Hmmm...aku hendak bahas lebih mendalam tentang para pemain Para Pencari Tuhan, sebuah sinekuis (sinetron + kuis) yg benar2 telah menjungkirbalikkan sinetron dan acara lain yg jelas2 membodohi penonton.

Bang Jack (Deddy Mizwar)
Sebagai seorang mantan jagal, BJ kini banyak menghabiskan waktunya di sebuah musholla (yg sedikit 'aneh', karena isinya yaaa...hanya BJ dan teman2nya, nyaris tidak ada warga lain yg memanfaatkan musholla itu) sebagai marbot. Banyak petuah keagamaaan yg disampaikan oleh BJ, namun sayangnya BJ sendiri kadang masih tergoda dg duniawi (lihat episode BJ yg tidak konsen ceramah gara2 sate dan gule kambingnya habis disantap para tamu yg lain).halah...come on

Aya (Zaskia Mecca) dan Azam (Agus Kuncoro)
Partner setia DM, setelah sebelumnya menemani DM di Kiamat Sudah Dekat. Kali ini ZM berperan bukan sebagai anak DM, melainkan sebagai adik ipar dari ustad Ferry (Akri Patrio). Aya sendiri juga beberapa kali menyampaikan pesan2 keagamaan secara tersirat, namun masih juga terpaku dg keduniaan, yakni masih mudah (dan suka?) menyimpan dendam kepada Azam, teman masa kecilnya yg mengatai dia bodoh. Namun di balik rasa dendam itu, Aya mencintai sosok Azam.

Azam sendiri dikisahkan sebagai sosok yg berhasil melewati perjuangan 'melawan' kemiskinan dan berhasil menjadi orang kaya (namun ga jelas usahanya apa, hihihi..). Cinta matinya pada Aya seringkali dia berpikir dan bertindak bodoh (well...seperti halnya kebanyakan lelaki yg jatuh cinta), bahkan cenderung nekad. Salah satu dialog yg cukup 'seru' adalah ketika Azam mengatakan,"Saya akan kembali menjadi saya yg dulu. Mencintai Aya dengan menerornya." Wah wah...benar2 freak!! hhaaha..nyengir

Cukup seru juga melihat kisah cinta tarik ulur pasangan ini. Dari rasa benci menjadi cinta, lalu putus lalu nyambung...wah, pokoknya menggemaskan!!love struck

Barong (Aden), Juki (Isa), dan Chelsea (Melky)
Ketiga personel Bajay, jebolan dari API (Akademi Pelawak Indonesia, sebuah ajang pencarian bakat oleh TPI), terangkat lagi namanya setelah sekian lama 'menghilang'. Aku ikut senang kelompok ini muncul dan dikenal lagi sebagai pemain untuk sinetron yg berkualitas. Aku yakin popularitas ketiga orang ini akan kian melambung, selama mereka tidak sombong dan tetap bersikap rendah hati. (baca juga ini)

Dalam sinetron PPT ini, ketiganya memainkan perannya dg cukup lucu dan menghibur, meski terkadang masih terjebak dalam slapstick, yg untungnya DM sangat meminimalkan humor slapstick ini tampil. Chelsea dikisahkan mantan napi narkoba, yg ingin kembali rujuk dg istrinya, Marni, yg ditinggal mati suaminya, Marno, seorang anggota polisi yg ironisnya justru yg menangkap Chelsea. Perjuangan Chelsea untuk kembali rujuk dg Marni patut diacungi jempol. Juki sendiri adalah seorang mantan copet yg diusir dan tidak diterima oleh ibunya untuk kembali ke rumah. Namun, jauh di dalam lubuk hatinya, sang ibu masih sangat mencintai Juki. Tiap kali bertemu, selaluuu saja ibunya Juki memukuli Juki (dan orang2 yg menemaninya) dg sapu lidi. Namun, Juki tidak pernah kapok untuk meluluhkan hati ibunya, agar dirinya bisa diterima lagi ibunya. Sementara Barong dikisahkan sebagai mantan bandit curanmor yg ingin bertobat. Sempat bertemu lagi dg kakaknya, yg dikenal sebagai pentolan bandit curanmor, Barong berhasil mempertahankan keyakinannya untuk tidak kembali bergulat dengan dunia hitam.

Udin (Udin Nganga) dan Asrul (Asrul)
Nah, pasangan ini merupakan pasangan 'gendeng', karena banyak tingkah laku dan kekonyolan yg muncul dari kedua orang ini. Memerankan orang dg kondisi ekonomi pas2an (bahkan nyaris serba kekurangan) yg menjadi cerminan kebanyakan masyarakat Indonesia, keduanya aku rasa sangat pas memerankan perannya masing2.

Udin menjadi seorang hansip sok tahu dan sering bertindak ngawur serta ngomong asal njeplak. Namun jangan salah, semua sikapnya itu mencerminkan mayoritas masyarakat Indonesia yg cenderung ingin instan, meraih cara cepat, cenderung berpikir buruk, dan menghalalkan segala cara agar bisa meraih apa yg diinginkannya.

Sementara Asrul, meski hidupnya tidak kalah miskin, masih berusaha berpikir dan bertindak lurus, meski akhirnya kadang kalah oleh hawa nafsunya (akibat bujukan Udin). Berbeda dg Udin, Asrul sudah mempunyai tanggungan, yakni 1 istri dan 4 anak (2 perempuan dan 2 lelaki). Walhasil, melalui tokoh Asrul ini kita 'dipaksa' memaklumi sikap dan tindakan 'kepepet' yg dilakukan Asrul demi menyambung hidup keluarganya.

Kedua orang ini bersatu padu 'melawan' pak Jalal (Jarwo Kuat), yg menurut mereka, adalah orang yg suka mendzalimi orang2 miskin.silly

Ustad Ferry (Akri Patrio) dan Haifa (Annisa Suci)
Nah, di sini aku melihat kejeniusan DM dalam memilih Akri sebagai ustad Ferry, seorang pemuka agama yg masih tergiur dg dunia (kepopuleran) meski tugas utamanya adalah menjadi pewaris Nabi, dengan mengatakan apa yg benar adalah benar dan yg salah adalah salah. Akting Akri mampu diimbangi oleh Annisa sebagai istri ustad Ferry. Lelucon segar namun mempunyai makna dalam seringkali muncul dalam dialog pasangan suami istri ini.

Sebagai contoh, ketika Haifa menyobek kontrak dakwahnya, sebagai bukti bahwa dia, sebagai istri, akan tetap memilih menghormati ustad Ferry selaku suaminya meski harta berlimpah. Penyobekan kontrak ini tidak terlepas dari sifat cemburu Ferry yg kecewa karena istrinya yg dipilih untuk menjadi pembawa acara dakwah dibanding dirinya.

Pasangan suami istri yg top nich!! Lucu dan membuat kita berpikir cukup dalam.nyengir

Tidak bosan menonton acara ini, meski kita mesti bangun jam 3 pagi! Karena aku pikir acara ini mempunyai manfaat dan hikmah yg jauuuh lebih besar dibanding acara2 sahur lainnya.

So, jangan berhenti nonton ya!! Acaranya kian seru dan kadang sulit diprediksi serta cukup mengundang tawa dengan tidak membodohi para penonton!

Sekali lagi, acungan jempol untuk Deddy Mizwar!!! Semoga bisa menghasilkan acara2 lain yg juga bermutu!