pernah lewat jam 8-10 pagi, tidak ada lagi tonggak2 oranye, peralatan portable milik pihak kepolisian, yg digunakan untuk menjadi pembatas motor boleh lewat. Entah jika anda2 masih melihat tonggak2 oranye itu terpasang...karena gw sendiri tidak setiap hari lewat Gatsu, namun setidaknya saat gw lewat, tonggak2 itu sudah tidak ada (atau memang tidak ada?).

Sangat berbeda dg saat peraturan ini diterapkan. Ratusan, bahkan ribuan orang terkena tilang dan sidang di tempat. Sementara saat ini...ah, sudahlah...anda2 tahu sendiri kan??kedip-kedip

Sementara itu, hal yg sama juga terjadi pada peraturan motoris mesti menyalakan lampu di siang hari. Peraturan ini muncul (katanya) untuk menekan angka kecelakaan. *lengkapnya baca di sini*

Namun, sudah sebulan ini gw perhatikan banyak motoris yg tidak lagi menyalakan lampunya di siang hari. Dari sekian banyak alasan yg gw dengar, setidaknya gw bagi menjadi 2 alasan:
1. Tidak ada pengaruhnya.
Salah satu alasan yg gw dengar adalah menyalakan lampu tidak ada pengaruhnya. Kecelakaan yg terjadi BUKAN karena lampu nyala atau tidak, tapi lebih banyak karena KETIDAK SIGAPAN PENGEMUDI (motor/mobil). Bagi mereka, menyalakan lampu sebagai tindakan preventif adalah alasan yg mengada-ada.

2. Bikin rusak motor.
Beberapa teman dan kenalan gw menyatakan bahwa dampak dari menyalakan lampu di siang hari adalah rusaknya sistem lampu depan mereka. Ujung2nya mereka mesti lebih sering ke bengkel untuk memperbaiki motor mereka...dan ini jelas...BIAYA alias DUIT.

Gw sendiri melihat, polisi memang tidak tegas untuk aturan ini. Tidak ada tilang/sidang yg dikenakan bagi pelanggar peraturan (atau himbauan?) ini. Motoris yg menyalakan lampu depan atau tidak, tidak ada bedanya, semuanya boleh lewat.

So, gw sendiri ngetes. Ga nyalain lampu sejak berangkat dari Mampang, hingga sampai di daerah Monas. Hasilnya? TIDAK ADA POLISI YG MENEGUR...!! Walhasil, sejak awal bulan ini, gw ga nyalain lampu depan lagi. Ga ada gunanya toh? Pengen ga celaka? Yaa...mesti lebih hati2 donk. Selain itu, motor juga ga cepet rusak (dan life time lampu jadi lebih panjang). Oya..BUAT APA GW KONSISTEN UNTUK SESUATU YG TIDAK KONSISTEN??

Kesimpulannya? Kalo bikin peraturan, yaaa yg jelas. Punish&reward mesti ditegakkan...atau kalo dirasa tidak mampu, yaa..jangan bikin peraturan yg aneh2 kaya gitu ya pak??siyul-siyul

Posted on Wednesday, March 21, 2007 by M Fahmi Aulia

5 comments

3/20/2007

Barangkali sudah banyak yg tahu mengenai penggunaan bola-bola untuk mengatasi lumpur Lapindo. Nah, beberapa waktu lalu, gw dapat file-file yang berkaitan dengan penggunaan bola-bola ini.

File-file ini berisi dasar teori, serta beberapa pertanyaan dari seorang profesor yang berkaitan dengan keefektifan penggunaan bola-bola ini untuk mengurangi/menghentikan semburan lumpur yang terjadi di Lapindo.

Bisa jadi kasus berhentinya semburan lumpur (walau sesaat) adalah akibat penggunaan bola2 ini. Mudah2an teori bola2 ini memang berhasil menghentikan semburan lumpur di Lapindo.berdoa

Berikut ini adalah file-file tersebut (hanya tersedia 30 hari dari sekarang)
- FAQ HDBC (pdf)
- Jawaban untuk Prof Wiratman (doc)

Semoga berguna...

Posted on Tuesday, March 20, 2007 by M Fahmi Aulia

No comments

Mengikuti perkembangan persiapan pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, membuat gw tercenung, tersadar dan akhirnya tertawa terbahak-bahak (tapi getir)...melihat kondisi para balon (bakal calon) gubernur DKI. Ups...bukan bermaksud melecehkan dan mengejek...silakan baca dulu hingga selesai artikel ini ya?kedip-kedip

Sebagai kilas balik, proses pendaftaran balon dilakukan sejak akhir 2006 lalu. Ada beberapa balon yg sudah muncul dan menyatakan kesiapannya dalam mengurus Jakarta. Tapi maaf, kok gw lebih yakin yg mau diurus adalah duitnya, bukan permasalahan yg melanda Jakarta...karena selama ini, SUDAH MENJADI RAHASIA UMUM, kalo ada masalah, semua gubernur...eh, pejabat, baik gubernur, walikota, lurah, bahkan rt/rw lebih banyak berkelit. Tapi begitu urusan duit, waaahh...langsung pada sigap deh. Oya...ini berlaku umum...dan tidak hanya di DKI Jakarta kok...

Beberapa nama yg sempat muncul adalah:
- Faisal Basri
- Adang Darojatun
- Fauzi Bowo
- Sarwono Kusumaatmadja
- Agum Gumelar
- Rano Karno

Nama2 di atas banyak diajukan oleh berbagai parpol. Golkar sendiri sejak awal menjagokan Fauzi Bowo, sedangkan PKS lebih memilih Adang Darojatun, yg mantan Wakapolri. Sementara Faisal Basri, Sarwono K, dan Agum Gumelar masih terus digadang-gadang (gw kesulitan menemukan kosa kata yg tepat...tapi gampangnya sih 'diangkat-angkat') oleh beberapa partai politik lain.

Nah, beberapa hari lalu, parpol2 sudah menetapkan bakal calon gubernur yg akan mereka ajukan ke 'medan pertempuran' pemilihan gubernur. Yg mengejutkan adalah, HANYA 2 ORANG YG MENJADI BALON GUBERNUR. Mereka adalah Fauzi Bowo dan Adang Darojatun.

Yg lebih mengejutkan dan mencengangkan, sekaligus (buat gw) MEMALUKAN adalah ADANYA KOALISI 18 PARPOL untuk mendukung Fauzi Bowo untuk MELAWAN balon PKS, Adang Darojatun.

Disebut memalukan, karena gw melihat koalisi 18 parpol ini berarti:
1. Terjadi perang politik, antara 'nasionalis-pluralisme' melawan agama.
2. Parpol2 ternyata masih ciken nyalinya...tidak berani mengajukan sendiri balonnya.
3. Adanya dendam politik, karena PKS memenangkan DKI Jakarta pada pemilu yg lalu.
4. Membuat sengsara balon2 lain, yg sebelumnya mereka angkat-angkat.

Khusus untuk poin 4, di koran Tempo edisi Sabtu (17 Maret 2007) Agum Gumelar menyatakan kekesalannya...karena dia merasa 'dicampakkan' oleh parpol2 (terutama partai Demokrat) yg semula mendukung dia maju menjadi balon gubernur DKI. Dari keterangan Agum Gumelar, partai yg SEMULA mendukung dia adalah Partai Demokrat (yg notabene 'dimiliki' SBY). Dari kasus ini, kita bisa tahu bahwa PD ternyata TIDAK BERNYALI (upss...maaf jika terlalu 'keras') dan sebagai konsekuensinya, jika perlu masyarakat di-edukasi agar tidak memilih parpol ciken tersebut.sigh

Karenanya, gw rasa ga salah jika menyebut Agum Gumelar dijadikan badut lelucon oleh parpol2 yg tidak bertanggung jawab serta tidak mempunyai etika. Alasannya jelas, parpol2 tersebut sudah membuat Agum banyak buang2 waktu, uang, dan tenaga untuk bersiap menjadi balon gubernur, yg ternyata tidak jadi diajukan.

Gw ga tau persis untuk nama2 lainnya, terutama Faisal Basri. Tapi gw yakin, dia juga pasti kecewa berat...karena sebelumnya gw melihat dukungan ke Faisal Basri juga cukup besar.

Sedangkan untuk Sarwono, ternyata dia tidak didukung oleh Golkar..padahal beliau sudah banyak kontribusinya untuk Golkar.

Sementara untuk Rano Karno, yg gw tau, dia bersikap tarik ulur....maksudnya, RK tidak berniat frontal maju sebagai bakal calon gubernur, tapi dia lebih bersikap realistis...menjadi wakil gubernur. Setidaknya, ini mungkin lho...kerugian di pihaknya tidak akan terlalu besar jika 'cuma' jadi calon wagub. Minimal, duitnya ga akan jor2an habis buat kampanye ini itu...sogok sini situ...karena kalo jadi calon wagub tinggal nunggu 'lamaran' dari calon gubernur.

Dari beberapa berita yg gw baca, LSI (Lembaga Survei Indonesia) menyatakan hasil survey lebih berpihak ke Foke (aka Fauzi Bowo) dibandingkan Adang. Tapi, itu masih survey...segala sesuatu masih bisa berubah.

Gw sendiri lebih condong memilih ke Adang...banyak pertimbangannya...namun 1 hal yg gw salut ama pak Adang...beliau MAU MELEPAS JABATANNYA SEBAGAI WAKAPOLRI untuk memfokuskan diri dalam persiapan maju sebagai bakal calon gubernur yg diajukan PKS. Ini contoh yg baik...agar tidak terjadi penyalah gunaan jabatan dan wewenang...serta mengurangi bias.

Anda, penduduk Jakarta, menjagokan siapa??siyul-siyul

Artikel terkait:
- Menjadi Gubernur DKI itu Tidak Mudah.

Posted on Tuesday, March 20, 2007 by M Fahmi Aulia

1 comment