Hari Sabtu lalu, sebelum aku terkapar karena sakit, aku dan Wify menyempatkan diri ber-wisata kuliner lagi, tentu saja di Jakarta. Dan kali ini, kami berwisata kuliner MAKAN RAWON SETAN...!!

Free Image Hosting at www.ImageShack.usBanyak sekali cerita yg berkembang sekitar penamaan rawon setan. Yang aku tahu, di tempat asalnya, di Surabaya, warung rawon ini buka sampai tengah malam (bahkan sampai pagi katanya). Konotasi yg dipakai untuk makhluk2 yg 'gentayangan' di tengah malam hingga pagi, yaa...setan (kata setan,"EMANGNYA GW DOANK YG KELUYURAN MALAM2 SAMPE PAGI?? SEMPRUL SAMPEYAN..!!") Dan tentu saja, karena rumah makan ini menyandang gelar rawon setan, berarti buka sampe pagi donk ya? hehehe..siyul2

Free Image Hosting at www.ImageShack.usNah, lokasi rawon setan mbak Endang ini mudah dikenali, selain karena di pinggir jalan raya di Tebet (eh, eh, ternyata dekat dg Daeng Tata, salah satu tempat makan favoritku), ada spanduk yg lumayan juga mejeng di situ. *lihat foto di samping ini*

Free Image Hosting at www.ImageShack.usSetelah parkir Red Banzai, kami berdua segera masuk. Hmmm...suasananya cukup 'njawa timur', suasana yg sudah lama aku tinggalkan. Meski yaa...dipoles juga dg kehidupan modern. Walhasil, tampaklah suasana rumah makan warung setan ini seperti yg ada di foto2 di samping ini.

Free Image Hosting at www.ImageShack.usFree Image Hosting at www.ImageShack.usTernyata warung rawon setan di Tebet ini bukanlah satu2nya cabang rawon setan di Jakarta. Dari gambar di samping, aku dapati ternyata ada beberapa cabang lainnya. *baca sendiri yak?* Lalu seperti biasa, mataku 'jelalatan' melihat-lihat. Wah, ada foto2 artis yg pernah makan di sini.

Free Image Hosting at www.ImageShack.usOk...ok...cukup sudah melihat-lihat dan mengamati rumah makan ini. Saatnya kita memesan makanan...!! Hmmm...membaca menu2 makanan yg ada di situ, kayanya ada yg kurang, yakni TAHU CAMPUR dan RUJAK CINGUR..!! Mestinya sebagai duta makanan khas Jawa Timur, kedua jenis makanan itu tidak boleh dilewatkan donk!!dzigh

Free Image Hosting at www.ImageShack.usSudahlah...daripada ngomel2 terus..mari kita pesan. Hmmm...aku pesan Rawon IGA, sementara Wify pesan Nasi Campur. Semula aku ragu, nasi campur? Jangan2 nasi babi? Tapi setelah baca dg lebih seksama, ternyata nasi campur = nasi rames. Untuk minumnya aku pilih es jeruk (mulai terserang flu, jadi mesti minum yg ada kandungan vit C), sementar Wify pesan teh. Eit..eit...Wify sedang bergaya...jepret dulu deh...(jepret...jepret...)

Free Image Hosting at www.ImageShack.usLumayan lama nunggu, sekitar 15-20 menit, akhirnya pesanan kami datang. Ternyata benar dugaanku, kalo nasi campur = nasi rames. Lumayan juga porsinya. Jenis masakan yg dicampur di situ adalah daging sapi, tahu, goreng tempe, telur. Yummy juga nich tampaknya..ngiler

Free Image Hosting at www.ImageShack.usFree Image Hosting at www.ImageShack.usTak berapa lama kemudian datanglah pesananku, rawon iga. Wuiiihh...disajikan di dalam panci, dilengkapi dg kompor (spiritus) yg masih menyala. Hmmm...nampaknya memang biar para pemesan bisa makan dg kuah yg masih hangat. Saat aku buka tutup pancinya, langsung deh tercium wangi2an khas rawonngiler. Cacing2 di perut sudah mulai protes,"Hei...mister Fahmi, you mau makan saja kelamaan banget sih?!? Eike di sini sudah lapar tauuukk...!!"

Free Image Hosting at www.ImageShack.usFree Image Hosting at www.ImageShack.usSementara itu, tauge (kecambah) disajikan di piring lain, bersamaan dg jeruk nipis. Ok...here we goo...dimulailah ritual makan rawon. Pertama-tama, masukkan daging rawon dan kuah secukupnya ke dalam nasi. Lalu campurkan tauge, sebanyak-banyaknya. (jika di rumah, biasanya tauge malah menutupi nasi, hehehe..) Lalu siap santap dehhh..

Wah...kuah rawonnya benar2 mantaaapppsss...uenak banget. Meski masih kalah dg rawon buatan nyokap, ahak...ahak...cekikikan Dilanjutkan dg mulai makan daging iga. Arrrghh..ternyata dagingnya ALOT bin KERAS!! Apa kurang lama direbusnya ya?

Seraya makan, kami ngobrol, nyam nyam deh pokoknya. Aku sendiri seraya memotong2 daging yg alot, masih terheran-heran mengapa tidak ada menu tahu campur dan rujak cingur ya?

Eh, ternyata Wify ga habis makannya. Walhasil, usai menyantap nasi rawon iga (dan tambah 1 porsi nasi putih), aku segera mengalihkan sasaran ke nasi campur Wify yg ga habis. Hmmm...dagingnya lebih empuk daripada daging iga yg aku makan. Sementara untuk goreng tempe, tahu dan telor, yaa...standar lah..

Free Image Hosting at www.ImageShack.usUsai menghabiskan sekian puluh ribu, aku baru 'sadar' bahwa ada goreng paru (basah) yg tersaji di meja. Tapi berhubung perut sudah terisi cukup, tidaklah baik makan berlebihan...nanti malah jadi muntah. Berlebihan, demikian menurutu kanjeng Rasululloh SAW. Mungkin kali lain sahaja makan goreng paru itu.

Seraya keluar, aku masih berpikir:
KENAPA DAGING IGANYA ALOT BANGET? DAN KENAPA MENU TAHU CAMPUR DAN RUJAK CINGUR GA ADA?

Overall, nilai 7.5 sahaja. Mau kasih 8.5, tapi dagingnya alot...lebih alot dari daging iga di Daeng Tata.
*posting artikel sambil badan meriang*

Oya, kata nyokap, rawon setan juga ada di Bandung, tapi bumbunya 'payah'...merica dan kecap..ga kerasa keluwaknya. At least masih mending rawon setan di Jakarta lah...hihihi..