Sudah sekitar 1-2 bulan terakhir, aku memilih berbicara untuk mengontak lawan bicaraku. Via handphone, maksudnya. Ada banyak alasannya, namun alasan2 berikut merupakan penyebab utama:
1. Tarif yang lebih rendah
Well, untuk XL, meski potongan tarif baru berlaku setelah menit ke-2 (meski di iklan2nya di tv tidak pernah disebutkan syarat dan ketentuan), cukup terasa lho. Terutama jika aku menelpon ke keluarga di Bandung, yg sama2 XL. Berhubung ortuku lebih nyaman berbicara daripada sms, ya sudah, ngobrol lebih murah sangat terasa, karena jika sudah nelpon ke Bandung, ga akan cukup 10 menit.

2. Pesan lebih jelas
Dengan menelpon, pesan yg hendak disampaikan, menurutku lebih jelas. Mengapa? Karena ada proses interaksi yg langsung terjadi. Sehingga kesalahan komunikasi bisa dikurangi.

3. Lebih hemat
Ternyata, jika dihitung lebih rinci, tarif bicara justru lebih murah daripada sms. Kecuali untuk sesama XL, jelas lebih untung, karena aku pakai paket extra, yg gratis sms-nya untuk sesama XL. Tentu saja, ini berlaku jika obrolan cukup lama.

Itungan sederhananya:
Sesama XL:
Untuk sms, gratis, tapi kita akan kehilangan banyak waktu untuk mencet2 tombol di handphone. Jadi, di sini, hemat lebih terutama merujuk pada waktu.

Operator lain:
Dua menit pertama = Rp 25 * 120 = Rp 1500. Asumsinya dg ngobrol, semua kesimpangsiuran informasi akan hilang.
Rp 1500/Rp 350 ~ 5 SMS. Pertanyaannya, apakah dg 5 sms, semua informasi ini akan cukup?

Ok...barangkali itungan untuk operator lain dirasa lebih mahal, tapi jika kita menelpon ke PSTN, jelas ini lebih murah, karena PSTN tidak bisa menerima SMS, walhasil informasinya tidak akan sampai kecuali dg langsung menelpon.

Ada pendapat lainnya??