*cerita ini hanya fiktif...meski bisa jadi akan menjadi nyata. oya cerita ini terkait dg pemilihan ketua ia itb*

Ada seorang pembantu Presiden (alias Manteri) di Republik Impian (RI) yang mungkin sedang gundah karena partainya (Partai Aman Nasional = PAN ) merencanakan akan keluar dari Koalisi Republik . Sang Manteri harus memilih apakah dia mengikuti sang Ketua Partai dimana dia berasal atau tetap mengikuti sang Presiden yang akan bertarung mempertahankan kursi tahun 2009 . Namun yang lebih menggundahkan lagi adalah pernyataan pimpinan Partai Aman Nasional bahwa partai hanya memperbolehkan 1 (satu) kali orang yang sama membantu presiden dan selanjutnya harus memberi kesempatan pada yang lain. Gundahlah beliau sang Manteri, karena diangan-angan utamanya beliau ingin menjabat Menteri ESDM [ Energi dan Sumber Daya Mineral ] yang dari dulu belum tercapai dan tentunya sesuai dengan fakultas dia belajar di Institut Teknologi Barangnangsiang [ ITB ] . Dan jika tidak didukung partai ataupun keluarga besar , tentu sang presiden tidak berkenan memilihnya sebagai pembantu, seperti halnya yang menimpa Manteri Pemberdayaan Daerah Tertinggal yang tidak disupport lagi oleh Partai Kebangkit Bongso [ PKB ] .

Untuk itu dia sebagai politikus dan pengusaha [ walaupun belum sepengusaha Wapress ] tentu mempunyai trik-trik politik . Dan dibantu teman-temannya yang memang ingin mencari pijakan , maka mencalonkan dirilah beliau ( ini sah dan halal ) menjadi Kadindat Ketua Alumni Institut Teknologi Barangnangsiang. UNTUK APA ??. Yaa kalau seandainya dia terpilih, maka satu senjata yang namanya bargaining-position sudah dia dapatkan. Karena yang namanya ITB itu dari sisi politis masih dipandang dan siapapun presiden dinegeri ini pasti mempunyai hitung2an politik terhadap kampus ITB , seperti halnya kampus-kampus lain Universitas Indonusa [ UI ] ataupun Universitas Gajah Mbalelo [ UGM ]. Dan ketika Ketua Alumni UI sudah dikomandani orang kepercayaan presiden, maka tentu sang presiden juga menginginkan ITB dikomandani orang kepercayaan sang presiden . Jadi klop, presiden ingin dan pak manteri ingin. PASS.

Dan mulailah berlaku ADA GULA ADA SEMUT . Ada minyak tanah, orang kampung berebut. Dan ketika buka bersama dirumah sang manteri, datanglah pejabat-pejabat Eselon yang dari ITB dan ingin ditarik oleh gerbong manteri . Bisik-bisik team suksesnya, menyatakan yang datang diantaranya :

1. Direktur Bank Negoro Indonusa [ BNI ] , menginginkan menjadi Dirut Bank Mangandiri .

2. Direktur PT. Indonusa Telekomunikasi [ PT INTI ] , yang menginginkan menjadi Dirut PT. Telekomuter Indonesia [ PT. Telkom ].

3. Direktur PT. Permina EP Cepu , yang menginginkan menjadi Direktur Permina .

4. Direktur PT. Jasa Marganda , yang menginginkan menjadi Dirut PT. Jasa Marganda .

5. Pembantu Presiden Ketenagakerjaan Luar Negeri , yang menginginkan menjadi Manteri Tenaga Kerja .

6. Komut PT. Krakat Still [KS], yang menginginkan menjadi Komut PT. Pelindo .

Dan masih banyak politicking-interest yang menyertai pemilihan Ketua IA-ITBarangnangsiang ini. Cuma, semua itu sah-sah dan halal. Tinggal apakah para alumni lain juga sudah berminat menjadi pejabat dinegeri Impian ini dengan berbondong-bondong memilih sang manteri , tanggal 18 Nopember akan membuktikan. Dan jika pak manteri terpilih jadi ketua alumni baru, maka periodisasi 2002 –2007 pasti akan terulang lagi. Banyak pejabat menyemut dirumah pak ketua alumni, ketika pak ketua masih merangkap jabatan dan IA-ITB serasa ditinggalkan alumninya ketika pak manteri sudah tidak menjabat. Untuk Ir. Anton Megenda Msc dan kawan2 tinggal gigit jari , merenungi kesedihan dan penyesalan, mengapa memilih orang sibuk dan pejabat pembantu presiden . Dan untuk Ir. Amir Sabernyowo , tentu suatu anugrah karena sudah menjadi Komut Pelindo .

Prasajan B 7283