Anda-anda tentu masih ingat 'kasus' (penyiar) Metro TV sering menyebut Caina (jika saat aku tulis artikel itu, baru penyiar beritanya yg mengucapkan caina, namun kini para bintang tamu yg hadir di studio mereka juga mulai 'memilih' menyebutkan Caina daripada Cina).

Nah, kali ini penyiar Metro TV kembali melakukan 'kesalahan', menurutku, dalam pemberitaannya.

Satu waktu, aku masih terjaga hingga tengah malam. Seorang penyiar, identitasnya aku rahasiakan, melakukan 2 kesalahan sekaligus pada saat membawakan berita. Kebetulan berita yg dia bawakan adalah Headline News yg menggunakan bahasa Inggris.

Pada saat menyampaikan berita, dia menyebutkan kata Dubois dengan ejaan Du-bo-is.

tokoh A:"Lho, apa salahnya? Bener kan kata itu (Dubois) dibacanya Du-bo-is?"
tokoh B:"Iya nih...Fahmi demen banget sih ngritik2, kaya ga ada kerjaan!?"

Aduh, tenang...tenang...jangan dulu esmosi donk. Jadi begini, berita yg disampaikan adalah berita suatu peristiwa yg terjadi di Perancis. Nah, cara pengucapan bahasa Perancis memiliki keunikan. Keunikan yg aku maksud adalah jika huruf o bertemu i, maka dia dibaca OA, bukan OI. Dengan demikian, kata Dubois SEMESTINYA dibaca Du-bo-a, bukan Du-bo-is.

Ngerti son??cekikikan

Kesalahan kedua, ketika di akhir acara Headline News, dia berkata,"Next headline news, in BAHASA, will bla bla bla..." *maaf, aku ndak hapal pasti epiloguenya*.

Ya ya ya...kesalahan kali ini adalah penggunaan BAHASA.

tokoh A:"Hu uh...Fahmi ini doyan banget sih nyalah2in orang...!!"
tokoh B:"Ho oh...apa salahnya nyebut bahasa?"

Duh, 2 tokoh imajiner ini memang menyebalkan....tenang sedikit donk kalian berdua ini...!!

Memang 'tidak salah' menyebutkan kata Bahasa...namun definisi Bahasa ini, sepengetahuanku, sudah identik dengan Bahasa Melayu. Sebagai contoh, jika anda-anda doyan membeli dvd bajakan *pura2nya sih aku ndak pernah beli nih...hihihi..*, coba kalian perhatikan subtitle yg tersedia. Di sana kalian akan menemukan pilihan Bahasa.

Nah, sekarang pilih deh mode Bahasa, lalu perhatikan kalimat2/terjemahan yg muncul. Aku yakin (dengan tingkat kepercayaan lebih dari 68%) bahwa terjemahan yg muncul merupakan bahasa Melayu (bahasa orang2 Malay).

Aku sendiri lebih suka dan lebih bangga menggunakan dan menyebutkan BAHASA INDONESIA dibandingkan hanya Bahasa *yg akhirnya ga jelas dan membuat polemik seperti ini....errr...sebenarnya aku sih yg memulai dan sengaja membikin polemik ini, hehehe..*

Coba anda2 perhatikan isi Soempah Pemoeda tahun 1928:
BERBAHASA BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA...!!

Sudah jelas kan, Bahasa Indonesia yg digunakan untuk membawakan berita di stasiun Metro TV, kecuali memang om Surya Paloh berniat membuat acara berbahasa Melayu dan merekrut orang Malay untuk menjadi penyarnya.

MARI KEMBALI KE KHITTAH, BAHASA INDONESIA...BUKAN BAHASA SAHAJA...!!
*provokator mode...*