Malam ini, aku menonton Republik Mimpi. Di sana, di bagian awal, dibahas mengenai kenaikan jalan tol dan kontroversi mengenai konversi minyak tanah ke gas. Dalam satu adegan, Jarwo Kuat melontarkan ide "Klakson Action" sebagai tindakan reaksi yg bisa dilakukan oleh para pemakai jalan yang tidak setuju dengan kenaikan tarif jalan tol.

Si JK ini dengan pd-nya, menurutku sih BODOH KE DEMAK, memperagakan klakson action yg (menurut) dia bisa dilakukan para pemakai jalan tol yg tidak setuju dg kenaikan tarif jalan tol. Dengan sebuah irama tertentu, si JK yg didampingi pak Habudi, tersenyum2 saat menekan klakson. JK menyarankan agar PARA PEMAKAI JALAN TOL MEMBUNYIKAN KLAKSON SAAT ANTRI DI PINTU TOL.

Sebenarnya bukan kali ini saja Republik Mimpi memberikan saran yg bodoh (pembodohan), namun baru di episode malam ini aku TIDAK BISA MENTOLERIR ide tolol seperti ini. BAGAIMANA MUNGKIN SEORANG WAPRES (even di Republik Mimpi) MENYARANKAN TINDAKAN TOLOL SEPERTI INI?

Coba saja dipikir. Bunyi klakson yg dibunyikan oleh para pemakai jalan tol itu AKAN MENGGANGGU PENDENGARAN PARA PETUGAS JALAN TOL, YG NOTABENE TIDAK BERSALAH (secara langsung) ATAS KENAIKAN TARIF TOL.

JIKA PARA PETUGAS JALAN TOL NANTINYA MENGALAMI KERUSAKAN GENDANG TELINGA AKIBAT SUARA KLAKSON YANG DIBUNYIKAN BERTUBI-TUBI, APAKAH PARA PENCETUS IDE TOLOL INI MAU BERTANGGUNG JAWAB? MINIMAL DG MEMBIAYAI PENGOBATAN MEREKA...??

Tolong ya untuk para tim kreatif Republik Mimpi, kali lain pikir dulu yg 'bener' sebelum memberikan ide yg akan ditayangkan di TV. Bagaimana jika ternyata saran tolol ini diikuti? Apakah anda2 bersedia bertanggung jawab? hah? Hah? HAH?

*maaf, aku agak emosi saat menulis artikel ini..oya, tindakan yg sama pernah dilakukan di depan kedubes Australia tempo hari*