Sebuah percakapan di Yahoo Messenger berhasil dicatat. Isinya seperti berikut:
***_b*nt*ng: siang...
Fahmi Junker: selamat siang...
Fahmi Junker: ada yg bisa dibantu?
***_b*nt*ng: kebetulan td saya baca di yahoo
***_b*nt*ng: ttglow kerja
***_b*nt*ng: bs mnt tlong?
Fahmi Junker: apa yg bisa saya bantu?
***_b*nt*ng: ntar kloda low cpns atau bumn yg membutuhkan dari S1 Ilmu Kelautan,tlg kbri saya lwt imel.
***_b*nt*ng: mksi...
-cut-
Fahmi Junker: saya chat dg siapa?
***_b*nt*ng: bla bla bla [nama disensor]
-cut-
***_b*nt*ng: mas fahri ya...
Fahmi Junker: fahmi
***_b*nt*ng: maaf

Pernahkah anda mengalami hal demikian? Maksudnya, mendadak ada pesan muncul dari seseorang di antah berantah, yg anda tidak kenal, kemudian dg seenaknya nodong info terbaru (mengenai apapun)? Bahkan di awal obrolan (chat), ybs tidak memperkenalkan diri terlebih dahulu? Malah mesti anda sendiri yg 'menegur' orang tersebut untuk bertanya namanya?dzigh

Atau contoh lainnya:
Name: [nama seseorang] | E-mail: [disensor]@yahoo.com |

mohon informasi untuk studi disain produk saya keturunan arab [sensor] sdr kakek saya [sensor] seorang sastrawan

Bahkan contoh lainnya:
Name: [nama seseorang] | E-mail: [disensor]@yahoo.co.id |

Mas, kirim videonya ya, segera !

Belakangan ini, makin banyak para pengguna internet (aku perkirakan mereka adalah newbie/para pemula) yang KIAN TIDAK SOPAN dalam ngobrol/berbincang-bincang (baik melalui aplikasi pengirim pesan) ataupun melalui email juga melalui komentar2 di blog.

Tanpa basa basi, mereka langsung ber-hai hai, sok akrab, lalu (dg seenaknya) MENYURUH kita untuk memenuhi keinginannya.

Hei hei...EMANG SIAPA ELOOOOO??

Untuk 3 contoh di atas, mungkin aku masih cukup sabar untuk meladeni...terlebih sekarang sedang bulan Ramadhan, saatnya menguji tingkat kesabaran...jadi, aku masih berbaik hati untuk melayani obrolannya *uhuk*. Meski pada akhirnya aku yg harus 'mengingatkan' dia untuk memperkenalkan diri. Meski dia sendiri salah ngetik nama *duh, huruf R dan M kan jauhnya sepeminuman teh...kok bisa salah??*

Namun untuk 2 komentar terakhir, aku langsung SKIP begitu saja.
"Emang kalo keturunan arab, terus kenapa hah? "
"Segera dari hongkong? Siapa elo nyuruh2?"

Nyaris tidak ada etika sama sekali...benar2 mengherankan. Mbok yaaa..sapa yg sopan, lalu kenalan, tanya ini itu (basa-basi), barulah ke pokok persoalan. Setidaknya, bagiku, menunjukkan bahwa ybs memang layak untuk dilayani dan dibantu. Ga main sodor, nodong, dan main suruh begitu saja...

Kejadian lebih parah pernah dialami adikku. Dia 'kebanjiran' email berisi pertanyaan tentang cara mendapat beasiswa. Tapi dari sekian banyak email yg masuk, rata2 seperti yg aku alami, tidak memperkenalkan diri terlebih dahulu. Serta banyak juga yg main suruh ke adikku untuk ngirim info beasiswa ini itu...dzigh

Jelas saja adikku ogah membalasnya. Eh, malah dimaki-maki "Sombong", "Kurang ajar" dan kata2 lain yg tidak pantas.

Lha wong berkomentar saja mesti beretika (sesuatu yg berusaha aku lakukan), lha ini minta tolong kok terkesan babu yg nyuruh majikan??!!halah...rek...!!