Hari Rabu malam lalu, mendadak aku mimisan. Sebenarnya bukan hal yg aneh, karena aku sempat mengalami hal yg sama beberapa minggu yg lalu. Namun kali ini mimisannya cukup parah, karena darah yg mengucur cukup deras dan relatif lebih lama dibandingkan biasanya.

Walhasil aku semalaman terbaring dengan sebelah hidung disumbat dg tissue.

So, apa sih penyebab mimisan itu?

Banyak penyebab mimisan. Aku dapatkan dari beberapa referensi, bahwa untuk jenis mimisan sendiri ada ada 2 macam:
* Tipe anterior (bagian depan). Merupakan tipe yang biasa terjadi.
* Tipe posterior (bagian belakang).

Sementara untuk penyebabnya, ada 2 macam juga:
Lokal

Penyebab lokal terutama trauma, sering karena kecelakaan lalulintas, olah raga, (seperti karena pukulan pada hidung)yang disertai patah tulang hidung(seperti pada gambar di halaman ini),mengorek hidung yang terlalu keras sehingga luka pada mukosa hidung, adanya tumor di hidung, ada benda asing (sesuatu yang masuk ke hidung) biasanya pada anak-anak, atau lintah yang masuk ke hidung, dan infeksi atau peradangan hidung dan sinus (rinitis dan sinusitis)

Sistemik

Penyebab sistemik artinya penyakit yang tidak hanya terbatas pada hidung, yang sering meyebabkan mimisan adalah hipertensi, infeksi sistemik seperti penyakit demam berdarah dengue atau cikunguya, kelainan darah seperti hemofili, autoimun trombositipenic purpura.

(merujuk dari sini)

Aku sendiri kurang tahu persis kenapa aku jadi sering menderita mimisan, namun dugaan terbesar, jika melihat 2 penyebab di atas, aku curiga saat ini aku menderita hipertensi (tekanan darah tinggi). Meski kemungkinan ini sebenarnya kecil sekali, karena terakhir aku donor darah, tensi-ku berada di kisaran normal, 120/80.

Alasan 'tidak masuk akal' yg bisa aku berikan di sini, kemungkinan karena aku sudah beberapa bulan ini tidak donor darah. Sementara alasan masuk akalnya, aku sedang stres atau tertekan (terutama karena pekerjaan) karena project yg sedang aku tangani cukup melelahkan.

Free Image Hosting at www.ImageShack.usTentu saja, mimisanku ini bukan mimisan seperti Ryo Saeba aka City Hunter, sebagaimana gambar di samping ini, hihihih...

Aku sendiri bersyukur bahwa aku menderita mimisan, karena di artikel ini disebutkan, jika mimisan merupakan 'pencegah' terjadinya stroke.
Epistaksis jenis ini kerap terjadi pada penderita hipertensi (tekanan darah tinggi). Menurut Siswanto, pecahnya arteri sfenopalatina pada penderita hipertensi, justru baik bagi si penderita. ''Pecahnya arteri sfenopalatina justru sebagai klep pengaman daripada terjadi stroke. Kalau stroke, yang pecah adalah arteri di dalam otak. Sebelum pecah di arteri dalam otak, arteri sfenopalatina sudah pecah dulu, sehingga tensinya turun,'' paparnya. Pada penderita hipertensi yang mengalami epistaksis posterior, dokter biasanya akan memberi belok tampon, dan lima hari kemudian sudah bisa dilepas. Tensinya juga sudah terkontrol. ''Begitu keluar dari rumah sakit, ia sudah dapat beraktivitas seperti biasa.''

Hmmm...nampaknya aku perlu perika ke dokter THT kali ya?? Mengerikan juga nampaknya jika dibiarkan berlarut-larut. *siap2 daftar ke dokter THT*

Idealnya, jika terjadi mimisan, digunakan daun sirih untuk mengatasinya, sebagaimana tertulis di artikel ini.

Beberapa artikel lain yang terkait dengan mimisan:
- Mimisan itu karena apa?
- MIMISAN BISA PERTANDA PENYAKIT BERAT
- MIMISAN YANG TAK SELALU RINGAN