Well...musim hujan sudah mulai datang dan seperti biasa, ini saatnya aku selaku motoris Jakarta mesti mempersiapkan diri lagi untuk menghadapi musim hujan ini. Jas hujan, sandal jepit, tas plastik (untuk menyimpan sepatu), dan suplemen (jaga2 agar stamina jangan sampai drop) merupakan sebagian perlengkapan yg mesti available all the time.

Namun demikian, ada 1 hal TERAMAT penting yg mesti aku persiapkan juga, yakni MENGAMATI MUSUH PARA MOTORIS DI KALA MUSIM HUJAN.

Q:"Lho, memangnya apaan sih musuh motoris di musim hujan?"
A:"Masa ga tahu??!! Katro kamu!!"

Anda bisa menjawab ndak pertanyaan di atas? Kalo ga bisa, ntar katro lho!alamak

Yang aku maksud musuh motoris di musim hujan adalah LUBANG-LUBANG DI JALAN!

Mungkin banyak di antara anda2 yg bertanya-tanya mengapa lubang2 di jalan dianggap musuh motoris? Well...lubang2 di jalan ini, terutama yg cukup dalam, bisa mengakibatkan para motoris terjatuh dan mengalami kecelakaan. Bahkan aku pernah baca beberapa bulan lalu, seorang motoris tewas setelah terjatuh ke dalam sebuah lubang bekas galian yang ditinggalkan begitu saja, di Kuningan.

Aku sendiri, alhamdulillah, tidak pernah mengalami peristiwa seperti itu. Namun, aku lihat di beberapa lokasi di Jakarta ini, penggalian mulai 'rajin menyapa'. Banyak sekali 'alasan' dilakukan penggalian, diantaranya perbaikan infra struktur, penanaman kabel fiber optik, dst dst.

Ok lah, aku tidak akan berargumen mengenai alasan penggalian. Yang aku 'permasalahkan' adalah MENGAPA BEKAS GALIAN TIDAK DITUTUP DENGAN SEMPURNA?? Seringkali bekas galian hanya ditutup dg tanah seadanya, tidak lagi diaspal. Padahal, menutup dg tanah biasa justru akan membahayakan para pemakai jalan terutama motoris dan merugikan pejalan kaki.

Bagi para motoris yg lewat di atas bekas galian yg hanya ditutup tanah biasa, 2 jenis kecelakaan akan mengancam jiwa mereka. Yang pertama, terpeleset karena licinnya jalan. Yang kedua, tanah yg dipakai menutupi lubang, cepat atau lambat akan 'menghilang' karena banyak yg menempel di ban2 kendaraan. Walhasil lubang akan menganga lagi...dan akibatnya si motoris akan memiliki potensi untuk jatuh ke dalam lubang.

Sementara bagi pejalan kaki, cipratan tanah yg terjadi akibat ada kendaraan bermotor yg melewati bekas galian, jelas merugikan...terutama jika cipratan itu mengenai pakaian mereka, ketika mereka akan berangkat ngantor.

Aku punya dugaan mengapa lubang2 ini tidak ditutup lagi dg aspal (atau minimal dg semen). DUIT ANGGARANNYA SUDAH DIKORUP!!!dzigh Kasus yg parah, sebuah bangku dipasang untuk memberi tanda adanya bekas galian!!

Jika sudah begini...MANA TANGGUNG JAWAB PEMERINTAAAAHHHH...??!! Upss...maaf, aku kok minta macam2 ke pemerintah kita yg (emang) tidak punya tanggung jawab.geleng2

Walhasil, ada 'pekerjaan baru yg mesti aku lakukan di saat musim hujan tiba. Yakni MENGAMATI LOKASI PENGGALIAN...MEMASTIKAN LUBANG BEKAS GALIAN SUDAH DITUTUP KEMBALI DG BAIK, ATAU MINIMAL MENJADI LEBIH WASPADA JIKA LEWAT SITU.